Showing posts with label be-blog. Show all posts
Showing posts with label be-blog. Show all posts

24.6.11

Blog Mode On

Seorang teman yang sedang bertugas di Swiss mengupload foto beberapa buku yang (sepertinya) baru selesai dibaca ke facebook.

Melihat buku-bukunya yang menarik, saya pun berkomentar "ehm jadi tidak sabar untuk menunggu resensinya deh". Tak lama kemudian teman saya tersebut langsung menjawab "Mas Aris, sebenarnya saya ingin membuat resensinya dan diupload di blog agar blog saya hidup kembali, mimpimodeon".

Saya hanya tersenyum membaca komentar teman saya tersebut. Saya juga tidak heran dengan jawaban seperti itu karena ia bukanlah orang pertama yang berkelit ketika diminta menulis di blog.

Beragam alasan dikemukan oleh teman-teman saya ketika diminta untuk ngeblog, tapi inti alasannya cuma satu "tidak ada waktu". Ngeblog seolah merupakan kegiatan yang membutuhkan banyak waktu, energi dan riset, sehingga sulit untuk dikerjakan jika tidak ada waktu khusus.

Padahal ngeblog itu sebenarnya tidak beda dengan aktivitas membaca email dan menuliskan tanggapannya yang terkadang bisa sangat panjang lebar.

Dengan pandangan bahwa ngeblog adalah kegiatan tidak sulit dilakukan, seorang teman saya yang berprofesi sebagai guru bahkan berani sesumbar "menulislah sebelun tidur". Dengan kata-kata tersebut, konon ia belum bisa tidur jika belum menulis dan menjadikannya postingan, minimal 1 buah.

Bahwa untuk ngeblog tidak perlu tempat dan waktu bukanlah hal yang aneh. Dengan fasilitas mobile blogging, kita bisa ngeblog dimanapun, sedang duduk santai di warung atau di atas kendaraan. Di atas kendaraan kita bisa membuat tulisan dan mengunggahnya segera setelah tulisan selesai dengan menggunakan smartphone, bahkan lengkap dengan foto.

"Tapi kan ngeblog saat mobile tidak nyaman dan bisa menyebabkan salah-salah ketik atau ada paragraf yang terlewat?"

"Bukan masalah, kalau ada kesalahan bisa diperbaiki jika kita telah berada di depan PC. Yang penting ide-ide yang muncul bisa langsung dicatat dan disimpan di blog"

"Ah Mas Aris cuma bisa ngomong aja?"

"Betul kok, postingan ini adalah contohnya. Saya tulis postingan ini di dalam KRL segera setelah menerima jawaban teman saya di Swiss di Facebook. Hasilnya ya seperti ini, sebuah postingan yang cepat dengan gaya bertutur seolah sedang berbincang dengan pembaca"

"O gitu ya, keren donk"

"Hehehe baru tahu kalau saya keren ya?"



dikirim lewat BlackBerry® oleh pemilik blog http://arisheruutomo.com

22.6.11

Station Kranji

Baca judul postingan ini sebaiknya anda tidak membayangkan bahwa saya akan membuat postingan dalam bahasa Inggris. Judul di atas saya ambil dari nama jalan menuju stasiun kereta di Kranji. Nama jalan tersebut ditulis gado-gado, antara bahasa Indonesia dan Inggris. Coba saja tengok, kata “Jalan” menggunakan bahasa Indonesia dan di singkat menjadi JL, sementara nama jalannya sendiri menggunakan kata dalam bahasa Inggris “Station Kranji”. Selanjutnya “Kode Pos” ditulis kembali dalam bahasa Indonesia.

Dalam postingan saya terdahulu, Membaca Rambu Berbahasa Inggris di Bekasi, saya mengatakan bahwa tidak ada yang keliru dengan penggunaan rambu lalu lintas dalam bahasa Indonesia dan Inggris tersebut, karena hal tersebut justru memperlihatkan sikap tanggap Pemerintah Kota dalam merespon perkembangan di kota Bekasi. Sebagai salah daerah yang berbatasan langsung dengan wilayah ibukota DKI Jakarta, saat ini memang telah mengalami kemajuan yang begitu pesat. Infrastruktur, sarana dan prasarana terus dibenahi guna terus menggulirkan roda perekonomian dan memberikan kenyamanan bagi warga penghuninya. Kondisi ini tak pelak menjadikan Bekasi sebagai daerah penyeimbang Jakarta, yang perkembangannya tidak ketinggalan dengan ibu kota negara.

Kita ambil saja hikmah positifnya dari adanya rambu dua bahasa tersebut adalah terdorongnya pemahaman warga Bekasi mengenai perkembangan kotanya menjadi sebuah kota internasional. Untuk itu warga Bekasi pun tampaknya sudah harus membiasakan diri berbahasa Inggris agar tidak kagok jika berbicara dengan orang asing yang menggunakan bahasa tersebut.

Jadi kalau lain kali melihat banyak rambu lalu lintas atau nama jalan di Bekasi ditulis dalam bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya, jangan langsung memarahi pemerintah kota atau kabupaten. Bayangkan saja kita sedang berada di Singapura, London atau New York ketika melihatnya (walau kadang sulit jika kita belum pernah mengunjungi kota-kota tersebut).

26.10.10

Mati Ketawa Ala Bang Foke

"Selamat pagi sobat Jkt, Bgmn semalam? Blm kapok khan tinggal di Jakarta? Begitu bunyi barisan kata-kata yang terdapat dalam sebuah foto yang dikirimkan rekan saya pagi ini.

Foto tersebut mengacu pada hujan deras semalam yang mengakibatkan Jakarta kembali lumpuh. Banyak warga Jakarta dan sekitarnya yang terpaksa berjalan kaki. Genangan di sejumlah jalan raya mengakibatkan kendaraan berhenti. Akibatnya banyak warga yang terjebak macet dan baru tiba di rumah tengah malam. Suatu kejadian yang tentu saja sangat tidak mengenakkan.

Saya sendiri, meski tidak menggunakan angkutan roda empat, terkena kemacetan di jalur transportasi kereta rel listrik. Setelah menembus hujan deras dari kantor saya di Pejambon, setibanya di Stasiun KA Gambir kereta yang dijadwalkan pukul 18.36 wib baru tiba satu jam kemudian. Dari Stasiun Gambir saya terlebih dahulu menumpang kereta ke arah Stasiun Kota, karena kalau langsung dari Gambir ke stasiun Bekasi dijamin tidak akan memperoleh tempat duduk dan berdiri sepanjang perjalanan.

Dari Stasiun Gambir hingga stasiun Cikini kereta masih berjalan lancar, tapi menjelang stasiun Manggarai hingga Stasiun Keranji di Bekasi kereta mulai tersendat dan sering berhenti karena harus bergiliran dengan kereta-kereta lain. Penyebabnya ada beberapa jalur kereta yang tergenang dan tidak bisa digunakan. Untuk itu jalur kereta yang masih berfungsi digunakan secara bergantian. Akibatnya jarak Gambir-Bekasi yang di saat normal dapat ditempuh sekitar 40-50 menit mesti ditempuh 4 jam alias 240 menit. Tidak mengherankan jika akhirnya saya tiba dirumah sekitar 23.30 wib.

Saya masih beruntung bisa pulang sebelum tengah malam, karena paginya setelah mendengarkan dan membaca berita baru tahu kalau banyak warga yang ternyata sampai di rumah sekitar pukul 2 malam. Bayangkan pukul 2 malam baru sampai di rumah, sementara keesokannya, pagi-pagi sekali harus ke kantor dan itu mesti berjuang kembali menembus kemacetan kota.

Ya Jakarta memang semakin hari semakin semrawut, macet, dan banjir. Hujan sedikit, banjir pun datang. Meski dipimpin oleh Gubernur Fauzi Bowo (Bang Foke) yang dikenal sebagai ahlinya, kondisi Jakarta justru semakin menyeramkan. Kondisi ini tentu saja membuat banyak orang frustasi. Tapi apa boleh buat tidak banyak hal yang bisa dilakukan selain menerima keadaan.

Untuk itu, guna mengurangi kestressan, banyak yang kemudian berupaya menghibur diri sendiri, caranya antara lain dengan mengolok-ngolok pemimpinnya yang dianggap belum mampu mengatasi keadaan Jakarta. Mengenai banjir misalnya, saking pasrahnya makanya pada foto dimana Bang Foke sedang bertolak pinggang dan berkomentar dikasih teks seperti ini "Ini cuman genangan kalo airnya udah sampai kumis gue, baru namanya banjir".

Kalau sudah sekumis baru namanya banjir

Apa boleh buat Bang Foke, meski tidak pantas seorang pemimpin diolok-olok, anda mesti legowo diolok-olok warganya (termasuk dengan mencukur kumis Bang Foke). Mungkin kalau suatu saat nanti bang Foke atau siapapun yang memimpin Jakarta bisa memenuhi harapan warganya, pujian akan datang sendiri. Sementara ini nikmati saja mati ketawa ala Bang Foke lewat foto-foto yang beredar di Blackberry Messenger, facebook ataupun milis-milis.

23.10.10

Kopdar Be-Blog dengan Blogger Angin Mamiri

Setelah beberapa waktu terakhir ini hanya transit di Bandara Hassanudin dalam perjalanan ke Manado dan Ambon, akhirnya pada tanggal 20-21 Oktober 2010 saya benar-benar menjejakkan kaki kembali di kota Daeng, Makassar, guna menghadiri kegiatan pertemuan kelompok ahli yang diselenggarakan Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kementerian Luar Negeri (BPPK Kemlu). Kunjungan ini menjadi yang pertama sejak kunjungan pada tahun 2002-2003 dalam acara yang hampir serupa dan diselenggarakan pula oleh BPPK Kemlu.

Di sela-sela kegiatan diskusi yang diselenggarakan di Golden Hotel Makassar, kesempatan ini saya pergunakan untuk melakukan kopi darat (kopdar) dengan teman-teman blogger yang ada di kota Makassar dan tergabung dalam Komunitas Blogger Angin Mamiri.

