Showing posts with label kesehatan. Show all posts
Showing posts with label kesehatan. Show all posts

31.5.11

World No Tobacco Day

Maksud hati mau posting re hari tanpa tembakau sedunia ke http://arishu.blogspot.com tapi karena salah ketik alamat email, jadilah postingan tersebut terikirm ke http://blogkumpulanhumor.blogspot.com.

Tapi setelah pikir2 kembali, kayaknya posting re hari tanpa tembakau sedunia di blog kumpulan humor ternyata pas juga.

Kenapa? Karena peringatan hari tanpa tembakau sedunia seperti lelucon belaka, lucu-lucuan kata bang Mamat dari Babelan. Kenapa lucu? Ya karena peringatan ini cuma jadi bahan tertawaan para perokok dan pedagang rokok serta para petani tembakau.

Lah kalau semua orang terus berhenti merokok, berarti tembakau tidak lagi laku. Petani tembakau tidak akan lagi menanam tembakau. Pabrik rokok terancam tutup. Buruh pabrik bisa di PHK. Sementara itu berbagai konser musik dan kegiatan olah raga yang disponsori pabrik rokok tidak akan berjalan.

Jadi elo tidak mendukung kampanye tanpa tembakau? Apa karena elo seorang perokok, sergah seorang aktivis ketika membaca argumen di atas.

Sabar, saya juga mendukung gerakan dunia tanpa tembakau. Apalagi saya bukan perokok. Saya berhenti merokok sejak 10 tahun lalu. Bukan karena tidak sanggup beli rokok, tapi karena kesadaran sendiri agar badan lebih sehat (suatu argumen yang sering dipatahkan oleh argumen lain "ach gw ngerokok juga sehat2 aja").

Saya cuma kurang sependapat jika kampanye anti tembakau dilakukan sekedar kampanye lewat poster tanpa aksi nyata yang mendorong berkurangnya penggunanaan tembakau.

Maksood elo?

Ya coba donk kampanye lebih cerdas, misalnya buat acara gerakan anti tembakau ke sekolah2, tentunya tanpa sponsor perusahaan rokok.

Bukan rahasia lagi bahwa merokok sekarang ini sudah dimulai di usia muda, sudah menyentuh anak sekolah dasar dan menengah pertama. Jumlah perokok di kalangan anak sekolah ini semakin besar jumlahnya..

Anak2 sekolah merokok karena awalnya ikut2an, lama2 jadi kebiasaan. Kalau ini bisa dicegah, dapat diperkirakan jumlah anak2 sekolah yang merokok karena ikut2an akan berkurang. Kalau anak2 tersebut sudah dewasa dan ingin merokok, itu cerita lain. Bagi saya itu merupakan pilihan mereka sendiri sebagai orang dewasa. Bagaimanapun, hidup adalah pilihan.

Salam anti tembakau

dikirim lewat BlackBerry® oleh pemilik blog http://arisheruutomo.com

28.10.10

Sumpah Pemuda dan Om Jay

Hari ini, 28 Oktober 2010, segenap bangsa Indonesia memperingati hari Sumpah Pemuda ke-82. Peringatan umumnya dilaksanakan dengan menggelar upacara di kantor-kantor instansi pemerintah dan sekolah-sekolah, salah satunya adalah sekolah dimana penasihat be-blog Wijaya Kusuma alias Om Jay bertugas.

Karena malamnya habis menghadiri acara presentasi dari pakar marketing Hermawan Kertajaya, jadinya Om Jay terlambat bangun dan mesti terburu-buru ke sekolah. Meski terlambat sedikit, untungnya Om Jay masih bisa mengikuti upacara, bahkan sempat berfoto-foto dan menjadikannya postingan di sini.

Tapi sebenarnya bukan soal upacara Sumpah Pemuda yang ingin saya ceritakan disini. Saya hanya ingin memberitahukan ke teman-teman blogger bahwa bertepatan dengan hari nasional yang jatuh setiap tanggal 28 Oktober, ternyata Om Jay juga berulang tahun. Tahun 2010 ini katanya sih ulang tahun yang ke-17. Selamat ulang tahun ya Om Jay, semoga panjang umur dan selalu diberikan nikmat sehat serta berkah yang melimpah. Maaf saya lupa memberikan kado untuk Om Jay (padahal tahun lalu ketika saya berulang tahun Om Jay memberikan kado untuk saya).

