Showing posts with label Lain-lain. Show all posts
Showing posts with label Lain-lain. Show all posts
26.12.11
11.7.11
Pilot Bas DiCaprio
Dulu ketika kanak-kanak, hampir semua teman saya kalau ditanya cita-citanya pasti menjwab ingin menjadi dokter , pilot atau insinyur. Ketiga profesi ini menjadi pilihan utama saat itu karena tugas-tugasnya terlihat jelas secara kasat mata. Dokter dengan seragam putih-putih dan stestokop menggelantung di leher atau kantung baju terlihat gagah dan siap membantu orang-orang yang sakit. Insinyur terlihat gagah dengan topi proyek dan bisa membangung gedung, jembatan atau membuat kendaraan seperti mobil dan pesawat terbang. Sementara pilot selain gagah dengan seragamnya, juga memiliki keempatan luas untk berkeliling daerah bahkan dunia serta dikeliling pramugari-pramugari yang cantik.
Dari sekian banyak teman-teman masa kanak-kanak saya, banyak yang berhasil mewujudkan cita-citanya. Ada yang jadi dokter, insinyur dan juga pilot, salah satunya adalah Bas yang menjadi pilot pesawat sewaan. Sejak SMA, teman saya itu memang bercita-cita ingin menjadi pilot biar bisa jalan-jalan dan dikelilingi cewek-cewek cantik. Walau tampangnya tidak seganteng Leonardo DiCaprio dalam film Catch Me If You Can, tapi Bas ini cukup pintar di sekolah (hahahaha sorry Bas). Saya tidak tahu sejak kapan Bas berhasil masuk tes penerbang dan menjadi pilot. Karena sejak lulus SMA kami menempuh jalan masing-masing dan baru bertemu ketika reuni SMA tahun 2009. Bas ini merupakan salah satu yang aktif menghubungi teman-teman yang sudah berpencar ke seluruh penjuru dunia. Saya juga tidak tahu dari mana dia dapat nomor telepon genggam saya.
Sejak reuni SMA itu saya jadi tahu kalau Bas ini jadi seorang pilot dan sering melanglang ke berbagai daerah dan dunia. Setiap kali melakukan perjalanan, ia selalu berbagai cerita dan tentu saja foto-foto dimana dia berada, termasuk foto-foto dengan crew pesawat, tentu saja yang wanita. Salah satunya adalah foto saat ia sedang makan siang dalam postingan ini.
Melihat foto Bas sedang makan siangi, saya jadi teringat dengan lakon Leonardo Dicaprio dalam Catch Me If You Can. Dalam film tersebut DiCaprio yang berperan sebagai Frank Abagnale Jr yang dalam usia 19 tahun berhasil menggelapkan uang jutaan dollar dengan menyamar dalam berbagai profesi salah satunya adalah sebagai pilot Pan Am. Sebagai pilot, Frank Abagnale Jr. bukan saja berhasil mencairkan cek jutaan dollar tetapi juga dikerubungi para pramugari yang cantik-cantik.
Teman saya Bas tentu saja bukan Frank Abagnale Jr. yang menggelapkan uang jutaan dollar. Bas adalah teman yang baik. Yang selalu mengingatkan teman-temannya untuk tetap menjalin tali silaturahmi. Ia rajin mengirim dan meneruskan sms jika ada temannya yang mengadakan suatu acara atau bahkan saat mengalami musibah. Dan pada saat ada acara kumpul-kumpul, jika dia berada di Jakarta, ia pasti mengusahakan untuk hadir apalagi kalau ada wanita-wanita cantiknya hahahahaha ... peace Bas
Dikirim lewat BlackBerry® oleh pemilik blog http://arisheruutomo.com
Dari sekian banyak teman-teman masa kanak-kanak saya, banyak yang berhasil mewujudkan cita-citanya. Ada yang jadi dokter, insinyur dan juga pilot, salah satunya adalah Bas yang menjadi pilot pesawat sewaan. Sejak SMA, teman saya itu memang bercita-cita ingin menjadi pilot biar bisa jalan-jalan dan dikelilingi cewek-cewek cantik. Walau tampangnya tidak seganteng Leonardo DiCaprio dalam film Catch Me If You Can, tapi Bas ini cukup pintar di sekolah (hahahaha sorry Bas). Saya tidak tahu sejak kapan Bas berhasil masuk tes penerbang dan menjadi pilot. Karena sejak lulus SMA kami menempuh jalan masing-masing dan baru bertemu ketika reuni SMA tahun 2009. Bas ini merupakan salah satu yang aktif menghubungi teman-teman yang sudah berpencar ke seluruh penjuru dunia. Saya juga tidak tahu dari mana dia dapat nomor telepon genggam saya.
Sejak reuni SMA itu saya jadi tahu kalau Bas ini jadi seorang pilot dan sering melanglang ke berbagai daerah dan dunia. Setiap kali melakukan perjalanan, ia selalu berbagai cerita dan tentu saja foto-foto dimana dia berada, termasuk foto-foto dengan crew pesawat, tentu saja yang wanita. Salah satunya adalah foto saat ia sedang makan siang dalam postingan ini.
Melihat foto Bas sedang makan siangi, saya jadi teringat dengan lakon Leonardo Dicaprio dalam Catch Me If You Can. Dalam film tersebut DiCaprio yang berperan sebagai Frank Abagnale Jr yang dalam usia 19 tahun berhasil menggelapkan uang jutaan dollar dengan menyamar dalam berbagai profesi salah satunya adalah sebagai pilot Pan Am. Sebagai pilot, Frank Abagnale Jr. bukan saja berhasil mencairkan cek jutaan dollar tetapi juga dikerubungi para pramugari yang cantik-cantik.Teman saya Bas tentu saja bukan Frank Abagnale Jr. yang menggelapkan uang jutaan dollar. Bas adalah teman yang baik. Yang selalu mengingatkan teman-temannya untuk tetap menjalin tali silaturahmi. Ia rajin mengirim dan meneruskan sms jika ada temannya yang mengadakan suatu acara atau bahkan saat mengalami musibah. Dan pada saat ada acara kumpul-kumpul, jika dia berada di Jakarta, ia pasti mengusahakan untuk hadir apalagi kalau ada wanita-wanita cantiknya hahahahaha ... peace Bas
Dikirim lewat BlackBerry® oleh pemilik blog http://arisheruutomo.com
3.5.11
MetroTv: AS Pastikan Obama Tewas

Pasukan elit AS akhirnya berhasil membunuh Osama bin Laden di Abbotabad (100 km ibukota Pakistan, Islamabad).
Keberhasilan ini tentu saja disambut hangat oleh Presiden AS Barack Obama yang langsung mengumumkannya di televisi. "Keadilan telah terbayar" seru Obama merujuk pada dendam AS terhadap Osama bin Laden dan organisasi yang dipimpinnya, Al-Qaeda.
Selain oleh AS dan masyarakatnya, tewasnya Osama juga disambut hangat oleh warga dunia lainnya. Berbagai media, baik cetak maupun elektronik, ramai-ramai memberitakan tewasnya Osama, salah satunya adalah stasiun televisi MetroTv.
Sayangnya, saking semangatnya memberitakan tewasnya Osama dan berkejar-kejaran dengan stasiun tv lainnya, MetroTv melakukan kekeliruan dalam menuliskan nama Osama di layar kaca. Alih-alih menulis Osama, yang ditulis justru Obama. "AS Pastikan Obama tewas", begitu tertulis di headline Metrotv seperti terlihat pada foto di postingan ini. Ach ada-ada saja MetroTv, kecepatan bisa mengabaikan keakuratan.
dikirim lewat BlackBerry®. oleh pemilik blog keren di http://arisheruutomo.com
20.4.11
Tulisan di Blog Masuk Jurnal Ilmiah
“Ris, dua buah tulisanmu dimuat di Jurnal Luar Negeri Kementerian Luar Negeri Kementerian Luar Negeri yah”, tanya seorang rekan saya sambil menunjukkan dua buah jurnal yang terbit setiap 4 bulan sekali, dimana di kedua jurnal tersebut terdapat tulisan saya.“Iya, benar. Tahun 2010 lalu saya memang mengirimkan dua buah tulisan ke redaksi Jurnal Luar Negeri, tapi tidak dalam waktu yang bersamaan” ujar saya. “Alhamdullilah kedua tulisan yang berjudul Kualitas Kepemimpinan Indonesia di ASEAN dan resensi 60 tahun hubungan Indonesia-Rusia, dimuat dalam jurnal edisi Januari-April 2010 dan Mei-Agustus 2010, sementara untuk edisi September-Desember 2010 saya tidak mengirimkan”, tambah saya kemudian.