Berbekal nomor telepon dari Daeng Amril Taufik Gobel, penasihat Be-Blog yang juga penasihat dan sesepuh blogger Angin Mamiri, saya pun mengontak Ketuanya Daeng Ipul Gasing. Pucuk dicinta ulam tiba, ternyata Daeng Ipul sudah dikontak Daeng Amril dan siap melakukan kopdar. Janji pun kemudian dibuat, kopdar dilaksanakan tanggal 21 Oktober 2010 pukul 19.30 di Café Pier 52 yang lokasinya persis disamping Golde Hotel Makassar.

Sesuai waktu yang dijanjikan, saya pun segera meluncur ke tempat acara. Didampingi rekan saya, Dedi Setiadi, saya tiba 5 menit lebih awal. Di café yang persis menghadap pantai Losari tersebut terlihat banyak kursi yang masih kosong, hanya ada beberapa kursi yang diduduki beberapa anak muda, salah satunya yang terletak di sudut ruangan.

Karena belum saling mengenal, saya tidak berani memastikan bahwa anak-anak muda tersebut adalah teman-teman dari blogger Angin Mamiri. Untuk memastikan, saya kirim sms ke Daeng Ipul dan juga menyampaikan status di twitter bahwa saya sudah di lokasi. Harapan saya, begitu menerima pesan sms, salah satu dari anak-anak mudah tersebut adalah Daeng Ipul. Tapi sampai beberapa saat ternyata tidak ada reaksi apa-apa dari mereka dan mereka tetap asyik berbincang-bincang satu sama lain.

“wah pasti bukan mereka pikir saya” sambil mengambil posisi duduk tidak jauh dari mereka.

Tak lama kemudian masuklah seorang pemuda mengenakan kaos pesta blogger 2009 sambil menggandeng anak perempuan kecil. “eh ini pasti Daeng Ipul” gumam saya dalam hati.

Benar saja tak lama kemudian masuk telepon dari Daeng Ipul yang memang mengenakan kaos pesta blogger 2009. Ternyata juga anak-anak muda yang duduk dipojokan adalah teman-teman dari blogger Angin Mamiri yang telah terlebih dahulu datang. Ada Iko, Tika, dan Nani. Beberapa waktu kemudian bergabung Intan dan Mas Kribo (wah maaf saya lupa namanya) serta Hers, blogger Semarang yang kebetulan juga sedang dinas di Makassar.

Setelah saling memperkenalkan diri, obrolan pun langsung berjalan. Meski belum pernah bertemu sebelumnya, obrolan langsung lancar terutama saat berbincang-bincang tentang blog. Saya bercerita tentang be-blog yang baru berusia setahun dan mereka bicara tentang perkembangan blogger Angin Mamiri yang sudah memasuki tahun ke-5. Kami pun bertukar cerita tentang pengalaman mengelola komunitas dan yang lebih penting mengelola semangat ngeblog diantara para blogger. Sementara sambil ngobrol-ngobrol, Tika dengan lincahnya memainkan kamera klasiknya yang bisa berganti warna blitz dari pink, kuning, hingga hijau.

Perbincangan mengenai upaya menjaga semangat ngeblog menjadi mengemuka mengingat bahwa sejalan dengan perkembangan media sosial, disadari ernyata banyak blogger yang sudah tidak lagi memiliki passion untuk ngeblog. Banyak blogger, termasuk blogger-blogger lama dan dulunya dijadikan panutan blogger pemula, yang lebih memilih menggunakan media sosial seperti facebook dan twiter untuk berbagi dan membiarkan blognya terlantar. Selain lebih praktis, tidak perlu banyak kata untuk bisa update status. Imbasnya, kegiatan komunitas blogger pun jadi kurang gairahnya.

Mengingat malam semakin menjelang dan perut mulai keroncongan, perbincangan pun disambung di restoran Hade yang menyajikan menu makanan laut. Disini tidak ada lagi perbincangan serius selain menikmati makanan yang dipesan. Ikan cepu bakar, kakap tepung, cumi hitam, dan kangkung balacan menjadi menu utama yang sangat menggugah selera. Tidak mengherankan jika tiga bakul nasi pun tandas.

Usai menyantap hidangan makan malam, Intan yang dari awal sudah ingin menyanyi akhirnya menuntas keinginannya dengan menyanyikan tembang Vina Panduwinata. Tidak salah pilihan lagunya karena suara Intan memang mirip Vina. Kalau saja ada lomba mencari bakat, pasti blogger dari Angin Mamiri ini bakalan terpilih. Sambil mendengarkan Intan menyanyi, saya pun ngetweet begini “Kalau ada lomba, Ajengkol yang jagoan karaoke dari Be-blog mah lewat nich sama Intan” Beberapa waktu kemudian ada re-tweet dari Mbak Ajeng yang rupanya speechless dengan tweet saya dan cuma berkomentar “Wah …”.

Karena waktu sudah larut dan keesokan paginya saya harus kembali ke Jakarta, maka kopdar pun diakhiri dengan ritual foto bersama. Mudah-mudahan di pesta blogger 2010 d Jakarta, teman-teman blogger Angin Mamiri bisa bertemu dengan be-Blog dalam formasi yang lebih lengkap.




14.10.10

Hati-hati Melintas Jalan Achmad Yani Bekasi

Waktu masih menunjukkan pukul 9 pagi ketika saya dan istri melintas jalan Achmad Yani, Bekasi dari arah utara ke selatan. Meski hari kerja, jalan utama di kota bekasi ini tidak begitu terlihat ramai.

Menjelang perempatan lampu merah ke arah Kayu Ringin (depan pertokoan Kali Mas Naga), kendaraan yang saya tumpangi melambat dan berhenti karena lampu menyala merah.

Saat menunggu lampu menyala hijau, istri saya tiba-tiba berujar “wah kok tiang lampunya bergoyang-goyang, padahal tidak ada angin kencang?”

“Coba kalau anginnya besar seperti saat hujan, lampu tersebut bisa jatuh dan menimpa kendaraan yang kebetulan melintas dibawahnya” tambah istri saya lagi.

“Iya benar, kayaknya tiang yang menyanggah lampu tidak terlalu kuat. Tampaknya dinas yang berkepentingan di kantor Pemerintah Kota (Pemkot) mesti segera turun tangan sebelum jatuh korban” jawab saya

“Sebenarnya sih bukan cuma tiang lampu perlintasan saja yang mesti diperbaiki, tapi juga jalan-jalan yang sudah mulai banyak berlubang. Misalnya di sepanjang jalan kali malang atau di jalan Achmad Yani sendiri” tambah saya kemudian.

“Iya, jangan sampai jatuh korban terlebih dahulu baru diurus. Bisa lebih repot urusannya” imbuh istri saya dengan penuh semangat

Kalau diperhatikan dengan seksama, beberapa waktu belakangan ini pihak Pemkot sepertinya agak mengendur dalam melakukan kegiatan pembenahan dan perawatan fasilitas umum seperti jalan raya. Selain itu pengawasan ketertiban yang sangat gencar dilakukan menjelang penilaian Adipura sekarang juga melemah. Lihat saja banyak pedagang kaki lima yang berjualan seenaknya di tepi jalan, misalnya di perempatan jalan depan Bekasi Cyber Park dan Mall Metropolitan. Selain menyebabkan kemacetan, tindakan berjualan di tepi jalan juga membahayakan si penjual dan pengendara yg lewat. Itu hanya beberapa contoh, mungkin anda bisa menambahkan di kolom komentar.

Mengendurnya kegiatan pembangunan dan perawatan infrastruktur publik serta pengawasan ketertiban oleh pemkot tentu saja amat disayangkan. Jangan sampai anggapan bahwa Pemkot aktif melakukan pembangunan demi mengejar Adipura dan sesudah meraih piala tersebut kembali ke aslinya (business as usual) terbukti kebenarannya. Jangan pula karena sejumlah pegawai Pemkot sedang berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) maka urusan pelayanan dan perawatan kepentingan publik dilupakan.

Cara yg sederhana untuk membantah pandangan masyarakat Bekasi terhadap Pemkot dan pimpinannya adalah memenuhi kepentingan masyarakat seperti memperbaiki lampu-lampu lalu lintas yang sudah tidak benar posisinya, menambal jalan yang berlubang-lubang dengan benar atau memperbaiki saluran air yang menjadi penyebab banjir di Bekasi.

10.10.10

Mengunjungi Pintu Kota Ambon Yang Cantik

Minggu kedua Oktober 2010, saya berkesempatan mengunjungi Provinsi Seribu Pulau di kawasan timur Indonesia yaitu Provinsi Maluku. Rasanya amat sangat disayangkan jika sudah jauh-jauh terbang ke kota Ambon namun melewati kesempatan mengunjungi tempat-tempat wisata di daerah ini. Untuk itu usai menuntaskan pekerjaan, saya pun mengayunkan langkah kaki menuju tempat wisata yang terdapat di daerah ini. Salah satu tempat wisata tersebut adalah Pintu Kota yang terletak di desa Airlouw, sekitar 30 perjalanan darat dari Kota Ambon.

Untuk mencapai lokasi ini saya mesti menyusuri jalan yang agak berkelok-kelok di sisi barat Pulau Ambon. Dengan infrastruktur jalan raya yang relatif baik, perjalanan menjadi terasa nyaman, apalagi sepanjang perjalanan kita pun dapat menengok pemandangan laut lepas.

Setibanya di tempat tujuan kami segera membeli tiket untuk dapat memasuki Pintu Kota. Dinas Pariwisata kota Ambon mengenakan tarif sebesar Rp. 2.000 per orang dan Rp 10 ribu untuk parkir mobil. Usai dengan urusan pembayaran , kami pun segera memasuki areal tempat wisata tersebut. Meski hari Minggu, kawasan wisata ini ternyata tidak terlalu ramai oleh pengunjung. Beberapa motor terlihat diparkir di kawasan tersebut, sementara mobil yang kami tumpangi merupakan mobil pengunjung satu-satunya.

Mendengar nama Pintu Kota, mungkin anda akan membayangkan sebuah pintu gerbang atau gapura untuk masuk ke kota Ambon. Namun Pintu Kota sebenarnya adalah sebuah karang raksasa yang menjorok ke laut dan memiliki lubang besar menyerupai pintu di bawahnya. Dari lubang ini bisa disaksikan panorama Teluk Ambon yang indah.