Meski tidak ada kado khusus dari pemerintah, pastinya Om Jay senang ulang tahunnya bertepatan dengan hari nasional. Selain dirayakan (secara tidak langsung) oleh banyak orang, tanggal ulang tahun juga menjadi lebih mudah diingat oleh teman-teman dan kerabat.

O ya khusus ulang tahun ini, sebenarnya saya diam-diam telah mencoba melacak identitas Om Jay yang sesungguhnya, khususnya yang terkait dengan profesinya selain sebagai guru dan blogger. Dari penelusuran di berbagai tempat, ternyata Om Jay ini juga berprofesi sebagai pengusaha. Tidak percaya? Lihat saja foto-foto di bawah ini.

Toko obat Wijaya Kusuma

Toko batik Wijayakusuma

Selain itu, dari perbincangan santai saat mengikuti peringatan Soempah Pemoeda digital di gedung Stovia, Om Jay mengatakan kepada saya bahwa ia sekarang telah menjadi dosen honorer untuk mata kuliah enterpreneuship di UNJ STMIK Muhammadiyah Jakarta (depan TB Gramedia Matraman). Om Jay juga menambahkan bahwa untuk melaksanakan kegiatan mengajar tersebut ia akan memperoleh bantuan dari Mas Rawi Wahyudiono, seorang pengusaha komputer yang juga pengurus blogger Bekasi. Wah selamat ya Om Jay atas tugas barunya, semoga semakin sukses dan jangan lupa untuk tetap ngeblog.

Diposting dalam kategori kesehatan (karena senyum itu sehat) sebagai kado ulang tahun Om Jay. Kalau ada kesamaan nama toko dan tokoh mungkin hanya kebetulan semata. Untuk itu hanya Om Jay yang bisa menjelaskan.

19.7.10

Kopdar Jalan Raya ala Blogger Bekasi

Minggu 18 Juli 2010, sekitar jam 04.00, Mas Kribo dari Genada Sound System sudah menelpon saya bahwa ia sudah tiba di lokasi senam aerobik dan menanyakan dimana akan diletakkan speaker untuk senam. Dengan mata masih terkantuk-kantuk, saya bilang agar speaker-speaker tersebut di letakkan di trotoar saja. Kita akan senam di jalan raya, sehingga lebih pas jika speaker di pasang di trotoar dibanding di halaman gedung.

Mas Kribo ini (saya tidak tahu nama aslinya karena ketika ditanya dia hanya bilang panggil saja Kribo) adalah anak buah Pak Eko Petruk (lagi-lagi saya belum tahu nama aslinya) pemilik Genada Sound System yang berlokasi di Rawa Lumbu yang membantu menyewakan perangkat sound system dan mencari instruktur senam aerobik.

Setelah subuhan dan urusan pagi hari selesai, maka sekitar sekitar jam 05.45 saya dan keluarga meluncur ke lokasi Car Free Day (CFD) di jalan Ahmad Yani, Bekasi. Baru saja berada di dekat Bekasi Central Park, masuk pesan BBM dari Mas Eko Eshape “Mas Aris sudah dimana? Saya dan mas Amril lagi bayar tol nich”. “Saya sudah di depan BCP mas, kita ketemu di lokasi ya”, jawab saya.

Tidak lama kemudian saya pun tiba di lokasi. Jalanan masih terlihat lengang, belum banyak yang memulai aktivitas berolah raga. Saya lihat Mas Rawi (Ketua Panitia HUT ke-1 be-Blog) sudah berdiri di depan kantor tempat lokasi senam. Tak lama berselang datang Om Jay beserta putrinya Intan. Kali ini Om Jay tidak mengenakan peci kebesarannya, sehingga sempat membuat Kiki, anak saya, sedikit pangling, “Ayah, itu Om Jay ya … kok beda sich?”.