“Wah asyik dong, berarti dari 3 edisi Jurnal luar Negeri yang terbit pada tahun 2010, dua diantaranya memuat tulisanmu” tanya teman saya lebih lanjut.
“Benar sekali, dua buah tulisan saya tersebut memang berasal dari blog http://arisheruutomo.com dan http://arishu.blogspot.com. Hanya saja, sebelum mengirimkan ke redaksi Jurnal Luar Negeri, tulisan tersebut saya perbaiki sedikit agar lebih sesuai dengan bahasa jurnal” jawab saya segera.
“Terus terang saya tidak menduga kalau kedua tulisan saya dilirik oleh Redaksi Jurnal Luar Negeri . Sepengetahuan saya. jurnal yang diterbitkan oleh Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kemlu merupakan jurnal serius yang mengupas perkembangan politik dan hubungan luar negeri RI. Dan biasanya pula, tulisan yang dimuat di jurnal tersebut merupakan tulisan para pakar yang sudah dipresentasikan di forum-forum seminar atau diskusi, sehingga sudah teruji” saya mencoba memberikan penjelasan tambahan.
“Tulisan ringan saya seputar politik dan hubungan luar negeri memang sengaja dibuat ringan agar informasi yang disampaikan mudah dicerna para pembaca. Selain itu, dengan menempatkan tulisan kita di blog, kita bisa memperoleh masukan dan pertanyaan dari pengunjung, dimana semua itu bisa digunakan untuk memperkaya konten tulisan. Tidak berlebihan jika saya katakan bahwa blog merupakan suatu inkubator, tempat kita mengendapkan pemikiran-pemikiran dalam suatu tulisan sebelum nantinya disempurnakan menjadi sebuah tulisan yang lebih baik langit” tambah saya lagi.
“O gitu, baru tahu kalau blog bisa jadi inkubator tulisan. Keren banget mas, saya juga mau ngeblog ach” samber teman saya tersebut.
“Oke sip, selamat ngeblog ya. Saya mohon pamit, mau ambil honor tulisan” ujar saya seraya t menuju kantor Redaksi Jurnal Luar Negeri.
14.4.11
Stasiun Kranji Terendam
Tampaknya tidak perlu hujan berjam-jam untuk sekedar merendam halaman Stasiun Kranji dan menjadikannya sebuah genangan lebar. Lihat saja foto pada postingan ini, berkat hujan setengah jam saja, seluruh halaman stasiun terendam melebihi mata kaki orang dewasa. Saya mesti melepas sepatu dan menggulung celana panjang selutut agar bisa menuju jalan raya.Ach … kalau saja sistim pembuangan air berjalan baik dan halaman stasiun kereta dipergunakan untuk peruntukan yang semestinya, saya yakin air tidak akan mengendon atau kos di tempat tersebut.
Ach … kalau saja sistim pembuangan air berjalan baik dan halaman stasiun kereta dipergunakan untuk peruntukan yang semestinya, saya yakin air tidak akan mengendon atau kos di tempat tersebut.
Saya perhatikan, tidak ada saluran pembuangan di halaman stasiun. Kalaupun ada saluran air, mungkin tertutup sampah atau tidak berfungsi. Halaman stasiun pun tidak dipergunakan sebagaimana mestinya. Halaman yang harusnya untuk parkir kendaraan bermotor, malah digunakan para pedagang K5 untuk berjualan dengan mendirikan tenda/bangunan darurat. Akibatnya, halaman parkir berubah fungsi sebagai pasar.
Melihat kejadian ini saya akhirnya ikutan bersalah karena jadi menuduh banyak pihak tidak mampu melaksanakan tugasnya (meski tuduhan tersebut hanya di dalam hati). Saya menuduh Pemerintah Kota, khususnya dinas-dinas terkait seperti dinas kebersihan, lingkungan atau tata kota, tidak peduli dengan kebersihan dan pengawasan peruntukkan halaman stasiun. Padahal sebagai penerima Piala Adipura 2010, mestinya tidak ada cerita halaman stasiun Kranji terendam hanya karena saluran air tidak berfungsi.
Saya pun jadi menuduh PT KAI yang tidak becus mengelola halaman parkirnya dengan menjadikannya sebagai pasar dadakan. Saya juga jadi menduga-duga mengenai adanya konspirasi (maaf pilihan katanya sengaja dilebaikan) antar berbagai pihak untuk “menduitkan” halaman parkir sebagai lapak tempat berjualan pedagang K5.
Selanjutnya, saya juga merasa bersalah karena sekecil apapun ikut mempersalahkan pedagang K5 yang berjualan di tempat yang bukan semestinya.
Akhirnya, ketika memposting tulisan ini pun saya merasa bersalah karena secara tidak langsung mengajak anda pembaca menyalahkan mereka-mereka yang saya sebutkan di atas.
Jadi agar saya dan (mungkin) anda tidak merasa bersalah berkepanjangan, maka mestinya pihak Pemerintah Kota bisa memainkan perannya dengan jauh lebih baik sesusai tugas pokoknya masing-masing. Kerjakan apa yang mesti dilakukan. Tidak perlu diprotes terlebih dahulu oleh masyarakat. PT KAI juga semestinya lebih baik lagi dalam mengelola aset-asetnya. Kalau urusannya kereta, ya jangan ikut-ikutan bikin pasar dadakan. Sementara kepada pedagang K5 semoga maju usahanya dengan berdagang di tempat yang semestinya.
Bekasi, 12 April 2011
19.3.11
Perempuan Produktif

Gambar di atas saya ambil saat berkunjung ke Samarinda beberapa waktu yang lalu. Baca nama organisasinya Himpunan Perempuan Produktif atau HIPERPRO, bisa jadi tidak sedikit yang tersenyum geli sambil bertanya-tanya tentang makna dibalik kata-kata “Perempuan Produktif”.
Sayangnya hari sudah gelap dan kantor HIPERPRO pun sudah tutup sehingga tidak ada siapapun di tempat itu yang bisa ditanyakan mengenai kegiatan organisasi tersebut. Untunglah ada om Google yang baik dan selalu siap dengan sejumlah informasi. Dari om Google diketahui bahwa HIPEPRO Kalimantan Timur dipimpin oleh Hj. Syarifah Noorlaila. Menurut ibu Syarifah, visi HIPERPRO adalah membentuk sumber daya manusia perempuan yang mandiri agar dapat menjadi pilar dan mitra dalam pembangunan keluarga, masyarakat dan bangsa.
Masih menurut ibu Syarifah, HIPERPRO memiliki misi untuk meningkatkan kepedulian dan peran serta keluarga, masyarakat dan pemerintah dalam pemberdayaan perempuan melalui pendidikan dan pelatihan, peningkatan produktivitas dan pendapatan perempuan, pelayanan kesehatan reproduksi, penelitian dan perlindungan hukum atas hak-hak perempuan,”
Oke deh bu Syarifah, terima kasih untuk penjelasannya. Semoga tidak ada lagi yang bertanya-tanya mengenai HIPERPRO ketika melihat papan nama organisasi perempuan produktif yang ibu pimpin. Salam produktif.
3.3.11
Lounge Bandara Soekarno Hatta
Pertama harus saya katakan bahwa ide foto pada postingan ini berasal dari Pak Eko Eshape yang sudah terlebih bikin postingan soal BNI lounge. Saya sengaja ambil sudut gambar yang sama karena sekalian memamerkan blog saya yang lain (http://arisheruutomo.com).
Gambar di atas sendiri merupakan suasana di BNI Lounge yang ada di terminal 2 bandara Soekarno Hatta. Selain lounge BNI, di terminal ini ada juga lounge executive Garuda, Mandiri dan Danamon.
Sebagai pemegang kartu BNI, tentu saja saja saya memilih Lounge BNI sebagai tempat menunggu sebelum boarding. Cukup menunjukkan kartu kredit BNI, mbak resepsionis akan mencatat kartu yang kita miliki dan selanjutnya kita bisa menikmati fasilitas yang ada di lounge.