Sementara dari atas bukit, pengunjung dapat memuaskan pandangan ke arah laut. Laut saat itu sedang surut sehingga batu-batu karang di sekeliling Pintu Kota seolah bermunculan dari dasar laut. Perpaduan batu karang berlubang dengan batu-batu karang kecil disekelilingnya serta hamparan laut luas menjadikan pemandangan di kawasan ini menjadi lebih indah dan menyegarkan mata.

Tanpa berlama-lama saya pun segera menuruni bukit menuju kawasan pantai. Terlihat beberapa pengunjung sedang asyik berduaan di beberapa tempat memanfaatkan sepinya kawasan pantai. Sementara di dekat Pintu Kota tampak sebagian pengunjung sedang berfose dan sesekali membasahi kakinya dengan air laut yang menerjang dengan halus.

Tidak terlihat adanya pengunjung yang mencoba berenang di tepian pantai. Dengan kontur pantai yang dipenuhi batu-batu karang, tampaknya menyulitkan pengunjung untuk berenang. Hal ini mungkin yang menyebabkan tempat wisata ini sepi pengunjung. Para wisatawan, khususnya wisatawan setempat, tampaknya lebih memilih kawasan wisata lain yang memiliki pantai yang landai seperti Natsepa dan Liang di sebelah timur pulau Ambon.

Secara keseluruhan kawasan wisata Pintu Kota cukup mengasyikan dan layak dikunjungi wisatawan, baik domestik maupun manca negara. Hanya saja agar kecantikan Pintu Kota dan berbagai kawasan wisata lainnya di Maluku dapat lebih menggoda wisatawan untuk datang perlu pembenahan infrastuktur dan diikuti dengan pembenahaan aspek manajerial pengelolaan tempat wisata secara lebih profesional mulai dari pengelolaan transportasi, penginapan hingga penyebarluasan informasi. Kalau saja hal ini bisa dilakukan, niscaya kawasan wisata bahari di Maluku bisa menyaingi Bali. Apalagi melalui rempah-rempah, Maluku sudah sejak lama dikenal dunia.

4.10.10

Menikmati Soto Mie Bogor di Bekasi

Mendung menggantung seharian dan diikuti hujan deras menjadikan udara di Bekasi terasa dingin. Menanti hujan reda, perut terasa lapar dan bayangan makanan hangat seperti soto atau baso menggelayut di pelupuk mata. Untuk itu begitu hujan berhenti, saya dan keluarga memutuskan untuk makan di luar rumah dan berburu makanan hangat yang lokasinya tidak jauh dari tempat tinggal yaitu di sekitaran kawasan perumahan Taman Galaxy. Saya ingat di lokasi pertokoan perumahan tersebut banyak pedagang yang menjual soto ayam, bakmi ayam ataupun mie baso.

Setelah berputar-putar sejenak di kawasan pertokoan, pilihan justru jatuh pada pedagang kaki lima yang menjual soto mie Bogor yang mangkal di depan sebuah ruko. Ketika kami tiba terlihat Pak Agus si penjual soto mie Bogor sedang sibuk melayani pembeli. Di gerobak kaca terlihat tumpukan potongan kol. Mie kuning, tomat, risoles dan potongan daging babat yang sepertinya menggugah selera.

Beberapa pembeli terlihat menyantap soto mie di dekat gerobak Pak Agus, sementara beberapa lainnya memilih menikmati soto mie di atas kendaraan atau membungkus soto mie tersebut dan menyantapnya di rumah.

Tanpa berlama-lama, kami pun segera memesan masing-masing satu mangkuk soto mie. Dengan cekatan Pak Agus menyiapkan pesanan kami. Tangannya memasukkan mie kuning ditambah potongan kol, tomat, risoles dan potongan daging/babat ke dalam sebuah mangkuk. Setelah itu ia menyiramkan kuah panas berwarna kuning kecoklatan plus sesendok sambal. Begitu kuah dituangkan langsung tercium aroma khas soto mie Bogor yang menyegarkan dan mengundang selera makan.

Tampilan Soto Mi Bogor ini memang menggugah selera. Saat saya menyeruput kuah soto mi, terasa kesegaran dan kehangatannya. Rasa gurih dan segar terasa menyergap lidah kita, apalagi ditambah dengan sesendok sambal yang cukup pedas. Untung udara terasa dingin seusai hujan, sehingga sensasi pedas tidak membuat badan mengucurkan keringat berlebihan.

Dengan harga Rp. 9.000 per porsi, plus nasi putih sebagai menu tambahan, soto mie Bogor buatan Pak Agus kiranya cukup layak untuk dinikmati. Kita tidak perlu jauh-jauh ke Bogor untuk sekedar menikmati sajian soto mie yang menggoda, cukup menikmati sajian soto mie Bogor ala kaki lima dari pak Agus, maka rasa kangen akan soto mie akan terobati.

3.10.10

Habis Hujan Terbitlah Banjir

Minggu 3 Oktober 2010, Bekasi seharian diliputi awan berarak. Suasana kelabu membuat orang enggan keluar rumah. Puncaknya sekitar pukul 12 siang, air bagai ditumpahkan dari langit. Meski tidak berlangsung lama, cukup untuk membuat sebagian wilayah di Bekasi terendam banjir. Belum lagi genangan air surut, hujan kembali tercurah dan air pun kembali menggenangi kawasan yang sudah terendam banjir.

Salah satu kawasan yang terpantau mengalami banjir adalah komplek perumahan Persada Kemala. Komplek perumahan yang berdampingan dengan perumahan Jaka Permai beberapa bagiannya langsung terendam banjir. Akibatnya warga yang tinggal di blok belakang kesulitan melewati jalan utama perumahan. Untung satpam bertindak sigap dengan menutup jalan yang terendam banjir dan membuka pintu gerbang tengah yang menuju jalan Gaharu di perumahan Jaka Permai.

Untuk sementara masalah akses masuk dan keluar perumahan Persada Kemala teratasi. Namun warga yang rumahnya berada di kawasan blok yang terendam banjir dapat dipastikan tidak bakal bisa tidur nyenyak jika hujan turun kembali. Mereka khawatir begitu hujan kembali menderas, airpun akan memasuki rumah mereka. Meski biasanya air yang masuk ke rumah tidak berlangsung lama, tapi sudah cukup untuk membuat badan pegal-pegal karena sesudahnya harus membersihkan kotoran yang terbawa air.

Banjir di beberapa kawasan perumahan di Bekasi sepertinya sudah menjadi langganan, penyebabnya antara lain sistim pembuangan yang tidak memadai. Sungai-sungai yang melintasi perumahan sudah tidak bisa lagi menampung debit air yang melimpah. Selain terhambat sampah-sampah, yang seringkali lupa dibersihkan ketika kemarau, tidak ada lagi kawasan yang berfungsi sebagai tempat penampoungan dan peresapan air. Kawasan yang dulunya menjadi tempat penampungan dan peresapan air kini sudah beralih fungsi menjadi kawasan perumahan baru yang sebagian arealnya ditutupi aspal.

Warga kini nampaknya hanya bisa bersikap pasrah dan berdoa semoga hujan tidak terlalu lebat sehingga habis hujan tidak menerbitkan banjir.

Kalau di Persada Kemala banjir setiap kali hujan deras dan agak lama, bagaimana dengan kawasan tempat tinggal anda?

19.9.10

Mata-mata Israel di Bumi Cinta

Sebuah jaringan clandestein organisasi intelijen Israel, Mossad, yang berkedudukan di Moskow, Rusia, merencanakan sebuah aksi pengeboman di sebuah hotel yang terletak pusat keramaian kota. Dalam aksi pengemboman ini diskenariokan bahwa pelakunya adalah seorang muslim berhaluan keras. Tujuannya untuk memperburuk citra Islam di mata dunia dan lebih memudahkan perjuangan kaum Yahudi di Palestina.

Untuk menjalankan skenario tersebut, agen-agen intelijen Mossad di Moskow dibawah pimpinan Ben Solomon telah menyepakati bahwa orang Islam yang akan dijadikan kambing hitam adalah Mohammad Ayyas, seorang mahasiswa pasca sarjana asal Indonesia yang sedang melakukan penelitian mengenai Islam di Rusia.

Ayyas dipilih sebagai calon korban karena selain seorang muslim yang taat, secara kebetulan ia tinggal satu apartemen dengan salah satu agen Mossad yang cantik jelita bernama Lorna. Kebersamaan dalam satu apartemen memudahkan Ben Solomon dan kelompoknya mempersiapkan jebakan bagi Ayyas. Lewat Lorna, yang secara diam-diam memasang kamera tersembunyi di kamar Ayyas, setiap gerakan Ayyas dapat dipantau dan direkam. Selain itu Lorna pun dapat dengan mudah menyusupkan bahan pembuat bom di kamar Ayyas sebagai barang bukti yang memperkuat kesan bahwa Ayyas lah pelakunya.

Untuk mematangkan aksinya, Ben Solomon dan kawan-kawan juga mengkondisikan segala sesuatunya, misalnya menampilkan kehadiran Ayyas palsu di hotel (yang dibuat berdasarkan rekaman yang dibuat Lorna) serta menjalin hubungan dengan pihak keamanan dan kalangan media Rusia. Sehingga ketika peledakan terjadi, tidak lama kemudian pihak keamanan Rusia bisa langsung menuding Ayyas sebagai pelakunya dan media langsung memberitakan bahwa gerakan teroris muslim lah yang berada dibalik aksi pengeboman.

Dengan segala jebakan yang telah tersusun rapih tersebut, apakah Ayyas mampu lolos dan terhindar dari marabahaya yang mengancamnya? Apakah Ayyas akhirnya mengetahui jika Lorna yang tinggal satu apartemen dengannya ternyata agen dinas rahasia Mossad? Sebagai orang bujangan, apakah Ayyas juga mampu menghindarkan diri godaan Lorna yang jelita dan seksi? Dan pertanyaan yang juga tidak kalah pentingnya adalah apakah Ayyas mampu menyelesaikan penelitiannya dengan baik?