Menyusul kedatangan Om Jay, tiba Mas Eko Eshape dan Mas Amril beserta putranya, Rizky. “wah pas nich tempatnya disini, kalau ditempat semula di depan kantor walikota, suara speaker kita akan kalah dengan bunyi speaker acara HUT Koperasi”, ujar Mas Eko. “iya mas, ini blessing in disguise dari tidak jalannya Plan A. Sebenarnya kita rencanakan tempat senam di depan pemkot. Tapi sampai H-2 pegawai pemkot yang dimintakan bantuan tidak memberikan tanggap dan tidak bisa dihubungi sama sekali” ujar saya mencoba menjelaskan. “Sementara Coca Cola yang semula mau kasih pinjaman sound system, batal karena tidak ada surat pemberitahuan dari Pemkot. Pihak Coca Cola khawatir acara CFD akan sepi seperti waktu tanggal 20 Juni 2010” saya mencoba memberikan tambahan penjelasan.

Mendengar omongan saya, Mas Eko dan Mas Amril cuma senyum-senyum saja seolah mau bilang “yach orang Pemkot kan emang begitu. Gak bisa dipegang omongannya. Bilangnya gak ada acara lain ternyata ada acara HUT Koperasi. Untung be-Blog bukan “the A Team” yang gak punya Plan lain”.

Sambil menunggu para peserta senam lainnya, kami pun kemudian memanfaat waktu untuk berbincang dan bermain bola. Tak lama kemudian datang rombongan Ibote dengan kaos seragamnya yang keren. Waktu sudah menunjukkan pukul 06.50 namun belum banyak yang berkumpul di lokasi. Mungkin mereka menunggu di depan kantor walikota seperti pengumuman di internet.

Tak ada akar rotan pun jadi, belum banyak yang berkumpul yang ada pun jadi. Maka begitu alunan musik pengiring senam diperdengarkan, lewat pengeras suara, instruktur senam Mbak Dini langsung mengundang para peserta yang mungkin masih berada di tempat lain dan para pejalan kaki untuk bersenam aerobik bersama. Hasilnya banyak yang kemudian ikut bergabung, sehingga sesuai rencana tepat pukul 07.00 senam pun di mulai.

Diawali dengan senam peregangan kemudian dilanjutkan dengan senam pernafasan, para peserta senam aerobik pun kemudian diajak untuk bergoyang menggerakkan badan. Tak pelak lagi keringat pun bercucuran dan badan terasa lebih segar.

Usai bersenam pagi, sebagian ada yang langsung menyantap bubur mie jawara yang lezat. Yang meski agak datang terlambat tapi disambut antusias oleh para peserta yang sudah agak lapar, maklum banyak yang belum sarapan.

Sementara itu, sesuai tradisi blogger, kesempatan ini juga digunakan untuk berfoto ria di jalan raya. Lihat latar belakangnya gedung yang ada kincir anginnya, sepertinya para blogger Bekasi sedang kopdaran di Belanda.

Usai berfoto-foto, sebagian bermain bola di jalan raya. Wuah pokoknya gak ada capeknya dech. Padahal senam aerobik selama 1 jam sudah cukup menguras tenaga.



Alhamdulliah kegiatan pertama Ultah ke-1 Be-Blog yang digelar teman-teman blogger Bekasi telah berjalan dengan baik. Semua peserta, baik blogger maupun non-blogger, tersenyum riang dan pulang dengan badan segar. Kegiatan kopi darat ini mungkin bisa dicatat sebagai kopdaran unik pertama yang dilakukan di tengah jalan raya. Kegiatan ini juga sekaligus bisa menghapus kesan bahwa kopdaran sebuah Komunitas Blogger tidak harus selalu dilakukan di mall, restoran atau cafe, di jalan raya pun OK.

31.5.10

Tip Berhenti Merokok

Setiap tanggal 31 Mei 2010 diperingati sebagai Hari Tanpa Tembakau (World No Tobbaco Day). Diperkenalkan pertama kali oleh Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization) pada tahun 1987, gerakan ini bertujuan untuk mengingatkan masyarakat global akan bahaya merokok bagi kesehatan manusia. Karena itu melalui peringatan ini diharapkan para perokok dapat menghentikan konsumsi tembakau selama sehari penuh.