Hidangan yang tersedia di lounge cukup lengkap, mulai dari makanan ringan berupa jajanan pasar seperti getuk, jagung/ubi rebus dan temnpe mendoan. Selain itu juga tersedia makanan berat seperti soto, ayam goreng kecap, spageti dan sebagainya. Minuman yang tersedia pun cukup bervariasi, mulai dari air mineral, teh botol hingga soft drink dan kopi/teh.
Bagi anda para perokok juga tersedia smoking room di pojokan.
Sementara itu bagi anda yang ingin internetan, ada 4 buah pc tapi 2 pc sering rusak. Soal kecepatan, harap sabar karena memang tidak secepat yang anda bayangkan. Tapi lumayan lah untuk kirim/terima email atau sekedar fesbukan.
Saran saya, kalau anda punya cukup waktu tiba di bandara, tidak ada salahnya untuk menunggu di lounge daripada bengong lihat penumpang hilir mudik.
++++
http://arisheruutomo.com dan http://aseanblogger.com Sent from my BlackBerry® smartphone
Sementara itu bagi anda yang ingin internetan, ada 4 buah pc tapi 2 pc sering rusak. Soal kecepatan, harap sabar karena memang tidak secepat yang anda bayangkan. Tapi lumayan lah untuk kirim/terima email atau sekedar fesbukan.
Saran saya, kalau anda punya cukup waktu tiba di bandara, tidak ada salahnya untuk menunggu di lounge daripada bengong lihat penumpang hilir mudik.
++++
http://arisheruutomo.com dan http://aseanblogger.com Sent from my BlackBerry® smartphone
26.2.11
Summer Band @Monthly Discussion Kompasiana
21.2.11
Persiapan Informal ASEAN Foreign Minister's Meeting
Pada tanggal 22 Februari 2011 Jakarta akan menjadi tuan rumah Informal ASEAN Foreign Minister's Meeting. Pertemuan dimaksudkan untuk membahas penyelesaian konflik perbatasan Thailand dan Kamboja.
Pertemuan direncanakan akan berlangsung di Gedung Pancasila Kemlu jalan Taman Pejambon no. 6.
Selain persiapan substansi, panitia juga melakukan persiapan administratif, salah satunya adalah penyiapan meja-meja pertemuan. Pada gambar terlihat seorang petugas sedang menyetrika taplak meja yang akan digunakan pada pertemuan tersebut.
Pertemuan direncanakan akan berlangsung di Gedung Pancasila Kemlu jalan Taman Pejambon no. 6.
Selain persiapan substansi, panitia juga melakukan persiapan administratif, salah satunya adalah penyiapan meja-meja pertemuan. Pada gambar terlihat seorang petugas sedang menyetrika taplak meja yang akan digunakan pada pertemuan tersebut.
http://arisheruutomo.com dan http://aseanblogger.com Sent from my BlackBerry® smartphone
25.1.11
UFO Dukung Nurdin Turun

Kabar mendaratnya UFO (Unidentified Flying Object) di Sleman, Yogyakarta, bikin heboh masyarakat. Namun akan lebih heboh lagi jika UFO ternyata benar-benar mendukung diturunkannya Nurdin Halid dari kursi Ketua Umum PSSI. Mungkin mahluk asing dari luar angkasa itu juga ikut-ikutan kesal melihat prestasi kesebelasan tim nasional Indonesia yang terus terseok dibawah kepemimpinan Nurdin.
20.1.11
Gayus Tambunan dan Tukul Arwana


“Bangsa yang besar adalah bangsa yang mengakui kegayusannya” begitu bunyi sebuah kicauan di twitter yang memplesetkan kata-kata bijak “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai pahlawannya”. Bahwa nama Gayus Tambunan diplesetkan dalam kata-kata bijak tersebut tentunya tidak terlepas dari fenomena seorang Gayus yang benar-benar menyedot perhatian publik saat ini.
Setiap pagi, siang, sore dan malam hari, nama dan tampang Gayus dalam berbagai pemberitaan di media elektronik dan cetak. Bahkan di internet, jika kita mengetikkan kata “Gayus” di mesin pencari Google atau Yahooo, maka dapat dipastikan akan terdapat lebih dari 5 juta entry mengenai Gayus.
Bahwa seorang Gayus begitu fenomenal di mata publik tidak terlepas dari “prestasi”nya di bidang perpajakan dalam usianya yang masih sangat muda (31 tahun). Sebagai mantan pegawai negeri sipil (PNS) berpangkat Penata Muda/IIIA, ia diketahui memiliki kekayaan puluhan milyar. Suatu jumlah yang sangat fantastis dari seorang PNS yang hanya bergaji sekitar Rp. 10 juta per bulan (setelah mendapatkan renumerasi).
Kalau saja Guiness Book of Record atau Museum Rekor Indonesia (MURI) berminat mencatatkan rekor bagi Gayus, maka tersedia cukup data yang mendukung lainnya seperti kemampuannya menyuap polisi, hakim yang terlibat dalam penanganan kasusnya, jalan-jalan ke luar negeri dan Bali ketika dirinya sedang ditahan di ruang tahanan Markas Birgade Mobil Kelapa Dua, Depok atau penyuapan kepada petugas imigrasi sehingga bisa melenggang di Bandara Soekano-Hatta.
Sementara itu nama lainnya yang tidak kalah tenar dan fenomenalnya dengan Gayus Tambunan adalah Tukul Arwana (43 tahun). Tukul yang bernama asli Riyanto melejit namanya setelah menjadi host acara televisi “Empat Mata” dan “Bukan Empat Mata”. Tukul yang berwajah di bawah standar kegantengan mampu membuktikan bahwa tampang pas-pasan juga bisa sukses di bidang hiburan. Dari pendapatannya dalam melawak dan mengisi berbagai acara hiburan, bisa dikatakan kekayaan Tukul pun melejit dengan pesat, mungkin di luar apa yang dibayangkan Tukul sendiri.
Bahwa Tukul lucu sudah banyak yang mengakui, sehingga tidak mengherankan jika acara “Bukan Empat Mata” masih tetap bertahan dengan rating yang tetap tinggi. Dalam keseharian, Tukul pun tetap lucu. Salah satu contoh bahwa Tukul tetap lucu dalam keseharian dapat dilihat dari ceritanya ketika Tukul menghadiri suatu resepsi pernikahan. Karena tidak periksa tempat lagi, Tukul salah masuk ke tempat resepsi pernikahan dan terlanjur memberikan amplop kepada kedua mempelai. Tidak mau terlihat panik. Tukul pun tetap melanjutkan hadir dalam resepsi dan ikutan makan. “Tanggung sudah kasih amplop kondangan kalau gak ikutan makan”, ujar Tukul dengan santainya.
“Saya sudah memasukkan poundsterling ke kendi. Masak saya tarik lagi?” imbuhnya. Aih, gaya banget pakai poundsterling segala? “Lho, itu kan mata uang paling tinggi dan paling stabil di dunia,” jawabnya sambil tertawa. (sumber GATRA).
Lalu apa hubungannya Gayus Tambunan dan Tukul Arwana? Apakah Gayus dan Tukul bersaudara atau Gayus pernah menangani perusahaan milik Tukul agar tidak membayar pajak dalam jumlah besar?
Dua pertanyaan terakhir bisa dijawab dengan satu kata “tidak”. Dari namanya saja, Gayus Tambunan jelas orang Batak, sedangkan Tukul alias Riyanto adalah orang Jawa asal Semarang. Sebagai orang Jawa, Tukul pun tidak memiliki nama marga kehormatan seperti halnya Pak Presiden SBY dan istri yang diberi marga Siregar dan Pohan. Adapun terkait pembayaran pajak, tidak ada perusahaan milik Tukul (kalaupun ia memiliki perusahaan) yang pernah dibawah pengawasan Gayus saat aktif sebagai pegawai Ditjen Pajak.
Lalu apa donk kesamaan Gayus dan Tukul? Ehm … apa ya?
Baik lah kita santai saja mengidentifikasikan kesamaan-kesamaan antara Gayus dan Tukul. Pertama, dari segi fisik wajah, ada kesamaan di antara keduanya (lihat foto keduanya di atas). Kedua, Gayus dan Tukul merupakan orang yang aktif dibidangnya sehingga bisa membuat kesuksesan di luar kekurangan tampilan fisik. Dan ketiga, keduanya sama-sama menarik minat untuk dipolisikan yaitu keduanya ditampilkan dalam pakaian seragam polisi hasil olah digital. Untuk kesamaan lainnya, pembaca mungkin punya pendapat sendiri?