Semua pertanyaan di atas tentu saja memerlukan jawaban. Dan jawaban untuk semua pertanyaan itu terdapat dalam novel karya Habiburrahman El Shirazy “Bumi Cinta”. Novel ini merupakan karya terbaru Habiburrahman El Shirazy (HES), setelah dua novelnya terdahulu “Ayat-ayat Cinta (AAC)” dan “Ketika Cinta Bertasbih (KCB)” (keduanya sudah difilmkan dengan judul yang sama).

Seperti kedua novelnya terdahulu, dalam novelnya kali ini HES kembali mengeluarkan resep yang lazimnya dijumpai dalam novel dan film spionase khas James Bond 007 yaitu sang tokoh utama tampil dikelilingi wanita-wanita cantik di sekitarnya. Jika dalam novel dan film James Bond tokohnya utamanya adalah sosok agen rahasia Inggris yang tampan, maka dalam novel-novel HES tokoh utamanya adalah sosok pemuda muslim Indonesia yang pintar dan alim serta ulet. Tidak ada yang keliru dengan pemilihan resep ini karena bagaimanapun tokoh-tokoh yang terdapat dalam novel-novel HES hanyalah medium untuk meneruskan pesan moral yang ingin disampaikannya.

Dalam AAC kita dapat melihat bahwa Fahri sang tokoh utama adalah pemuda muslim Indonesia yang sedang belajar di Kairo Mesir. Fahri digambarkan sebagai pemuda yang alim dan disukai banyak sahabat wanitanya. Beberapa wanita cantik yang berada di sekitar Fahri adalah Nurul, Noura, Aisha dan Maria Girgis. Sedangkan dalam KCB tokoh utamanya adalah Azzam seorang pemuda muslim Indonesia yang juga sedang belajar di Kairo, Mesir, yang selain pintar dan alim juga ulet dalam berusaha dengan berjualan tempe. Bahkan karena keuletannya berjualan tempe, Azzam mampu membiayai sekolah adik-adiknya di Indonesia. Dalam kehidupan kesehariannya, tokoh Azzam setidaknya dikelilingi tiga wanita cantik Anna, Elliana, dan Husna.

Yang membedakan antara AAC dan KCB dengan Bumi Cinta adalah lokasi cerita yang tidak lagi di Kairo tetapi di ibukota Rusia, Moskow. Tokoh utama dalam Bumi Cinta adalah Ayyas, seorang pemuda muslim Indonesia yang sedang menempuh pendidikan S-2 di New Delhi, India dan berada di Moskow atas permintaan pembimbingnya guna melakukan penelitian bagi penulisan tesisnya mengenai Islam di Rusia. Perbedaan lainnya adalah wanita-wanita cantik yang hadir di sekeliling tokoh utama adalah wanita-wanita bule non-muslim. Sehingga jangan dibayangkan jika wanita-wanita cantik dalam Bumi Cinta mengenakan jilbab sejak awal seperti dalam AAC dan KCB.

Pilihan Rusia sebagai setting cerita menurut saya merupakan pilihan yang cerdas dari penulisnya dalam menggabungkan latar belakang komunisme Rusia dengan syiar agama Islam. Apalagi bukan merupakan suatu rahasia jika sebagai mbahnya komunis, negeri beruang merah tersebut tidak terlalu menaruh hormat kepada ajaran-ajaran agama. Dan bagi Indonesia sendiri ajaran komunisme masih memiliki trauma yang berkepanjangan pasca pemberontakan G30S/PKI.

Bagi tokoh utamanya sendiri, kondisi Rusia yang komunis dan kebebasan pasca runtuhnya Partai Komunis Uni Soviet (PKUS) menjadi tantangan tersendiri. Runtuhnya PKUS selain memporakporandakan Uni Soviet, juga menjadikan masyarakat Rusia kehilangan kendali dan berusaha mengekspresikan kebebasan sebebas-bebasnya termasuk dalam kehidupan seksual. Hal ini antara lain terlihat dari data pengakses situs porno di internet yang ternyata berasal dari Rusia. Selain itu pasangan kumpul kebo juga sangat banyak jumlahnya. Di tengah kondisi seperti ini Ayyas harus berjuang keras menghadapi godaan wanita-wanita cantik seperti Yelena, Linor dan Anastasia.

Cerita menjadi semakin menarik karena seperti telah disinggung di awal tulisan ini, HES mengikutsertakan keterlibatan Yahudi yang selalu ingin mendiskreditkan umat muslim di seluruh dunia. Meski tidak diceritakan secara detail operasi intelijen Mossad, kecuali yang terkait dengan Ayyas, pembaca dapat mengikuti bagaimana suatu operasi intelijen dijalankan, khususnya dalam menjebak calon korbannya. Tidak sampai disitu, HES pun menceritakan pergolakan bathin Lorna sebagai mata-mata Israel melawan Palestina dan pada bagian akhir terdapat kejutan-kejutan yang mungkin tidak diduga oleh pembacanya.

Hal lain yang juga menarik dari novel ini adalah cara HES menggambarkan detail kota Moskow dengan baik. Sehingga tidak terasa pembaca seolah sedang berada di kota tersebut. Salah satu tempat yang digambarkan dengan detail adalah suasana stasiun kereta bawah tanah yang sangat terkenal di Moskow. Berbeda dengan berbagai stasiun kereta bawah tanah di Eropa, stasiun kereta bawah tanah di Rusia bukan hanya bersifat fungsional tetapi juga sebagai show room karya seni. Stasiun dibangun dengan material kelas satu yang didatangkan dari berbagai tempat di dunia, misalnya untuk marmernya secara khusus didatangkan dari Italia. Sehingga ketika berada di stasiun kita seolah berada di bawah museum bawah tanah. Hal ini saya rasakan sendiri ketika berkunjung ke Moskow beberapa waktu yang lalu, rasanya saya ingin berlama-lama di stasiun kereta api yang kokoh dan berada di kedalaman sekitar 70 meter dibawah permukaan tanah.

Secara keseluruhan novel ini sangat menarik. Selain diajak mengenal kota Moskow, pembaca juga diajak membangun jiwa lewat percakapan-pecakapan bernas antar tokoh-tokohnya dan contoh-contoh yang digambarkan dalam novel tersebut. Ach rasanya sudah tidak sabar untuk menyaksikan versi layar lebarnya dan melihat apakah visualisasinya seindah novelnya.

16.9.10

Uang Semir Usai Sholat

Dalam bahasa Indonesia setidaknya kita mengenal ada dua cara untuk memaknai kata-kata: secara harfiah atau kiasan. Secara harfiah artinya kita memaknai suatu kata-kata dalam arti yang paling mendasar, misalnya uang diartikan sebagai alat pembayaran. Sementara memaknai kata secara kiasan atau perumpamaan, biasanya digunakan untuk memperhalus penyampaian kata yang sebenarnya, misalnya penggunaan kata “uang semir” untuk menggantikan kata uang sogok yang biasanya diberikan untuk menyogok seseorang agar diperlancar segala urusannya.

Bahwa kata “uang semir” dipilih sebagai kata kiasan pengganti uang sogok atau uang pelicin sesungguhnya tidaklah mengherankan karena fungsi semir sendiri pada hakekatnya adalah untuk mengkilapkan, melicinkan atau membuat suatu benda (biasanya sepatu atau sandal dari kulit) menjadi kinclong. Dengan tingginya praktik korupsi di Indonesia, penggunaan kata “uang semir” sebagai kata kiasan tentu saja jauh lebih populer dibanding pengartian kata secara harfiah. Sedikit sekali orang yang menerapkan kata “uang semir” secara harfiah yaitu menggunakan lembaran uang sebagai alat untuk menyemir (mengkilapkan atau membersihkan sepatu atau sandal dari kulit.

Dari yang sedikit itu, saya berkesempatan langsung menyaksikan seseorang menerapkan kata “uang semir” secara harfiah. Adalah seorang bapak berusia sekitar 50 tahunan (sebut saja bapak X) yang melakukannya di depan masjid Rest Area KM 227 Tol Palikanci pada tanggal 13 September 2010 sekitar pukul 13.45 wib.

Saat itu si bapak X baru saja usai sholat dhuhur dan akan kembali ke kendaraannya. Sambil mengenakan topi hitam berlogo Pemda DKI, bapak X mengeluarkan selembar uang kertas seribu rupiah dari kantungnya. Dengan muka dingin bapak X kemudian menyemir sepatu sandal yang akan dikenakannya menggunakan lembaran uang seribuan tersebut. Ia tidak peduli atau mungkin bersikap masa bodoh jika perbuatannya disaksikan banyak orang yang ada di lingkungan masjid.

Usai menyemir sepatu sandalnya dengan lembaran uang seribu rupiah, si bapak X meremas-remas uang tersebut dan membuangnya ke pengemis dan anak-anak yang berada di pelataran masjid. Lagi-lagi ia bersikap cuek dan tidak peduli bahwa perbuatannya disaksikan banyak orang.

Melihat kejadian tersebut, saya dan banyak orang yang berada di tempat tersebut terus terang hanya bisa bengong. Saya sendiri seolah tidak percaya melihat kejadian tersebut. Bagaimana bisa seorang bapak yang baru saja menyelesaikan sholat dan kemungkinan menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan, dengan entengnya melakukan penghinaan terhadap fungsi uang dan memperlihatkan keangkuhannya di hadapan banyak orang. Kemana sikap rendah hati dan kesabaran yang mestinya didapat dari sholat dan puasa yang dilakukannya?

Boleh jadi si bapak X memang tidak suka dengan kehadiran pengemis dan anak-anak di sekitar Rest Area Toll Palikanci yang meminta-minta uang dari para pemudik yang mampir di tempat tersebut. Tapi apakah harus berlaku demonstratif seperti itu? Saya rasa tidak. Kalau bapak X memang tidak suka dengan keberadaan mereka dan tidak ingin memberikan sumbangan, semestinya lebih baik diam saja. Atau kalau si bapak X kenal dengan pengelola Rest Area, ia bisa memintanya agar pengemis dan anak-anak tersebut tidak berada di pelataran masjid dan memberikan solusinya.