Tapi apakah peringatan tersebut efektif untuk menghentikan kebiasaan para perokok untuk tidak mengkonsumsi tembakau? Tampaknya tidak, masih sulit bagi para perokok untuk berhenti merokok selama sehari. Sebagai contoh ketika menanti KRL di Stasiun Bekasi, saya melihat banyak calon penumpang yang dengan santainya mengisap rokok dan mengembulkan asap rokok tanpa peduli calon penumpang lainnya. Bisa jadi si calon penumpang tersebut tidak tahu kalau hari ini adalah Hari Tanpa Tembakau, tapi walaupun tahu, saya tidak yakin ia tidak akan merokok.

Pantauan lain saya lihat di kantin kantor tempat saya bekerja. Dari obrolan dengan teman-teman, banyak yang tahu kalau hari ini adalah Hari Tanpa Tembakau alias Hari Dilarang Merokok. Tapi mereka tidak dapat mengikuti himbauan tersebut karena kalau tidak merokok seperti ada sesuatu hal yang hilang, tidak bisa berkonsentrasi dalam bekerja dan sebagainya.

Jadi bagaimana cara yang efektif untuk menghentikan kebiasaan merokok? Dari pengalaman saya yang berhasil berhenti merokok secara total sejak tahun 2000 (10 tahun), hanya ada satu tip untuk berhenti merokok efektif yaitu mulai SEKARANG JUGA dan SEKALIGUS, tidak perlu sedikit demi sedikit. jadi tunggu apa lagi, kalau anda berniat berhenti merokok, lakukan sekarang juga dan sekaligus.

28.11.09

Bekasi Peduli AIDS

Bukan karena seorang dokter jika Mbak Ajeng kemudian mempelopori kontes SEO Bekasi Peduli AIDS, tetapi lebih karena kekhawatiran akan penyebaran virus AIDS yang terus meluas. Kekhawatian tersebut sangat beralasan karena di Bekasi saja jumlah penderita AIDS terus meningkat setiap tahunnya. Data Komisi Penanggulangan AIDS Kota Bekasi pada bulan Maret 2009 misalnya memperlihatkan bahwa selama satu tahun terakhir jumlah penderita bertambah sebanyak 162 orang, sehingga jumlah penderita yang tergolong ODHA (orang dengan HIV/AIDS) yang masih hidup sebanyak 1.060 orang.

Memperhatikan data seperti tersebut di atas, sudah selayaknya jika gagasan Mbak Ajeng mengonlinekan Bekasi Peduli AIDS disambut positif. Apalagi hal ini sejalan dengan Hari AIDS sedunia yang bertemakan “Hentikan AIDS, Jaga Janjinya” dan jatuh pada 1 Desember. Melalui kontes SEO Bekasi Peduli AIDS oleh Komunitas Blogger Bekasi (be-Blog), blogger memperlihatkan kepedulian terhadap AIDS dan mendukung pemerintah dalam melaksanakan pemberantasan AIDS.

Dengan tema lomba “Hentikan Penyebaran AIDS di wilayah Bekasi dan Blogger siap mejadi DUTA AIDS” memperlihatkan harapan agar blogger dapat membantu menumbuhkan kesadaran masyarakat mencegah ancaman bahaya AIDS sejak dini dan menjauhkan diri, keluarga, kerabat dan sahabatnya dari kegiatan yang menyebabkan terjadinya penularan virus HIV/AIDS seperti penggunaan jarum suntik dan seks.

“Jaga janji dan Duta AIDS” merupakan dua kata kunci dalam suksesnya penanggulangan penyebaran virus HIV/AIDS. Hal ini tidak terlepas dari kenyataan bahwa pada umumnya korban HIV/AIDS adalah para pengguna obat-obatan terlarang, misalnya lewat jarum suntik, sehingga peran Duta AIDS akan sangat penting dalam menjaga janji mantan pengguna obat terlarang agar tidak kembali menjadi pengguna. Karenanya pula seorang Duta AIDS harus bisa bertindak menjauhkan virus HIV/AIDS daripada menjauhi orangnya.