11.1.11
Tintin ke Bulan
Bongkar-bongkar kembali lemari pakaian, saya mendapatkan kaos bergambar Tintin dan Milou (Snowy) dengan kostum astronout. Kaos tersebut saya beli ketika berkunjung ke Museum Komik di Brussel, Belgia pada tahun 2007. Seingat saya, kaos ini baru sekali dipakai dan setelahnya saya tumpuk bersama kaos lainnya. Karena jarang dipakai tentu saja kaos tersebut masih bagus kondisinya.Melihat kaos ini sayapun teringat kembali tentang komik populer abad ke-20 yang menceritakan petualangan seorang wartawan muda asal Belgia bernama Tintin ke berbagai penjuru dunia, bahkan hingga ke bulan. Yang membuatnya fenomel adalah karena buku komik tersebut telah diterbitkan ke dalam 80 bahasa (termasuk Indonesia) dan telah terjual lebih dari 350 juta copy. Kepopulerannya di seluruh dunia tidak terlepas dari ceritanya yang universal dan bisa melewati kendala waktu, bahasa dan budaya.
Tintin adalah seorang wartawan berjambul rekaan George Remi atau Herge, komikus asal Belgia. Herge dengan jeli dan akurat serta coretan yang tegas, menampilkan tokoh Tintin sebagai tokoh wartawan yang gemar berpetualang ke berbagai tempat dunia serta tokoh-tokoh lain yang mendampinginya seperti kapten Haddock yang pemabuk, Profesor Calculus yang budek ataupun detektif kembar Dupont dan Dupond, serta tentu saja anjingnya Milou.
Komik pertama Tintin yang menceritakan petualangan Tintin ke Uni Soviet pertama kali dimuat di surat kabar Belgia Le Vingtieme Sicle pada tahun 1929, sebelum pada akhirnya dicetak menjadi buku komik hitam putih. Sedangkan buku komik berikutnyamenceritakan Tintin antara lain pergi ke Kongo, Amerika, Mesir, China, Tibet, Australia, termasuk singgah di Jakarta ( Vol 714 pour Sydney /Penerbangan 714 ke Sydney). Selain itu Tintin juga pernah menyelami dasar samudra. mendaki Himalaya dan mendarat di bulan.
Dari sekian banyak komik Tintin, salah satu yang menjadi favorit saya adalah kisah petualangan Tintin di bulan. Dengan detail Herge menggambarkan roket yang dipergunakan ke ruang angkasa, termasuk pembagian ruang pada roket tersebut. Digambarkan pula suasana di ruang angkasa ketika Tintin dan kapten Haddock melayang-layang ketika keluar dari roket atau saat mendarat di bulan.Gambaran yang disampaikan Herge tentu saja menarik, terutama membaca imajinasi Herge yang yang melompat jauh. Ketika buku komik " objective lune /tujuan ke bulan" dicetak tahun 1953 dan " on a marche sur la lune /pendaratan ke bulan" dicetak tahun 1954, dunia antariksa internasional masih dalam tahapan riset untuk dapat menerbangkan manusia ke ruang angkasa dan mendaratkannya di bulan. Yuri Gagarin, manusia pertama yang terbang ke luar angkasa dengan roket Vostok 1 , baru melakukannya pada tanggal 12 April 1961. Sementara melalui misi Apollo 11 , Neil Amstrong dan Edwin Aldrin baru mendarat di bulan tanggal 20 Juli 1969. Artinya sebelum manusia pertama ke ruang angkasa, Tintin telah berkelana di ruang angkasa 7 tahun sebelumnya.
Ketika menuliskan imajinasi nya, Herge memang tidak sekedar berkhayal. Ia melakukannya dengan dukungan literatur yang kuat. Ketika membuat komik berjudul objective lune (tujuan ke bulan) misalnya, ia telah banyak membaca referensi tentang ruang angkasa sebelumnya. Dengan referensi yang lebih dari cukup, Herge bisa berimajinasi dengan bebas namun tetap berpijak ke bumi. Karena itu membaca komik petualangan Tintin serasa melihat dokumentasi suatu tempat dan peristiwa. Dilengkapi komentar-komentar lucu tokoh-tokoh lainnya, komik Tintin menjadi menarik dan disukai banyak orang.
Repost dengan sedikit edit disana-sini dari tulisan saya sebelumnya dengan judul sama Tintin ke Bulan
30.11.10
Cristiano Sule Ronaldo
Senin malam 29 November 2010 waktu di Barcelona, Spanyol, mungkin malam yang paling tidak dapat dilupakan oleh Kesebelasan Real Madrid dan pelatihnya Jose Mourinho. Betapa tidak, datang sebagai peringkat pertama klasmen Liga Spanyol dan didukung bintang-bintang hebat macam Cristiano Ronaldo, Karim Benzema, Mesut Ozil dan kiper nasional Spanyol Iker Casilas, Real Madrid dibuat babak belur ketika digunduli Kesebelasan Barcelona dengan skor 5-0.Duka bagi Real Madrid tapi suka bagi para photoshoper (sebutan saya bagi orang-orang yang suka mengutak atik foto). Tidak lama setelah kekalahan Madrid tersebut, beredar foto Sule berkostum Real Madrid tengah membawa bola. Tentu saja foto tersebut membuat ngakak siapapun yang melihatnya. Tentu saja orang ngakak melihat gambar tersebut karena tahu siapa Sule sesungguhnya. Sule atau Sutisna adalah seorang pelawak yang saat ini sedang naik daun. Hampir setiap hari wajahnya dapat dilihat di berbagai stasiun televisi, salah satunya adalah acara lawak Overa Van Java bersama Parto, Nunung dan Andre Stinki.
Dengan penampilannya yang khas, berambut panjang dan dicat pirang serta tampang ndeso, Sule meraih sukses setelah melalui perjalanan panjang. Meski telah belajar kesenian sejak sekolah menengah dan dilanjutkan ke Sekolah Tinggi Kesenian, namun tangga kesuksesan mulai ditapakinya setelah memenangkan kontes lawak di stasiun televisi TPI (sekarang MNC TV).
Bagi para photoshoper wajah Sule tentu saja dirasa pas untuk mengolok-olok para Madrinista (sebutan bagi pendukung Real Madrid) yang tadinya begitu yakin Madrid dibawah Mourinho akan dapat menaklukkan Barcelona.Eits tunggu dulu, apa benar yang mengutak-atik foto Sule adalah pendukung Barcelona? Ehm belum tentu, bisa saja itu dibuat oleh para pendukung Real Madrid sendiri yang kecewa akan kekalahan timnya. Sebagai pengobat kekecewaan mereka pun mengolok-olok timnya sendiri. Ya semacam terapi penyembuhan diri sendiri.
Terlepas dari siapa yang mengutak-atik foto Sule, lebih baik kita nikmati saja foto-fotonya. Setidaknya ada 4 buah foto yang bisa dilihat-lihat. Selain Sule berkostum Real Madrid, ada juga Sule berkostum Portugal dan AS. Setelah anda puas tertawa atau menahan tawa, silahkan bandingkan wajah anda dengan Sule. Kalau merasa kalah ganteng, boleh deh dicoba obat dibawah ini ... mau kan?

14.11.10
Wig Gayus
“Disini saya akan menawarkan barang yang mungkin anda tidak butuhkan.. akan tetapi saya akan meyakinkan anda sekalian bahwa barang yang saya tawarkan berguna pada saat-saat anda tidak sadari... barang yang saya tawarkan adalah wig (rambut palsu) .... “ begitu bunyi sebuah iklan yang dibuat seorang penjual rambut palsu di internet.Entah membaca iklan tersebut atau mendengarkan nasihat para polisi penjaga rutan Brimob, terdakwa kasus korupsi pajak Gayus Tambunan sadar sepenuhnya bahwa wig ternyata berguna untuk melindungi petualangannya di luar penjara. Mengenakan wig, Gayus pun leluasa nonton tenis di Bali (walau akhirnya tertangkap kamera wartawan Kompas).
Gayus boleh saja menolak mengakui berada di Bali mengenakan wig, namun foto yang mirip dirinya tengah mengenakan wig telah beredar dimana-mana. Penampilan orang mirip Gayus dengan wignya ternyata menciptakan tren baru dan juga inspirasi bagi banyak orang dalam mengenaikan wig.