Pikiran saya kemudian melantur jauh membayangkan kelakuan si bapak X seandainya ia adalah pejabat Pemda DKI (asumsi ini didasarkan pada topi berlogo Pemda DKI yang dikenakannya). Perilaku macam apa yang akan dilakukannya terhadap anak buah atau masyarakat?. Saya bayangkan si bapak X akan mengedepankan sikap angkuhnya dan berkeinginan untuk selalu dilayani dan diberi uang semir. Kalau di Pemda DKI banyak orang yang berkelakuan seperti bapak X, tidak mengherankan jika banyak urusan yang menyangkut urusan masyarakat tidak pernah tuntas penyelesaiannya, misalnya masalah kemacetan. Jangan heran jika urusan kemacetan di Jakarta yang mestinya menjadi tanggungjawab Pemda justru diambil alih Pemerintah Pusat.

9.9.10

Mohon Maaf Lahir dan Bathin Yaa ...

Kepada semua pengunjung blog ini dengan segala kerendahan hati saya menghaturkan: SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1413 H, MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN, Taqoobbalallahu minna wa minkum Taqobbal yaa Kariim …

7.9.10

Lomba Logo Ketua ASEAN 2011 Berhadiah Puluhan Juta

Indonesia akan menjadi Ketua ASEAN tahun 2011. Sebagai salah satu pendiri ASEAN, Indonesia harus mampu menunjukkan kepemimpinannya dalam menyongsong terwujudnya Komunitas ASEAN dengan tiga pilar utamanya yakni: Politik dan Keamanan, Ekonomi dan Sosial Budaya.

Dalam upaya menghadapi tantangan sekaligus peluang menghadapi dinamika regional maupun global, diperlukan sebuah logo yang mampu merfleksikan spirit kepemimpinan Indonesia sekaligus menggelorakan solidaritas ASEAN.


KRITERIA LOGO


1. Ide logo harus merupakan ide orisinal dan belum pernah dipublikasikan atau diikutsertakan dalam lomba serupa.

2. Logo mengandung Lambang ASEAN asli (dapat dilihat di www.aseansec.org/7095.htm)

3. Disain logo dibuat dalam tampilab berwarna dilengkapi dengan penjelasan dan makna logo.


PERSYARATAN LOMBA


1. Lomba terbuka bagi WNI, tidak dipungut biaya.

2. Peserta wajib melampirkan identitas diri/fotocopy LTP dan nomor telepon/e-mail yang bisa dihubungi.

3. Desain logo dikirim dalam bentuk soft-copy dengan format JPEG besa file maksimal 1 MB, dikirikim ke lombalogo.djksa@gmail.com dan hard-copy yang dicetak di atas kertas foto ukuran A4, dikirim paling lambat tanggal 27 September 2010 (cap pos) dalam amplop tertutup bertuliskan:

PANITIA LOMBA LOGO KEKETUAAN INDONESIA DI ASEAN TAHUN 2011
P.O. BOX 3916
JKT 10039


SELEKSI PEMENANG


1. Dewan Juri akan memilih 3 (tiga) finalis untuk menentukan 1 (satu) pemenang utama serta 2 (dua) pemenang harapan.

2. Pemenang utama disediakan hadiah tabungan sebesar Rp. 20 juta, mengunjungi seremoni Keketuaan Indonesia di Vietnam atas biaya Kementerian Luar Negeri (Kemlu) serta sertfikat.

3. Pemenang harapan masing-masing memperoleh tabungan sebesar Rp. 5 juta dan sertifikat.

4. Nama pemenang akan diumumkan melalui website Kemlu (www.deplu.go.id) Oktober 2010

5. Seluruh desain peserta sepenuhnya menjaid milik Direktorat Jenderal Kerjasama ASEAN, Kemlu RI.

+++++

Tambahan Info: Jika ingin mengetahui logo-logo Keketuaan ASEAN sebelumnya, klik disini http://aseanblogger.com/?p=171

1.9.10

Anak SMP, Blogger Bekasi dan Gerakan SEO Positif

Anak SMP dan Blogger Bekasi - Berangkat dari keprihatinan akan bercokolnya gambar senonoh tentang Bekasi di internet, yang bisa memberikan gambaran yang tidak sesuai tentang Bekasi, lewat postingan “Mari mengisi tembolok Google dengan Bekasi” saya mengajak teman-teman di Komunitas Blogger Bekasi (Be-Blog) untuk membuat tulisan dengan kata dan gambar “Bekasi”. Sebuah langkah sangat kecil yang diharapkan dapat memberikan cerita sesungguhnya tentang Bekasi di dunia maya.

Keprihatinan maraknya gambar senonoh yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya juga dirasakan oleh pengelola blog Manajemen Emosi ketika menggunakan kata kunci anak SMP di mesin pencari google. Keterkaitan kata anak SMP dengan gambar dan film porno terlihat mencolok di setiap halaman Google. Hampir sebagian besar, setidaknya pada lima halaman pertama, keterangan mengenai anak smp selalu mengarah ke pornografi, mulai dari cerita anak smp melakukan hubungan seksual hingga video anak smp porno yang diunggah ke internet.

Apa yang tampil di halaman google seolah mempresentasikan bahwa anak SMP adalah objek pornografi dan komoditas yang laku diperjualbelikan. Dari link-link yang muncul, anak smp identik sekali dengan bisnis esek-esek di internet yang dilakukan oleh orang dewasa.

Karena itu sebagai blogger Bekasi yang aktif di dunia maya, saya merespon positif ajakan untuk mengkampanyekan anak smp bersih di internet. Anak SMP adalah anak-anak yang sedang tumbuh dan berkembang menjadi remaja atau dalam bahasa gaulnya anak baru gede (ABG). Sebagai ABG tentu saja mereka harus dilindungi oleh orang-orang yang sudah dewasa. Salah satunya adalah memberikan citra postif bahwa anak smp tidaklah seburuk seperti yang muncul di internet.

Banyak sekali anak-anak SMP yang berprestasi di berbagai bidang, baik pendidikan, seni musik hingga olah raga. Di Bekasi saja banyak atlit yang memulai karirnya dari anak SD atau anak SMP hingga ke jenjang internasional. Sebut saja pecatur Susanto Megaranto dan Irene Sukandar yang sudah malang melintang di dunia catur ketika masih menjadi anak SMP.

Dalam ajang seni, kita bisa melihat penampilan luar biasa Putri Ayu di acara Indonesia Mencari Bakat. Padahal ia masih berstatus anak SMP. Sementara di bidang ilmu pengetahuan, banyak uara olimpiade ilmu pengetahuan yang kemampuannya sudah diasah sejak menjadi anak SMP.

Contoh di atas hanya sebagian kecil gambaran bahwa anak smp tidak identik dengan situs porno. Anak SMP bukanlah objek yang dijadikan komoditas dalam perdagangan seks. Anak SMP adalah anak-anak yang sedang tumbuh dan berkembang menuju remaja dan kedewasaan. Jangan racuni mereka dengan hal-hal yang negatif. Dukung gerakan SEO positif.

30.8.10

Indahnya Berbuka Puasa Bersama Blogger Bekasi

Sebagai bagian dari rangkaian acara ulang tahun pertama Komunitas Blogger Bekasi (Be-Blog), pada tanggal 29 Agustus 2010 diselenggarakan acara berbuka puasa bersama bertempat di Dusun 1 Desa Jatimulya Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Acara buka puasa bersama yang diselenggarakan Be-Blog ini terkesan istimewa karena tidak hanya dihadiri para blogger atau onliner lainnya, seperti yang umumnya dilakukan komunitas blogger, tetapi juga dilakukan bersama-sama dengan anak-anak yatim dan dhuafa rumah baca Mutiara Mandiri pimpinan Pak Toni. Tempat berbuka puasa pun bukan di rumah makan, tetapi kantor Rukun Warga (RW) dan jalanan menuju Desa Jatimulya.

Dipilihnya rumah baca Mutira Mandiri sendiri tidak terlepas dari kegiatan yang dilaksanakan rumah baca tersebut dalam ikut serta membantu mencerdaskan anak bangsa, khususnya anak yatim dan dhuafa, melalui pemberian pendidikan tambahan dan penyampaian informasi secara sukarela kepada sekitar 180-an anak usia TK dan SD.

Atas kesadaran sendiri para pengelola dan “guru” di rumah baca memberikan pendidikan tambahan bagi anak-anak yatim dan dhuafa warga desa Jatimulya. Apa yang mereka jalankan tentu saja sejalan dengan misi Be-Blog yang ingin berbagi pengetahuan dan informasi serta pengalaman yang dimiliki baik online maupun offline. Hal ini juga sejalan dengan ajaran agama Islam yang menyatakan bahwa salah satu amal jariah yang dihitung adalah ilmu yang dibagikan.

Dengan tema “Bergembira dan ceria bersama anak-anak”, kegiatan buka puasa bersama kali ini diisi dengan beragam hiburan seperti kasidahan dan sulap, pembagian buku tulis dan bacaan, santunan kepada anak yatim dan bantuan pendanaan pengelolaan rumah baca.

Sekitar pukul setengah empat sore sebanyak 250-an undangan sudah hadir dan memenuhi tempat yang disediakan. Sesuai tema, maka undangan yang hadir sebagian besar adalah anak-anak usia sekolah taman kanak-kanak dan sekolah dasar. Kehadiran mereka dengan seragam oranye dan kehadiran para ibu anak-anak tersebut pertemuan begitu meriah dan semarak.

Tepat pukul empat acara pun dimulai dengan acara hiburan menjelang berbuka. Bertindak sebagai pembawa acara adalah koordinator kegiatan acara ini dan juga motor gerakan Sejuta Buku Anak Indonesia (SeBUAI) Adyanti Rahmarina dan guru rumah baca Mutiara Mandiri Heri Sugianto.




Acara diawali dengan penampilan kasidah remaja putri majelis taklim RW 01 pimpinan ibu Yani, yang juga “guru” di rumah baca Mutiara Mandiri. Dengan cukup apik dan kompak mereka melantunkan beberapa tembang kasidahan.