Dalam kaitan ini, meski keberadaan seorang Duta AIDS sangat diperlukan untuk memberikan penyuluhan dan penyadaran serta bersahabat kepada mereka-mereka yang telah menjadi korban, namun harus tetap diingat bahwa tidak semua orang siap untuk menjadi Duta AIDS. Setidaknya ada beberapa alasan ketidaaksiapan seseorang menjadi Duta AIDS seperti masih munculnya kekhawatiran tertular virus ataupun takut dijauhi keluarga karena berdekat-dekatan dengan korban HIV/AIDS.

Mengingat beratnya tugas seorang Duta AIDS, maka yang bersangkutan sebelum melaksanakan tugasnya jelas dituntut untuk memahami lebih lanjut mengenai HIV/AIDS dan penyebaran virusnya. Selain itu diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih luas kepada orang di sekelilingnya seperti keluarga dan sahabat, sehingga tidak muncul kekhawatiran ketika seorang Duta AIDS terjung ke lapangan. Tantangan yang tidak mudah, karenanya kontes SEO Bekasi Peduli AIDS oleh be-Blog sesungguhnya baru awal dari pemahaman akan penyakit yang membahayakan tersebut dan upaya-upaya pencegahannya.

Salam be-Blog, Salam Bekasi Peduli AIDS

16.9.08

Senyum

Sudahkan anda tersenyum hari ini? Kalau belum, segeralah tersenyum sebelum bos anda menegur. Segeralah perbanyak senyum karena senyum itu akan menyehatkan anda, senyum itu merupakan ibadah dan senyum juga memperlihatkan ketulusan dan ketegaran. Tapi jangan salah tempat dan waktu, karena kalau anda senyum-senyum sendiri dan apalagi tidak ada orang yang diajak tersenyum, maka bisa saja anda dianggap kurang waras.

Berbeda dengan tertawa yang bisa terbahak-bahak dan hampir memperlihatkan keseluruhan gigi anda, maka tersenyum cukup dilakukan dengan menarik garis di kedua bibir ke atas. Jadi kalau anda lupa bergosok gigi, jangan khawatir karena anda masih bisa tetap tersenyum. Saat anda tengah terjebak ditengah kemacetan ataupun kendaraan anda disalip kendaraan lain pun, anda masih bisa tetap tersenyum.

Anda pernah lihat senyum Monalisa yang terkesan misterius?. Senyum Presiden SBY yang penuh pesona atau senyum Jubir Presiden Andi Mallarangen yang disukai ibu-ibu?. Ibarat buah-buahan, ternyata senyum juga bermacam-macam. Ada senyum manis, senyum kecut, senyum sinis, senyum ketus, senyum basa-basi, senyum pedih, senyum perih atau senyum ikhlas. Terserah mana yang akan anda pilih.

Apapun senyum anda, yang penting mulailah hidup anda dengan senyum iklahs maka dunia akan tersenyum ramah kepada anda.

Selamat pagi/siang bos, hari ini saya sudah tersenyum. Kalaupun senyum saya tidak lebar, mungkin karena tidak ada THR. Saya juga tidak bisa tersenyum lebar, karena prihatin atas banyaknya korban tewas saat berebut jatah zakat.

14.3.08

Tertidur

Yang namanya ngantuk, apalagi kalau masuk kategori ngantuk berat, bisa jadi akan membuat kita mudah tertidur. Karena mengantuk pula seseorang bisa tertidur saat rapat, menghadiri kuliah, mendengarkan kutbah ataupun saat berada di emperan. Kantuk pun tidak membedakan apakah seseorang itu pejabat, mahasiswa, ibu rumah tangga ataupun seorang tuna wisma.

Tapi kalau anda seorang pejabat, berhati-hatilah untuk memilih saat tertidur. Salah-salah bisa menjadi sasaran fotografer atau orang iseng yang ingin mengabadikan momen anda tertidur, seperti pada foto anggota DPR yang tertidur saat bersidang. Sebagai anggota parlemen yang terhormat dan tentu saja sebagai pejabat publik, tertidur saat sidang tentu saja memalukan. Wong digaji mahal-mahal untuk membahas berbagai kepentingan masyarakat, lho kok malah tertidur. Sepertinya tidak ada hal-hal yang mesti diperjuangkan.