Meski belum terdengar adanya produsen wig yang membuat dan menjual dalam jumlah besar wig seperti yang dikenakan Gayus, namun tak sedikit yang kemudian mulai mencocok-cocokan wig Gayus dengan wajah-wajah teman-temannya, politikus hingga presiden. Gambar-gambar orang dengan wig Gayus itu beredar luas di internet dan pesan-pesan di BlackBerry Messenger (BBM).Untuk menyemarakkan pengenaan wig Gayus, saya pun iseng-iseng mengutak-atik beberapa foto rekan-rekan saya (termasuk saya sendiri). Ya namanya iseng-iseng, jangan diambil hati jika ternyata tidak cocok. Hanya sekedar selingan diakhir pekan, sebelum beraktivitas kembali di hari Senin.

19.9.10
Mata-mata Israel di Bumi Cinta
Sebuah jaringan clandestein organisasi intelijen Israel, Mossad, yang berkedudukan di Moskow, Rusia, merencanakan sebuah aksi pengeboman di sebuah hotel yang terletak pusat keramaian kota. Dalam aksi pengemboman ini diskenariokan bahwa pelakunya adalah seorang muslim berhaluan keras. Tujuannya untuk memperburuk citra Islam di mata dunia dan lebih memudahkan perjuangan kaum Yahudi di Palestina.Untuk menjalankan skenario tersebut, agen-agen intelijen Mossad di Moskow dibawah pimpinan Ben Solomon telah menyepakati bahwa orang Islam yang akan dijadikan kambing hitam adalah Mohammad Ayyas, seorang mahasiswa pasca sarjana asal Indonesia yang sedang melakukan penelitian mengenai Islam di Rusia.
Ayyas dipilih sebagai calon korban karena selain seorang muslim yang taat, secara kebetulan ia tinggal satu apartemen dengan salah satu agen Mossad yang cantik jelita bernama Lorna. Kebersamaan dalam satu apartemen memudahkan Ben Solomon dan kelompoknya mempersiapkan jebakan bagi Ayyas. Lewat Lorna, yang secara diam-diam memasang kamera tersembunyi di kamar Ayyas, setiap gerakan Ayyas dapat dipantau dan direkam. Selain itu Lorna pun dapat dengan mudah menyusupkan bahan pembuat bom di kamar Ayyas sebagai barang bukti yang memperkuat kesan bahwa Ayyas lah pelakunya.
Untuk mematangkan aksinya, Ben Solomon dan kawan-kawan juga mengkondisikan segala sesuatunya, misalnya menampilkan kehadiran Ayyas palsu di hotel (yang dibuat berdasarkan rekaman yang dibuat Lorna) serta menjalin hubungan dengan pihak keamanan dan kalangan media Rusia. Sehingga ketika peledakan terjadi, tidak lama kemudian pihak keamanan Rusia bisa langsung menuding Ayyas sebagai pelakunya dan media langsung memberitakan bahwa gerakan teroris muslim lah yang berada dibalik aksi pengeboman.
Dengan segala jebakan yang telah tersusun rapih tersebut, apakah Ayyas mampu lolos dan terhindar dari marabahaya yang mengancamnya? Apakah Ayyas akhirnya mengetahui jika Lorna yang tinggal satu apartemen dengannya ternyata agen dinas rahasia Mossad? Sebagai orang bujangan, apakah Ayyas juga mampu menghindarkan diri godaan Lorna yang jelita dan seksi? Dan pertanyaan yang juga tidak kalah pentingnya adalah apakah Ayyas mampu menyelesaikan penelitiannya dengan baik?
Semua pertanyaan di atas tentu saja memerlukan jawaban. Dan jawaban untuk semua pertanyaan itu terdapat dalam novel karya Habiburrahman El Shirazy “Bumi Cinta”. Novel ini merupakan karya terbaru Habiburrahman El Shirazy (HES), setelah dua novelnya terdahulu “Ayat-ayat Cinta (AAC)” dan “Ketika Cinta Bertasbih (KCB)” (keduanya sudah difilmkan dengan judul yang sama).
Seperti kedua novelnya terdahulu, dalam novelnya kali ini HES kembali mengeluarkan resep yang lazimnya dijumpai dalam novel dan film spionase khas James Bond 007 yaitu sang tokoh utama tampil dikelilingi wanita-wanita cantik di sekitarnya. Jika dalam novel dan film James Bond tokohnya utamanya adalah sosok agen rahasia Inggris yang tampan, maka dalam novel-novel HES tokoh utamanya adalah sosok pemuda muslim Indonesia yang pintar dan alim serta ulet. Tidak ada yang keliru dengan pemilihan resep ini karena bagaimanapun tokoh-tokoh yang terdapat dalam novel-novel HES hanyalah medium untuk meneruskan pesan moral yang ingin disampaikannya.
Dalam AAC kita dapat melihat bahwa Fahri sang tokoh utama adalah pemuda muslim Indonesia yang sedang belajar di Kairo Mesir. Fahri digambarkan sebagai pemuda yang alim dan disukai banyak sahabat wanitanya. Beberapa wanita cantik yang berada di sekitar Fahri adalah Nurul, Noura, Aisha dan Maria Girgis. Sedangkan dalam KCB tokoh utamanya adalah Azzam seorang pemuda muslim Indonesia yang juga sedang belajar di Kairo, Mesir, yang selain pintar dan alim juga ulet dalam berusaha dengan berjualan tempe. Bahkan karena keuletannya berjualan tempe, Azzam mampu membiayai sekolah adik-adiknya di Indonesia. Dalam kehidupan kesehariannya, tokoh Azzam setidaknya dikelilingi tiga wanita cantik Anna, Elliana, dan Husna.
Yang membedakan antara AAC dan KCB dengan Bumi Cinta adalah lokasi cerita yang tidak lagi di Kairo tetapi di ibukota Rusia, Moskow. Tokoh utama dalam Bumi Cinta adalah Ayyas, seorang pemuda muslim Indonesia yang sedang menempuh pendidikan S-2 di New Delhi, India dan berada di Moskow atas permintaan pembimbingnya guna melakukan penelitian bagi penulisan tesisnya mengenai Islam di Rusia. Perbedaan lainnya adalah wanita-wanita cantik yang hadir di sekeliling tokoh utama adalah wanita-wanita bule non-muslim. Sehingga jangan dibayangkan jika wanita-wanita cantik dalam Bumi Cinta mengenakan jilbab sejak awal seperti dalam AAC dan KCB.
Pilihan Rusia sebagai setting cerita menurut saya merupakan pilihan yang cerdas dari penulisnya dalam menggabungkan latar belakang komunisme Rusia dengan syiar agama Islam. Apalagi bukan merupakan suatu rahasia jika sebagai mbahnya komunis, negeri beruang merah tersebut tidak terlalu menaruh hormat kepada ajaran-ajaran agama. Dan bagi Indonesia sendiri ajaran komunisme masih memiliki trauma yang berkepanjangan pasca pemberontakan G30S/PKI.
Bagi tokoh utamanya sendiri, kondisi Rusia yang komunis dan kebebasan pasca runtuhnya Partai Komunis Uni Soviet (PKUS) menjadi tantangan tersendiri. Runtuhnya PKUS selain memporakporandakan Uni Soviet, juga menjadikan masyarakat Rusia kehilangan kendali dan berusaha mengekspresikan kebebasan sebebas-bebasnya termasuk dalam kehidupan seksual. Hal ini antara lain terlihat dari data pengakses situs porno di internet yang ternyata berasal dari Rusia. Selain itu pasangan kumpul kebo juga sangat banyak jumlahnya. Di tengah kondisi seperti ini Ayyas harus berjuang keras menghadapi godaan wanita-wanita cantik seperti Yelena, Linor dan Anastasia.
Cerita menjadi semakin menarik karena seperti telah disinggung di awal tulisan ini, HES mengikutsertakan keterlibatan Yahudi yang selalu ingin mendiskreditkan umat muslim di seluruh dunia. Meski tidak diceritakan secara detail operasi intelijen Mossad, kecuali yang terkait dengan Ayyas, pembaca dapat mengikuti bagaimana suatu operasi intelijen dijalankan, khususnya dalam menjebak calon korbannya. Tidak sampai disitu, HES pun menceritakan pergolakan bathin Lorna sebagai mata-mata Israel melawan Palestina dan pada bagian akhir terdapat kejutan-kejutan yang mungkin tidak diduga oleh pembacanya.