Tidak mau ketinggalan dengan remaja putri majelis taklim, anak-anak rumah baca Mutiara Mandiri kemudian menampilkan kebolehannya berpuisi dan melantunkan beberapa buah tembang diiringi Kelompok Pengamen Jalanan (KPJ) Bekasi.


Usai penampilan anak-anak berpuisi dan bernyanyi, acara semakin meriah dengan penampilan sulap dari Mr. Huda yang menampilkan sulap-sulap klasik seperti merubah tongkat menjadi bunga, bola pingpong, tali yang sambung menyambung dan sebagainya. Dengan gaya interaktif, Mr. Huda juga mengajak anak-anak untuk naik dan berani berdiri di atas panggung untuk ikutan bermain sulap.

Dengan beragam acara yang menarik dan meriah, tak terasa waktu menjelang berbuka pun semakin mendekat. Untuk itu acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat-ayat suci al-quran dan pembagian buku tulis dan bacaan kepada semua anak-anak anggota taman baca Mutiara Mandiri dan pembagian santunan kepada beberapa anak yatim dan piatu.

Alhamdullilah semua kegiatan buka puasa bersama dan beramal be-Blog bisa terlaksana dengan lancar. Ucapan terima kasih kami haturkan kepada seluruh donator yang telah memberikan sumbangan, baik dana, konsumsi, tenaga maupun doa. Semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT dan diberikan pahala yang setimpal.

17.8.10

Setahun Be-Blog, Setahun Semangat Kemerdekaan


Pada tanggal 17 Agustus 2010 ini tepat setahun usia Be-Blog. Jika diibaratkan sebagai seorang manusia, maka Be-Blog adalah seorang bayi yang baru saja belajar berjalan, tertatih-tatih dan kadang terjatuh. Masih hangat dalam ingatan saya ketika kami (saya, Yulyanto, Wijaya Kusumah, Rawi Wahyudiono dan Irfan Zj) bertemu di rest area KM-19 untuk membicarakan embrio Komunitas Blogger Bekasi dan urunan untuk membeli domain dan menyewa hosting yang akan dijadikan tempat nongkrong blogger Bekasi di ranah maya.

Dari KM-19 pula dilakukan pembagian tugas kepengurusan sesuai kompetensi masing-masing, dimana saya kemudian dipercaya sebagai ketua, Wijaya Kusumah sebagai penasehat, Yulyanto Sebagai Sekretais, Rawi Wahyudiono sebagai Humas dan Irfan sebagai Admin. Tidak lupa pula kami mengontak Eko Sutrisno dan Amril Taufiq Gobel, yang awalnya akan datang ke pertemuan tapi kemudian berhalangan, untuk menjadi pengurus. Eko Sutrisno yang saat itu menjabat sebagai Komisaris di Blogger Cikarang didapuk sebagai wakil ketua dan Amril Taufiq Gobel sebagai penasehat mendampingi Wijaya Kusumah alias Om Jay.

Setelah ada kepengurusan dan semua persiapan tuntas dilakukan, maka Komunitas Blogger Bekasi diluncurkan pada tanggal 17 Agustus 2009 dalam suatu acara sederhana di Food Court Center Bekasi Cyber Park (BCP). Hadir antara lain saya dan keluarga, Eko Sutrisno dan putranya, Amril Taufik Gobel dan putranya, Om Jay, Yulyanto dan putranya, Abi Hasantoso dan putranya. Sementara Rawi Wahyudiono dan Irfan Zj berhalangan hadir. Sebagai tampilan awal situs Be-Blog adalah themes dua kolom bertema merah putih yang mencerminkan semangat kemerdekaan. Adapun tagline yang disepakati adalah “Menembus Tapal Batas”, suatu tagline visioner yang mencerminkan keinginan para blogger Bekasi untuk go internasional, melepaskan diri dari segala sekat yang ada disekelilingnya.

Setelah acara peluncuran Be-Blog di dunia maya, yang kemudian dijadikan sebagai hari lahir, berbagai pertemuan pun kemudian digelar, termasuk buka puasa bersama, untuk mempersiapkan acara pengenalan Be-Blog ke masyarakat luas. Disini kemudian bergabung teman-teman blogger Bekasi lainnya dalam kepanitiaan seperti Syaifudin Sayuti, Ajengkol, Dodi Mulyana, Ratu Sya, Devy, Nini, Rizky,Yolanda dan Masim Sugianto yang bersama-sama berupaya menyukseskan acara pengenalan Be-Blog.

Dari kiri: Marsekal Muda (Purn) Prayitno Ramelan, Marsekal (Purn) Chappy Hakim (Mantan KSAU), Walikota Bekasi Mochtar Mohammad dan Ketua BeBlog Aris Heru Utomo saat grand launching beBlog 17 Oktober 2009

Dengan semangat kerjasama dan kebersamaan yang tinggi, acara pengenalanan Be-Blog ke masyarakat luas berlangsung pada tanggal 17 Oktober 2009 di teras BCP. Acara berlangsung dengan sangat sukses. Sekitar 150 blogger dari Bekasi dan wakil komunitas blogger dari berbagai daerah hadir dalam acara ini. Hadir pula blogger dan penulis kondang seperti Chappy Hakim (Mantan KSAU), Taufik Miharja dan Pepih Nugraha (Kompas.com), Budi Putra (Country Manager Yahoo), Antyo Rentjoko, Prayitno Ramelan dan Linda Djalil (Kompasiana). Dan yang tidak kalah dahsyatnya adalah kehadiran Walikota Bekasi Mochtar Mohammad, yang tidak hanya hadir tetapi juga memberikan hadiah uang tunai untuk lomba menulis dan foto yang diselenggarakan Be-Blog.

Sejak acara tersebut berbagai kegiatan pun terus dilakukan dengan penuh semangat antara lain dua kali pelatihan ngeblog atau blogshop di STMIK Bani Saleh dan Unisma serta ditandatanganinya MOU dengan Telkom yang mendukung penuh pelaksanaan kegiatan Be-Blog.

Puncak pencapaian kegiatan Be-Blog pada tahun pertama ini adalah gelaran Amprokan Blogger 2010 yang layak dibanggakan. Kegiatan ini dapat dikatakan merupakan pertemuan blogger terbesar di Indonesia yang dielenggarakan suatu komunitas blogger karena dihadiri sekitar 300 orang blogger dari berbagai daerah, mulai dari Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan hingga Sulawesi. Selama dua hari blogger yang hadir dimanjakan dengan kegiatan yang bermanfaat bagi pemahaman mereka tentang Bekasi dan pengelolaan lingkungan serta e-governance.

Ya selama dua hari para blogger diajak melihat beberapa sudut kota dan kabupaten Bekasi seperti Bantar Gebang dan kawasan Jababeka serta berdiskus dengan Budi Putra, Nukman Lutfie dan wakil Pemkab Sragen menyangkut e-governance. Semuanya diikuti para blogger tanpa dipungut biaya apapun alias gratis, bahkan blogger dari luar Bekasi mendapatkan penginapan dan penggantian uang transportasi. Dari Amprokan Blogger ini muncul nama-nama baru di kepanitiaan seperti Komar Ibnu Mikam, Anggi Kusumah, Harun Al Rasyid, Mira Ayank, Irma Senja, Mila, Yulef dan Ibnu Susilo.

Kegiatan berikutnya yang juga layak dicatat tebal adalah keberhasilan merespon tawaran Kementerian Luar Negeri RI dalam menyelenggarakan seminar mengenai ASEAN. Selain sukses dalam hal penyelenggaraan, kegiatan ini juga sukses secara substansi dimana Be-Blog ikut menggulirkan gagasan pembentukan Komunitas Blogger ASEAN.

Selain acara-acara diatas yang terkesan serius, sebenarnya BeBlog juga melakukan kegiatan yang sifatnya lebih santai seperti karaokean bersama. Setidaknya dua kali kegiatan karaokean bersama telah dilakukan dan terlihat bakat-bakat menyanyi luar biasa dari BeBloggers yang tidak kalah hebatnya dengan penyanyi sungguhan. Tidak heran jika komunitas blogger lain takut untuk menantang lomba nyanyi (lirik Dodi).
Nggak ada loe nggak Rame

Segala pencapaian di atas, tanpa bermaksud menyombongkan diri, patut disyukuri bersama. Betapa pun pencapaian ini tidak terlepas dari kerja kleras dan kerjasama semua anggota Be-Blog. Namun meski berhasil menyelenggarakan berbagai kegiatan spektakuler di tahun pertamanya, harus diakui Be-Blog belum begitu kuat untuk mewujudkan visinya menembus tapal batas. Seperti lazimnya suatu organisasi, selalu saja terdapat dinamika internal dan tantangan yang mesti dihadapi, yang jika tidak dikelola dengan hati-hati bisa memunculkan kesalahpahaman.

Tantangan utamanya adalah bagaimana memelihara semangat dan sense of belonging anggota komunitas agar berbagai program kegiatan yang direncanakan Be-Blog dapat diimplementasikan secara dinamis, baik online maupun offline. Beragamnya latar belakang pendidikan dan pekerjaan anggota Be-Blog , seperti murid SMU, Mahasiswa, Pegawai, Pengusaha, ibu rumah tangga dan sebagainya, menjadikan beragam pula sikap dan perilaku dalam merespon permasalahan yang mengemuka.

Tingginya kesibukan dan urusan personal para pengurus Be-Blog dan anggotanya mengakibatkan tingginya frekuensi keluar masuk personil dalam setiap kegiatan komunitas. Saya sendiri pernah sekali absen ketika penyelenggaraan blogshop di STMIK Bani Saleh bulan Nopember 2009, saat itu selama sebulan saya mendapat penugasan kantor ke Belanda.

Kondisi fisik pun bisa menjadi masalah ketika banyak anggota jatuh sakit bersamaan waktunya dengan persiapan dan pelaksanaan kegiatan. Karenanya kita selalu mendoakan agar kita semua selalu diberikan kesehatan oleh Allah SWT. Seperti kata pepatah: mensana in corpora sano (di dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang sehat). Dan keberhasilan kegiatan komunitas akan dapat diraih tergantung pada komitmen dan kesiapan para anggotanya untuk dapat saling berbagi dan bekerjasama serta tentu saja berkat badan yang sehat.