Hal lain yang juga menarik dari novel ini adalah cara HES menggambarkan detail kota Moskow dengan baik. Sehingga tidak terasa pembaca seolah sedang berada di kota tersebut. Salah satu tempat yang digambarkan dengan detail adalah suasana stasiun kereta bawah tanah yang sangat terkenal di Moskow. Berbeda dengan berbagai stasiun kereta bawah tanah di Eropa, stasiun kereta bawah tanah di Rusia bukan hanya bersifat fungsional tetapi juga sebagai show room karya seni. Stasiun dibangun dengan material kelas satu yang didatangkan dari berbagai tempat di dunia, misalnya untuk marmernya secara khusus didatangkan dari Italia. Sehingga ketika berada di stasiun kita seolah berada di bawah museum bawah tanah. Hal ini saya rasakan sendiri ketika berkunjung ke Moskow beberapa waktu yang lalu, rasanya saya ingin berlama-lama di stasiun kereta api yang kokoh dan berada di kedalaman sekitar 70 meter dibawah permukaan tanah.Secara keseluruhan novel ini sangat menarik. Selain diajak mengenal kota Moskow, pembaca juga diajak membangun jiwa lewat percakapan-pecakapan bernas antar tokoh-tokohnya dan contoh-contoh yang digambarkan dalam novel tersebut. Ach rasanya sudah tidak sabar untuk menyaksikan versi layar lebarnya dan melihat apakah visualisasinya seindah novelnya.
28.6.10
Maradona dan Cerita Zidane malu disebut mantan Pemain PSSI
Putaran pertama Piala Dunia 2010 telah usai. Sebanyak 16 kesebelasan berhasil masuk ke putaran kedua, salah satunya adalah Argentina. Tim Tango yang dilatih pemain legendaries Diego Armando Maradona melangkah mulus ke putaran kedua setelah mengalahkan semua lawannya di Group B. Nigeria disikat 1-0, Korea Selatan dicukur 4-1 dan Yunani dilibas 2-0. Dengan 3 kemenangan tersebut, nama Maradona pun semakin berkibar ke seantero penjuru dunia.Saat ini Maradona dan timnya memang masih harus membuktikan kemampuannya di Piala Dunia, namun nama Maradona sudah tercatat dengan tinta tebal dibenak penggemarnya, setidaknya di bokong truk yang saya temui sejak pintu tol Pondok Gede hingga Jalan Gatot Soebroto. Di bokong truk tersebut tertulis “Maradona, Sekilas Pandang Pelepas Rindu”.
Penulisan nama pemain sepakbola ini sepertinya tidak lazim dalam dunia perbokongan truk. Umumnya yang sering dijumpai adalah penulisan kata-kata yang terkait dengn wanita, misalnya “kutunggu jandamu” atau “janda 1/3 dis” (dibaca: janda seperti gadis)”
Nah kalau sampai nama Maradona disebut-sebut seorang sopir truk yang berada ribuan kilometer dari tempat pagelaran Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, pastinya karena nama tersebut sudah begitu fenomenal sehingga layak dirindukan seperti halnya seorang wanita.
Bisa saja sich kita berargumen bahwa mungkin sebenarnya yang dimaksud si sopir truk adalah Madona, penyanyi wanita yang selalu berpenampilan sexy, bahkan ketika usianya sudah setengah abad. Tapi daripada menduga-duga, lebih baik kita membayangkan seandainya ada pemain PSSI yang namanya ditulis di bokong truk seorang sopir truk di Amerika Latin atau Eropa. Kalau ini terjadi, benar-benar suatu pencapaian dan pencitraan yang luar biasa.
Tapi jangankan nama pemain PSSI tertulis di manca negara, orang luar pun mungkin sangat malu disebut sebagai anggota PSSI. Tidak percaya? Coba dech simak cerita yang beredar di berbagai milis sebagai berikut:
“Walaupun sudah sekian lama terjadi kejadian “Tandukan maut” Zidane hingga kini ia tidak mengatakan alasan kenapa ia menanduk materazzi. Banyak kabar mengatakan bahwa materazzi menghina saudara dan ibunya zidane sebagai F***… benarkah itu sebenarnya yang terjadi. ???
Berikut kejadian sebenarnya seperti yang disampaikan Zidane saat wawancara dengan GOAL.COM (wawancara diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia)
Goal : Apa yang terjadi di final malam itu..?
Z : Sejak awal ia (materazzi) memang melakukan provokasi kata-kata kepadaku, namun aku anggap itu hal lumrah, Ferrara-pun pernah melakukan itu.
Goal : Lalu..?
Z :namun pada pertandingan final itu, aku tak mampu menahan emosi karena ucapannya yang menjijikkan, bahkan sangat menjijikkan…!!
Goal : apa yang ia ( materazzi) ucapkan ?
Zidane : (diam sejenak) saat kejadian itu, materazzi terus menjagaku, ia menarik kaosku..
Zidane : aku katakan padanya ” jangan menarik kaosku lagi, atau kau fans saya, akan kuberikan setelah pertandingan…”
Lalu Materazzi marah, mengatakan ” ya I am your fans, and fans for your sexy mom and your sister, seperti F***..!!!
Zidane : Tapi aku masih sabar, mampu menahan emosi… tapi ia kemudian mengatakan sesuatu lagi…
Materazzi :”your mothers crazy” (Zidane Diam)
MATERAZZI :”and all of your family an idiot” (Zidane Diam)
Zidane :”Akhirnya, saya pun capek mendengarkan dia, dan saya tinggal saja”, tapi tiba tiba dia bilang sesuatu yang sangat menji**kkan dalam karir saya..!!..”
Materazzi :”LO MANTAN PEMAIN PSSI ya ?”
Zidane :”Saya tidak terima, saya langsung saja seruduk!! biar maknyus… jangan bilang gue ada hubungan sama PSSI lagi.”
++++
Ditulis dalam kolom intermezzo sebagai pelepas lelah … salam
25.6.10
Maradona Pelepas Rindu
Jangan mengaku gila bola jika tidak mengenal Maradona. Di ajang Piala Dunia namanya sangat cemerlang, bukan saja karena pernah mengantarkan negerinya sebagai juara dunia 1986 tetapi juga permainannya yang mengesankan dan layak dikenang.Di Piala Dunia 2010 ini, Maradona kembali muncul. Tentu saja bukan sebagai pemain, namun sebagai pelatih. Diragukan kemampuannya saat melatih Argentina di babak penyisihan zona Amerika Latin (harus bertanding hingga partai terakhir untuk memastikan timnya lolos ke Afrika Selatan), di babak penyisihan group justru Argentina meraih poin sempurna 9, hasil dari 3 kali kemenangan beruntun.
Dengan prestasi sebagai pemain yang mencorong dan sekarang sebagai pelatih tentu saja menimbulkan kekaguman bagi banyak orang, khususnya orang-orang Argentina. Kekaguman tersebut antara lain bisa ditunjukkan dengan memasang poster tokoh yang dikaguminya atau menuliskan kata-kata sanjungan. Dalam konteks ini, apakah penulisan “Maradona, Sekilas Pandang Pelepas Rindu” di bokong truk dapat dikatakan sebagai bentuk kekaguman tersebut?
Saya kok tidak yakin kalau Maradona merupakan orang yang tepat untuk dipandang sebagai imajinasi pelepas rindu para sopir truk di Indonesia. Dari segi fisik tidak ada yang menarik, tidak terlalu tinggi dan bertubuh tambun. Sehingga tidak mengherankan jika ada yang menjulukinya sebagai si boncel (bhkan ketika masih aktif sebagai pemain). Dengan fisik seperti itu, kaum hawa pasti lebih senang memandang Christiano Ronaldo dan menjadikannya sebagai pelepas rindu dalam mimpinya.
Lalu kenapa nama Maradona tetap muncul di bokong truk? Karena saya tidak dapat menemui sopir truk tersebut, maka saya tidak tahu jawabannya yang pasti. Namun saya akan mencoba menjawab dengan menduga-duga. Dugaan saya telah terjadi kekeliruan penyebutan nama, mestinya bukan Maradona tapi Madona.
Ada dua asumsi yang dijadikan dasar untuk membuat dugaan tersebut: Pertama, meski ketika muda Maradona dikenal banyak memiliki pacar dan memiliki anak di luar nikah, tapi hal tersebut tidak cukup untuk dijadian sebagai pembenaran bahwa Maradona merupakan tokoh yang layak dijadikan sebagai pelepas rindu. Kedua, mengingat bahwa sopir truk adalah pekerjaan pria, maka lebih logis jika si sopir truk memasang gambar wanita atau kata-kata yang terkait wanita di bokong truk seperti “Kutunggu Jandamu atau janda 1/3 dis”.