Akhirnya sebagai ketua Be-Blog tentu saja saya berharap agar semangat tinggi untuk saling berbagi dan bekerjasama yang telah ada selama ini kiranya dapat dipupuk, dipelihara dan ditumbuhkembangkan untuk kepentingan bersama. Be-Blog bukanlah milik saya atau pengurus lainnya, tapi milik bersama para blogger Bekasi yang dikelola secara gotong royong. Maju mundurnya komunitas berada di tangan kita semua blogger Bekasi dan teman-teman be-Blog. Untuk itu ramaikan aktifitas komunitas dengan postingan yang bermanfaat tentang Bekasi ataupun berbagai isu lainnya serta melakukan kegiatan offline lainnya. Kita jadikan bloggerbekasi.com sebagai landmark Bekasi di dunia maya dan wadah berkumpulnya blogger Bekasi dan teman-temannya di dunia nyata.

Setahun usia Be-Blog, setahun pula kebersamaan kita lalui dengan dinamikanya. Saat ini saya dan beberapa teman yang menjalankan kepengurusan Be-Blog, ke depan giliran anda. Untuk itu, tanpa kerjasama dan semangat berbagi, tujuan bersama untuk dapat menembus tapal batas lewat blog mustahil tercapai. Tanpa kerjasama dan semangat berbagi, Be-Blog akan tetap berada di landasan ketika berbagai komunitas lainnya justru telah terbang tinggi.

Salam Be-Blog dan selamat milad pertama, sukses selalu unuk kita semua. Merdeka !!!

19.7.10

Kopdar Jalan Raya ala Blogger Bekasi

Minggu 18 Juli 2010, sekitar jam 04.00, Mas Kribo dari Genada Sound System sudah menelpon saya bahwa ia sudah tiba di lokasi senam aerobik dan menanyakan dimana akan diletakkan speaker untuk senam. Dengan mata masih terkantuk-kantuk, saya bilang agar speaker-speaker tersebut di letakkan di trotoar saja. Kita akan senam di jalan raya, sehingga lebih pas jika speaker di pasang di trotoar dibanding di halaman gedung.

Mas Kribo ini (saya tidak tahu nama aslinya karena ketika ditanya dia hanya bilang panggil saja Kribo) adalah anak buah Pak Eko Petruk (lagi-lagi saya belum tahu nama aslinya) pemilik Genada Sound System yang berlokasi di Rawa Lumbu yang membantu menyewakan perangkat sound system dan mencari instruktur senam aerobik.

Setelah subuhan dan urusan pagi hari selesai, maka sekitar sekitar jam 05.45 saya dan keluarga meluncur ke lokasi Car Free Day (CFD) di jalan Ahmad Yani, Bekasi. Baru saja berada di dekat Bekasi Central Park, masuk pesan BBM dari Mas Eko Eshape “Mas Aris sudah dimana? Saya dan mas Amril lagi bayar tol nich”. “Saya sudah di depan BCP mas, kita ketemu di lokasi ya”, jawab saya.

Tidak lama kemudian saya pun tiba di lokasi. Jalanan masih terlihat lengang, belum banyak yang memulai aktivitas berolah raga. Saya lihat Mas Rawi (Ketua Panitia HUT ke-1 be-Blog) sudah berdiri di depan kantor tempat lokasi senam. Tak lama berselang datang Om Jay beserta putrinya Intan. Kali ini Om Jay tidak mengenakan peci kebesarannya, sehingga sempat membuat Kiki, anak saya, sedikit pangling, “Ayah, itu Om Jay ya … kok beda sich?”.

Menyusul kedatangan Om Jay, tiba Mas Eko Eshape dan Mas Amril beserta putranya, Rizky. “wah pas nich tempatnya disini, kalau ditempat semula di depan kantor walikota, suara speaker kita akan kalah dengan bunyi speaker acara HUT Koperasi”, ujar Mas Eko. “iya mas, ini blessing in disguise dari tidak jalannya Plan A. Sebenarnya kita rencanakan tempat senam di depan pemkot. Tapi sampai H-2 pegawai pemkot yang dimintakan bantuan tidak memberikan tanggap dan tidak bisa dihubungi sama sekali” ujar saya mencoba menjelaskan. “Sementara Coca Cola yang semula mau kasih pinjaman sound system, batal karena tidak ada surat pemberitahuan dari Pemkot. Pihak Coca Cola khawatir acara CFD akan sepi seperti waktu tanggal 20 Juni 2010” saya mencoba memberikan tambahan penjelasan.

Mendengar omongan saya, Mas Eko dan Mas Amril cuma senyum-senyum saja seolah mau bilang “yach orang Pemkot kan emang begitu. Gak bisa dipegang omongannya. Bilangnya gak ada acara lain ternyata ada acara HUT Koperasi. Untung be-Blog bukan “the A Team” yang gak punya Plan lain”.

Sambil menunggu para peserta senam lainnya, kami pun kemudian memanfaat waktu untuk berbincang dan bermain bola. Tak lama kemudian datang rombongan Ibote dengan kaos seragamnya yang keren. Waktu sudah menunjukkan pukul 06.50 namun belum banyak yang berkumpul di lokasi. Mungkin mereka menunggu di depan kantor walikota seperti pengumuman di internet.

Tak ada akar rotan pun jadi, belum banyak yang berkumpul yang ada pun jadi. Maka begitu alunan musik pengiring senam diperdengarkan, lewat pengeras suara, instruktur senam Mbak Dini langsung mengundang para peserta yang mungkin masih berada di tempat lain dan para pejalan kaki untuk bersenam aerobik bersama. Hasilnya banyak yang kemudian ikut bergabung, sehingga sesuai rencana tepat pukul 07.00 senam pun di mulai.

Diawali dengan senam peregangan kemudian dilanjutkan dengan senam pernafasan, para peserta senam aerobik pun kemudian diajak untuk bergoyang menggerakkan badan. Tak pelak lagi keringat pun bercucuran dan badan terasa lebih segar.

Usai bersenam pagi, sebagian ada yang langsung menyantap bubur mie jawara yang lezat. Yang meski agak datang terlambat tapi disambut antusias oleh para peserta yang sudah agak lapar, maklum banyak yang belum sarapan.

Sementara itu, sesuai tradisi blogger, kesempatan ini juga digunakan untuk berfoto ria di jalan raya. Lihat latar belakangnya gedung yang ada kincir anginnya, sepertinya para blogger Bekasi sedang kopdaran di Belanda.

Usai berfoto-foto, sebagian bermain bola di jalan raya. Wuah pokoknya gak ada capeknya dech. Padahal senam aerobik selama 1 jam sudah cukup menguras tenaga.



Alhamdulliah kegiatan pertama Ultah ke-1 Be-Blog yang digelar teman-teman blogger Bekasi telah berjalan dengan baik. Semua peserta, baik blogger maupun non-blogger, tersenyum riang dan pulang dengan badan segar. Kegiatan kopi darat ini mungkin bisa dicatat sebagai kopdaran unik pertama yang dilakukan di tengah jalan raya. Kegiatan ini juga sekaligus bisa menghapus kesan bahwa kopdaran sebuah Komunitas Blogger tidak harus selalu dilakukan di mall, restoran atau cafe, di jalan raya pun OK.

12.6.10

Solo dan Warisan Budaya Jawa

Solo atau Surakarta di sebelah mananya Yogyakarta? Begitu umumnya pertanyaan yang muncul ketika berbicara tentang Solo. Begitu pun ketika berbicara tentang budaya Jawa, banyak orang yang lebih menengok Yogyakarta dibanding Solo. Bagi orang Jawa, pertanyaan tersebut sepertinya terdengar aneh, namun tidak bagi masyarakat di luar Jawa dan orang asing. Bagi mereka Yogyakarta lebih beken dibanding Solo.

Dalam konteks ini lah upaya Komunitas Blogger Bengawan Solo untuk menyelenggarakan Sharing Online Lan Offline (SOLO) pada tanggal 4-5 Juni 2010 patut diapresiasi sebagai upaya untuk lebih memperkenalkan Solo dan segala potensi yang dimilikinya. Melalui acara yang dikemas secara santai, blogger Solo memperkenalkan kotanya lewat kunjungan ke kampung batik, susur sungai Bengawan Solo dan tak ketinggalan pertunjukan musik keroncong.

Dari perbicangan selama mengikuti kegiatan SOLO, diketahui bahwa alasan dipilihnya batik sebagai jendela untuk mengintip kota Solo tidak terlepas dari upaya membranding Solo sebagai kota batik dan kota yang mewarisi nilai-nilai budaya Jawa (the spirit of Java). Bahkan untuk membranding Solo sebagai kota batik, Walikota Solo Joko Widodo saat bertemu dengan para blogger menyampaikan bahwa setiap tahunnya di Solo digelar Solo Batik Carnival yang pada tahun ini akan dilaksanakan pada tanggal 23 Juni 2010. Pada kegiatan karnaval yang dilakukan di jalan-jalan utama kota Solo, akan ditampilkan lebih dari 350 orang peserta yang berpakain batik dengan desain khusus. Dan tahun ini kegiatan tersebut menjadi lebih istimewa karena bersamaan dengan Solo sebagai tuan rumah APMCHUD (Asia Pacific Minister`s Conference on Housing and Urban Development) yang akan dihadiri ratusan delegasi dari berbagai negara di Asia Pasifik.

Pilihan batik dan warisan semangat budaya Jawa sebagai langkah branding kota Solo tentu saja tidak keliru, karena bagaimanapun bagi masyarakat Solo, batik dan budaya Jawa merupakan dua hal yang tak terpisahkan. Sudah sejak lama masyarakat Solo mengenakan batik, baik dalam acara-acara di keraton maupun dalam kehidupan sehari-hari. Di samping itu, di Solo pula kita dapat menemukan jejak-jejak sejarah kekuasaan dan kebudayaan Jawa.