Dengan asumsi-asumsi di atas, nama Madona jelas lebih pas ditulis di bokong truk dibanding Maradona. Meski sudah tidak lagi remaja, Madona jelas masih berpenampilan sexy. Dengan keseksiannya tersebut tentu saja Madona lebih layak dipandang dan dijadikan pelepas rindu bagi para sopir truk yang mesti mengendarai kendaraannya hingga ribuan kilometer. Bagaimana menurut anda? Apakah anda punya pendapat lain?
26.1.10
Jadi Model Iklan Dadakan
Harian Kompas tanggal 25 Januari 2010 halaman 32, memuat iklan istimewa blog Kompasiana. Suatu iklan yang menampilkan wajah-wajah sumringah dan saling terhubung satu sama lain lewat titik-titik menyerupai kabel. Di tengahnya terdapat sebuah teks biru berbunyi “Ngeblog itu …. Kompasiana”.Pemasang iklan tersebut adalah Kompas.com yang hari itu kembali mengiklankan blog Kompasiana di media cetak agar lebih dikenal oleh masyarakat luas (sebelumnya dengan format seperempat halaman koran, Kompasiana juga sudah muncul pada tanggal 16 Januari 2010).
Iklan ini cukup istimewa karena menampilkan para blogger yang menulis di Kompasiana sebagai modelnya antara lain mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Direktur Kompas.com Taufik M. Mihardja, Admin Kompasiana Pepih Nugraha dan Iskandar Zulkarnaen, dan tentu saja saya sendiri.
Bahwa saya menjadi model iklan adalah pengalaman pertama. Namanya juga pengalaman pertama tidak mengherankan jika saat-saat pemotretan menjadi momen yang mendebarkan. Meski sebagai blogger dapat dikatakan saya sering berfoto-foto, tapi berfoto seperti layaknya seorang model tetap saja membuat saya gugup. Kegugupan diawali ketika harus memutuskan apakah mengenakan dasi atau tidak. Saya ragu karena melihat teman-teman yang lain datang dengan pakaian santai, sementara saya yang datang langsung dari kantor masih mengenakan dasi.
Tetapi setelah melihat ada rekan lain berfoto dengan mengenakan pakaian lapangan untuk mengebor minyak di tengah laut, saya akhirnya memutuskan untuk mengenakan dasi agar ada ciri khusus, sekaligus agar bisa menggambarkan bahwa blog Kompasiana diisi oleh orang-orang dengan berlatar belakang profesi. Setelah beberapa kali pengambilan gambar, Alhamdullilah sang fotografer bisa mendapatkan gambar yang diinginkan.
Ketika pada akhirnya iklan blog Kompasiana muncul dan ada foto saya disana, tentu saja saya senang. Tidak pernah menyangka merasakan pengalaman sebagai model iklan dadakan dan muncul bareng dengan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla.
26.11.09
Membaca Rambu Berbahasa Inggris di Bekasi
Kalau kita berkendaraan mendekati perempatan Jalan Achmad Yani dari arah Jalan K.H Noer Ali (Kali Malang), persis di depan Bekasi Cyber Park, kita akan mendapatkan rambu lalu lintas dalam dua bahasa, Indonesia dan Inggris. Selain di tempat tersebut, beberapa rambu serupa dapat dijumpai di dekat jembatan penyeberangan, tidak jauh dari Giant Hypermart, dan jalan Chairil Anwar (depan DPRD Kota Bekasi). Hal ini tentu saja menarik perhatian karena menimbulkan pertanyaan mengenai siapa yang menjadi sasaran pemasangan rambu lalu lintas dalam dua bahasa tersebut?.
Pada rambu yang berada di depan Bekasi Cyber Park, tertulis arah terus (Straight) menuju kantor Polres Metro Bekasi (Police Office of Bekasi), DPRD Kota Bekasi (Local House of Representative of Bekasi Municipality), belok kanan (Turn Right) ke Bogor (Bogor City), dan belok kiri (Turn Left) ke Kantor Walikota (Mayor Office of Bekasi) dan Asrama haji Jawa Barat (Hajj Dormitory of West Java).
Melihat penggunaan bahasa Inggris pada rambu-rambu tersebut maka kita bisa langsung menebak bahwa hal tersebut bukan ditujukan bagi para pelancong asing yang sedang berkunjung ke Bekasi. Lalu siapa target dari rambu lalu lintas ini? Melihat objeknya adalah kantor-kantor pemerintahan di kota Bekasi, diperkirakan sasarannya adalah orang asing yang akan berkunjung ke tempat-tempat tersebut. Dijadikannya kantor-kantor pemerintahan sebagai objek pada rambu tersebut sepertinya menegaskan bahwa Bekasi bukanlah daerah tujuan wisata. Kalau saja Bekasi merupakan daerah tujuan wisata, maka objek yang dicantumkan dalam rambu lalu lintas bisa jadi berupa museum atau monumen bersejarah.
Tidak ada yang keliru dengan penggunaan rambu lalu lintas dalam bahasa Indonesia dan Inggris tersebut, karena hal tersebut justru memperlihatkan sikap tanggap Pemerintah Kota dalam merespon perkembangan di kota Bekasi. Sebagai salah daerah yang berbatasan langsung dengan wilayah ibukota DKI Jakarta, saat ini memang telah mengalami kemajuan yang begitu pesat. Infrastruktur, sarana dan prasarana terus dibenahi guna terus menggulirkan roda perekonomian dan memberikan kenyamanan bagi warga penghuninya. Kondisi ini tak pelak menjadikan Bekasi sebagai daerah penyeimbang Jakarta, yang perkembangannya tidak ketinggalan dengan ibu kota negara.
Hal positif lainnya dari adanya rambu dua bahasa tersebut adalah terdorongnya pemahaman warga Bekasi mengenai perkembangan kotanya menjadi sebuah kota internasional. Untuk itu warga Bekasi pun tampaknya sudah harus membiasakan diri berbahasa Inggris agar tidak kagok jika berbicara dengan orang asing yang menggunakan bahasa tersebut.
Mengenai penggunaan kata dalam bahasa Inggris, hal tersebut sebenarnya sudah tidak asing lagi bagi warga Bekasi. Lihat saja pusat-pusat perbelanjaan di sekitar pintu tol Bekasi Barat yang telah menggunakan bahasa Inggris semua seperti Bekasi Square Mall, Mall Metropolitan, Giant Hypermart dan Bekasi Cyber Park. Bahkan kalau anda memasuki area bioskop Cinema XXI di Giant, akan didapatkan keterangan tentang berbagai tempat dalam Inggris. Kalau diperhatikan lebih lanjut, di seputaran Pintu Tol Bekasi Barat tersebut, hanya SPBU Pertamina dan restoran sunda Pajajaran saja yang belum menyesuaikan namanya ke dalam bahasa Inggris.
Tentu saja tolok ukur berubahnya suatu kota menjadi kota internasional bukan semata banyaknya penggunaan bahasa asing. Terdapat berbagai tolok ukur lain yang mesti digunakan. Beberapa daiantaranya adalah ketersediaan infrastruktur bertaraf internasional yang memudahkan mobilitas dan akses informasi bagi masyarakat.
Mengenai hal di atas, masih banyak kekurangan yang mesti dibangun dan diwujudkan. Misalnya pembangunan jalan yang dapat menghubungkan satu kawasan industri dengan kawasan lain, pembangunan pelabuhan laut internasional dan pembangunan sarana komunikasi yang memudahkan cara kerja aparat pemerintah dan memberikan akses warga Bekasi untuk menjelajah dunia maya. Khusus pembangunan sarana komunikasi ini, malah dipandang perlu untuk membangun suatu kawasan free hot spot dimana warga secara gratis memperoleh akses internet (suatu hal yang tentunya sangat menyenangkan para blogger jika kawasan free hot spot bisa terealisir).
Nah sambil menunggu Bekasi menjadi sebuah kota internasional, tampaknya secara bertahap warga Bekasi bisa mulai belajar dan memperlancar penggunaan bahasa asing.
Pada rambu yang berada di depan Bekasi Cyber Park, tertulis arah terus (Straight) menuju kantor Polres Metro Bekasi (Police Office of Bekasi), DPRD Kota Bekasi (Local House of Representative of Bekasi Municipality), belok kanan (Turn Right) ke Bogor (Bogor City), dan belok kiri (Turn Left) ke Kantor Walikota (Mayor Office of Bekasi) dan Asrama haji Jawa Barat (Hajj Dormitory of West Java).
Melihat penggunaan bahasa Inggris pada rambu-rambu tersebut maka kita bisa langsung menebak bahwa hal tersebut bukan ditujukan bagi para pelancong asing yang sedang berkunjung ke Bekasi. Lalu siapa target dari rambu lalu lintas ini? Melihat objeknya adalah kantor-kantor pemerintahan di kota Bekasi, diperkirakan sasarannya adalah orang asing yang akan berkunjung ke tempat-tempat tersebut. Dijadikannya kantor-kantor pemerintahan sebagai objek pada rambu tersebut sepertinya menegaskan bahwa Bekasi bukanlah daerah tujuan wisata. Kalau saja Bekasi merupakan daerah tujuan wisata, maka objek yang dicantumkan dalam rambu lalu lintas bisa jadi berupa museum atau monumen bersejarah.
Hal positif lainnya dari adanya rambu dua bahasa tersebut adalah terdorongnya pemahaman warga Bekasi mengenai perkembangan kotanya menjadi sebuah kota internasional. Untuk itu warga Bekasi pun tampaknya sudah harus membiasakan diri berbahasa Inggris agar tidak kagok jika berbicara dengan orang asing yang menggunakan bahasa tersebut.
Mengenai penggunaan kata dalam bahasa Inggris, hal tersebut sebenarnya sudah tidak asing lagi bagi warga Bekasi. Lihat saja pusat-pusat perbelanjaan di sekitar pintu tol Bekasi Barat yang telah menggunakan bahasa Inggris semua seperti Bekasi Square Mall, Mall Metropolitan, Giant Hypermart dan Bekasi Cyber Park. Bahkan kalau anda memasuki area bioskop Cinema XXI di Giant, akan didapatkan keterangan tentang berbagai tempat dalam Inggris. Kalau diperhatikan lebih lanjut, di seputaran Pintu Tol Bekasi Barat tersebut, hanya SPBU Pertamina dan restoran sunda Pajajaran saja yang belum menyesuaikan namanya ke dalam bahasa Inggris.
Tentu saja tolok ukur berubahnya suatu kota menjadi kota internasional bukan semata banyaknya penggunaan bahasa asing. Terdapat berbagai tolok ukur lain yang mesti digunakan. Beberapa daiantaranya adalah ketersediaan infrastruktur bertaraf internasional yang memudahkan mobilitas dan akses informasi bagi masyarakat.
Mengenai hal di atas, masih banyak kekurangan yang mesti dibangun dan diwujudkan. Misalnya pembangunan jalan yang dapat menghubungkan satu kawasan industri dengan kawasan lain, pembangunan pelabuhan laut internasional dan pembangunan sarana komunikasi yang memudahkan cara kerja aparat pemerintah dan memberikan akses warga Bekasi untuk menjelajah dunia maya. Khusus pembangunan sarana komunikasi ini, malah dipandang perlu untuk membangun suatu kawasan free hot spot dimana warga secara gratis memperoleh akses internet (suatu hal yang tentunya sangat menyenangkan para blogger jika kawasan free hot spot bisa terealisir).
Nah sambil menunggu Bekasi menjadi sebuah kota internasional, tampaknya secara bertahap warga Bekasi bisa mulai belajar dan memperlancar penggunaan bahasa asing.
4.10.09
Ketika Petugas Tol Berbatik
Jumat 2 Oktober 2009 sepertinya menjadi hari yang istimewa dimana banyak orang ramai-ramai mengenakan batik. Para kaum lelaki yang mengenakan batik terlihat lebih ganteng dan rapih, adapun kaum perempuannya semakin cantik dalam balutan batik. Seorang teman yang jarang mengenakan batik sampai berkomentar “wah rupanya hari ini ada resepsi nasional ya sehingga banyak yang berbatik”.Sebenarnya hari Jumat tersebut tidak ada hajatan nasional, masyarakat Indonesia justru sedang bersedih dengan musibah gempa yang menimpa saudara-saudaranya di Padang, Jambi dan berbagai wilayah lain di Sumatera. Namun hari Jumat tersebut dirayakan dengan mengenakan batik secara serempak guna menyambut penetapan UNESCO yang menyatakan batik sebagai warisan budaya dunia yang berasal dari Indonesia. Masyarakat Indonesia patut bergembira karena akhirnya batik diakui sebagai warisan Indonesia alias milik Indonesia.
Dari sekian banyak anggota masyarakat Indonesia yang mengenakan batik, salah satunya adalah Mas Abdurrachman, petugas pintu tol Pondok Gede Timur. Jika pada hari-hari biasa Mas Abdurrachman mengenakan seragam biru muda khas Jasa Marga, maka pada hari itu ia mengenakan batik warna coklat. Nampaknya batik tersebut masih baru dan hanya dipakai khusus pada hari Jumat tersebut.
Sebetulnya saya ingin bertanya lebih lanjut mengenai alasannya ikutan berbatik di hari Jumat tersebut, tapi karena antrian kendaraan di belakang sudah memanjang, dari pada diklakson rama-ramai, saya putuskan hanya untuk mengambil gambarnya. Bukankah lewat gambar kita juga bisa bercerita lebih banyak ?
Dari gambar yang diambil sepersekian detik, terlihat Mas Abdurrachman yang sedang tersenyum. Tampaknya ia sangat gembira bisa turut serta dalam hari batik dan memperlihatkan kecintaannya akan salah satu produk budaya nasional.
Respon yang luar biasa seperti yang diperlihatkan mas Abdurrachman kiranya patut diapresiasi dengan baik. Namun seperti kebiasaan masyarakat kita yang cenderung bersikap responsif dalam menanggapi suatu permasalahan dan hangat-hangat tahi ayam dalam melakukan sesuatu, maka saya berharap agar “batik day” tidak diartikan secara sempit yaitu berbatik ke kantor hanya pada tanggal 2 Oktober alias setahun sekali.
Makna “batik day” hendaknya dipahami secara lebih luas sebagai upaya untuk mewarisi budaya nasional. Sebagai ahli waris yang sah, masyarakat Indonesia tentunya dapat memelihara tradisi membuat dan mengenakan batik dalam kehidupan sehari-hari. Bukan hanya berbatik ketika ada klaim dari negara lain.
Kenapa hal di atas saya kemukakan ? karena dari pengamatan sekilas, tampak masih ada keterpaksaan dari sebagian anggota masyarakat dalam berbatik ke kantor atau kegiatan lainnya. Sebagai contoh, dalam bincang-bincang di sebuah stasiun radio, seorang pendengar dengan polos mengatakan bahwa ia berbatik ke kantor karena ada perintah dari atasannya dan kalau ia menolak mengenakan batik, ia khawatir gajinya akan dipotong.
Saya yakin apa yang disampaikan pendengar radio tersebut jujur dan saya yakin apa yang dikemukakannya mewakili orang-orang yang terpaksa berbatik, terutama saat berkantor. Mereka mungkin kurang nyaman dan merasa batik hanya cocok untuk acara resepsi. Padahal kalau kita melihat busana batik dewasa ini, maka kita akan melihat bagaimana batik telah dikemas lebih gaul dan cocok digunakan dalam berbagai kesempatan. Bahkan bagi mereka yang terbiasa nge-jeans, batik pun bisa dipadukan penggunaannya.
Lebih jauh, dengan mengenakan batik dalam kegiatan sehari-hari, kita bukan saja memelihara budaya nasional, tetapi pada saat bersamaan menghidupkan perekonomian khususnya industri batik. Pengerajin batik akan tertolong dengan besarnya pesanan yang terus masuk dan tidak khawatir pasar batik dikuasai asing. Disini terlihat adanya guliran-guliran dari penggunaan batik dan bukan sekedar mewarisi tanpa memberikan nilai ekonomis ataupun nilai tambah lainnya.
Dengan alasan tersebut di atas, maka sebenarnya tidak ada alasan untuk hanya berbatik (ke kantor) setahun sekali. Setiap minggu kita bisa berbatik, bahkan jika perlu 2-3 hari dalam seminggu. Sehingga kita bisa ber”batik day” setiap minggu. Bukankah begitu rekan-rekan ?
Subscribe to:
Posts (Atom)