Melongok sejenak sejarah kota Solo, maka kita akan mendapatkan bahwa kota Solo didirikan pada masa Kesultanan Mataram tahun 1745 di desa Sala di tepi Bengawan Solo dan pernah menjadi pusat pemerintahan pada masa akhir Kesultanan tersebut. Ketika pada akhirnya Mataram pecah, Solo kemudian menjadi pusat pemerintahan Kasunanan Surakarta dan Praja Mangkunegaraan.

Dalam perkembangannya, kedua kraton Solo pewaris sejarah Jawa ini memang kalah pamor dibandingkan dengan Kesultanan Yogyakarta dibawah kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono. Namun demikian peran Solo sebagai salah satu pewaris nilai-nilai budaya Jawa tetaplah penting. Berbagai bangunan bersejarah, produk kesenian, dan makanan khas masih dapat dijumpai di Solo, salah satunya adalah Kampung Batik Laweyan.

Kampung Batik Laweyan merupakan kawasan sentra batik di Kota Solo yang menurut sejarahnya sudah ada sejak jaman kerajaan Pajang tahun 1546. Dalam sejarah perkembangannya, ketika Solo menjadi kota dagang penting, pernah berdiri Syarikat Dagang Islam pada tahun 1905. Karenanya pula tidak mengherankan jika di kampung batik Laweyan ini sangat terasa nuansa Islaminya. Hal ini antara lain terlihat dari keberadaan Masjid Laweyan yang dibangun pada tahun 1546 oleh pemiliknya Kyai Ageng Beluk guna menunjang dakwahnya.

Melongok kawasan kampung batik ini, kita akan melihat suatu kawasan yang didesain dengan konsep terpadu, tempat ratusan pengerajin batik membuat dan menjual berbagai motif batik seperti Tirto Tejo dan Truntum dengan harga yang bervariasi. Disini para blogger diajak mengelilingi gang-gang sempit perumahan penduduk yang berpagar tembok tinggi. Mengingat sejarahnya dan arti penting kawasan ini, Pemerintah Kota Solo pun sudah sejak lama melindungi bangunan yang memiliki kekayaan arsitektur Jawa kuno dan membina kelangsungan industri kerajinan batik di kawasan ini, serta menjadikannya sebagai kawasan wisata sejarah.

Sementara itu melalui kegiatan susur Bengawan Solo para blogger diajak melihat langsung kondisi lingkungan sungai Bengawan Solo yang legendaris sambil diajak memahami nilai-nilai sejarah yang melekat dengan sungai ini. Di tepi sungai inilah pertama kali didirikan bangunan Kesultanan Mataram, pendahulu Kasunanan Surakarta dan Praja Mangkunegaraan.

Secara keseluruhan acara berlangsung apik dan berhasil untuk memperkenalkan salah satu bagian kota Solo. Namun tentu saja waktu 1-2 hari belum cukup untuk menjawab keingintahuan para blogger tentang Solo dan memahami nilai-nilai yang terkandung dalam the Spirit of Java. Semoga pada acara berikutnya bisa ditampilkan sisi Solo yang lainnya.

Menutup kegiatan, para blogger peserta Sharing Online Lan Offline dimanjakan alunan musik keroncong, dimana salah seorang cucu Alm. Gesang menjadi penyanyinya. Tanpa basa basi para blogger langsung dibawa ke alam bawah sadar lewat tembang Bengawan Solo di nomor pembuka dan selanjutnya mengalir sampai jauh ...

Bengawan Solo
Riwayatmu ini
Sedari dulu jadi
Perhatian insani

Musim kemarau
Tak seberapa airmu
Di musim hujan, air
meluap sampai jauh

Mata airmu dari Solo
Terkurung Gunung Seribu
Air mengalir sampai jauh
Akhirnya ke laut

Itu perahu
Riwayatmu dulu
Kaum pedagang selalu
Naik itu perahu

8.6.10

Tips Menggugat Penipuan Berkedok Hadiah Kompor Listrik AOWA

Dalam postingan-postingan terdahulu saya pernah bercerita tentang pengalaman istri tertipu penjualan barang dengan iming-iming hadiah kompor listrik AOWA di Mall Lippo Cikarang, Februari 2009. Lebih dari setahun setelah kejadian tersebut, ternyata modus penjualan dengan iming-iming gratis kompor listrik atau barang elektronik lainnya masih tetap berlangsung seperti yang saya lihat di Cibubur Junction 28 Mei 2010.

Mudah ditebak, banyak orang yang kemudian menjadi korban. Sebagian besar korban lebih memilih diam atau bersikap pasrah karena takut malu atau tidak tahu harus berbuat apa. Hanya sebagian kecil mencoba melapor ke polisi, lembaga konsumen atau lembaga berwenang lainnya. Saya sendiri banyak menerima laporan lewat email dan permintaan saran guna menyelesaikan kasus serupa.


Sebagian besar email yang masuk saya jawab dan saya berikan saran-saran yang diminta. Tapi mohon maaf ternyata ada juga email yang tidak sempat terjawab karena kesibukkan atau terlewat tanpa sengaja. Untuk itu, agar membantu memudahkan anda yang kadung terpedaya kasus serupa, saya mencoba membuat tip yang semoga membantu menyelesaikan masalah, sebagai berikut:

1. Jika anda merasa terpedaya sesaat setelah transaksi jual beli terjadi, sebaiknya segera mintakan pembatalan transaksi jual beli tersebut.

Pada tahapan ini penjual berdalih dan bersikukuh bahwa transaksi jual beli sah karena dilakukan tanpa tekanan sehingga tidak dapat dibatalkan. Penjual kemungkinan hanya menawarkan penukaran barang jika barang yang dibeli ternyata ada kerusakan.

2. Jika pembatalan transaksi jual beli tidak berhasil, bawa barang-barang yang sudah anda bayar. Jangan tinggalkan begitu saja, bisa-bisa anda rugi dua kali.

3. Segera lapor ke pihak berwajib terdekat dengan kejadian seperti kantor polisi. Anda juga dapat melapor ke lembaga konsumen untuk mendapatkan dukungan jika diperlukan.

4. Laporkan peristiwa yang terjadi ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) terdekat. Biasanya setiap provinsi memiliki kantor BPSK. Untuk Jakarta, pelaporan bisa dilakukan ke BPSK Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di Jl. Raya Kalimalang Kav. Agraria Blok E No. 5, Jakarta Timur 13940, No. Telp. 02126865368.

5. Buat berita acara kronologis di BPSK dan mengikuti proses mediasi. Buat laporan kronologis sedetail mungkin dan lampirkan bukti-bukti transaksi.

6. Berdasarkan laporan yang dimuat dalam berita acara tersebut, BPSK akan memanggil pihak penjual untuk dipertemukan dengan pembeli (korban) dalam suatu proses mediasi yang dipimpin 3 orang hakim (masing-masing mewakili konsumen, produsen/penjual dan pemerintah/Kementerian Perdagangan). Masing-masing pihak diminta untuk menyampaikan permasalahan yang terjadi dan memberikan penjelasan. Siapkan jawaban anda dan perlihatkan bahwa memang ada unsur yang memperdayakan anda sehingga tanpa sadar anda terbuai dan akhirnya melakukan transaksi. Proses di BPSK ini biasanya berlangsung sekitar 3-4 minggu (2 pertemuan). Siapkan mental dan waktu untuk bolak-balik ke BPSK.

7. Jika proses mediasi gagal, tahapan selanjutnya adalah proses peradilan arbitrasi yang kembali dipimpin oleh 3 orang hakim BPSK. Sama seperti proses mediasi, pada tahapan ini para pihak (korban sebagai penggugat dan penjual sebagai tergugat) dimintakan penjelasannya. Setelah mendengarkan penjelasan dan alasan dari masing-masing pihak, majelis hakim akan memutuskan berdasarkan ketentuan perundangan yang berlaku seperti UU Perlindungan Konsumen. Proses ini pun akan berlangsung sekitar 3-4 Minggu. Lagi-lagi dalam proses ini siapkan mental dan waktu anda untuk bolak-balik ke BPSK.

8. Setelah Majelis Hakim BPSK mengeluarkan keputusan, para pihak diberikan kesempatan selama 14 hari untuk memutuskan menerima atau menolak putusan tersebut. Dalam tahapan ini sebaiknya pelajari baik-baik ammar putusan majelis Hakim BPSK, termasuk batas waktu untuk menerima atau menolak putusan.

9. Jika menolak putusan BPSK (dalam kasus yang kami alami, AOWA menolak putusan hakim BPSK yang menyatakan AOWA bersalah), proses berlanjut ke Pengadilan Negeri (PN). Di PN ini proses kembali dari awal yaitu mediasi yang dipimpin oleh seorang mediator (biasanya salah seorang hakim di PN). Jika proses mediasi gagal, dilanjutkan dengan peradilan perdata. Proses di PN bisa berlangsung lebih lama karena harus mendengarkan penjelasan saksi-saksi dari kedua belah pihak. Siapkan mental dan waktu anda untuk berperkara di PN. Jika di BPSK yang menjadi penggugat adalah si pembeli (korban), maka di PN si pembeli malah menjadi tergugat karena penggugatnya adalah si penjual yang tidak menerima putusan pembatalan transaksi jual beli.

10. Mengingat apa yang saya tulis di blog ini bersifat terbuka, maka akan sangat mungkin tulisan saya dibaca pula oleh para calon pelaku penjualan yang mengiming-imingi hadiah gratis kompor dan lain sebagainya. Untuk saya sarankan agar anda dapat lebih mempersiapkan diri dalam beragumentasi dalam persidangan. Beberapa hal yang bisa anda lakukan adalah mempelajari UU Perlindungan Konsumen dengan seksama, mengupayakan kehadiran para saksi korban lainnya dan saksi ahli dari Kementerian Perdagangan.

11. Berdoa dan mohon petunjuk Allah SWT agar semua proses diberikan kemudahan serta berjalan lancar.

Tulisan terkait lainnya:
Hati-hati Penipuan Di BalikPromosi AOWA
Hati-hati Penipuan Jual Kompor AOWA di Cibubur Junction
Pengalaman Menghadapi AOWA di BPSK dan PN