Tidak berbeda dengan anggota DPR yang terabadikan saat bersidang, Menlu Ceko Karel Schwarzenberg pun tertangkap kamera saat tertidur ketika menghadiri pemilihan presiden dan debat yang berkepanjangan. Serunya lagi, foto Menlu Schwarzenberg tertidur justru dijadikan iklan minuman berenergi Kamikaze.


Tentu saja kemudian muncul perdebatan mengenai pemuatan foto tersebut. Dewan Standar Periklanan berpandangan bahwa pemuatan foto pejabat publik untuk iklan komersial telah melanggar kode etik. Karenanya meminta agar bilbor yang memuat iklan tersebut diturunkan. Anehnya Menlu Schwazenberg sendiri justru tidak berkeberatan dengan iklan tersebut, bahkan mengakui bahwa dirinya memang tertidur saat itu. ”Biarkan masyarakat terhibur” begitu komentarnya.

Menurut anda, bolehkah atau etiskah seorang pejabat publik tertidur saat menjalankan tugas? Lalu bolehkah atau etiskah pejabat publik tampil dalam iklan komersial?

5.2.08

Larangan Merokok

Kenapa ketika ada larangan merokok di gedung dan tempat umum di Jakarta, larangan tersebut seolah tidak berlaku di gedung PBNU? Apakah para kyai NU tidak bisa memahami peringatan NO SMOKING! yang dipasang di berbagai gedung. Kedua pertanyaan tersebut saya dapat dari Mas Muhammad Khusen Yusuf (mudah-mudahan tidak salah menulis ejaannya) yang menyinggung perilaku warga NU yang mayoritas ahli hisab (tukang hisap rokok).

Kalau Mas Yusuf berhasil mendapatkan jawaban mengenai alasan kyai NU tetap merokok di kawasan NO SMOKING!, maka saya hingga kini belum memperoleh alasan yang tepat kenapa para ahli hisab di kantor saya kembali klepas-klepus di ruangan kerja, meski jelas-jelas larangan merokok yang dikeluarkan setahun lalu masih berlaku.

Ketika setahun lalu larangan merokok yang ditandatangani Wakil Kepala Kantor diberlakukan, larangan tersebut disambut dengan hangat oleh para penghuni kantor yang bukan perokok. Sementara bagi para perokok, tidak terdapat pilihan selain mengikuti aturan, merokok ditempat yang telah ditentukan yaitu ruang dapur di lantai dasar atau di luar gedung. Hasilnya selama beberapa bulan kawasan kantor menjadi bersih, bebas dari asap tembakau dan puntung rokok.

Namun seperti yang biasa didengar bahwa sebuah peraturan dibuat untuk kemudian dilanggar, maka secara perlahan aturan larangan merokok pun diam-diam dilanggar oleh para ahli hisab. Awalnya hanya 1-2 orang yang diam-diam merokok di ruang kerjanya (yang sebetulnya merupakan bagian dari kawasan NO SMOKING). Karena tidak ada yang menegur, tindakan merokok di ruang kerja akhirnya diikuti para ahli hisab lainnya. Bahkan ada yang mulai terang-terangan merokok di kawasan NO SMOKING lainnya.

Bagi para ahli hisab, tindakan merokok di ruangan kerja (dan seringkali berjamaah bersama para ahli hisab lainnya) mungkin lebih praktis dan mudah karena tidak perlu repot-repot turun ke ruang dapur di lantai dasar. Tapi mereka lupa bahwa aturan larangan merokok belum dicabut. Selain itu, meski ketika merokok mereka menutup pintu ruang kerja, tetapi asapnya tetap menembus celah-celah daun pintu dan menyelusup ke ruangan lain yang mestinya bebas asap rokok. Ya seperti asap kebakaran hutan di Kalimantan yang bergerak tertiup angin dan asapnya mengganggu warga, tidak saja yang berada di sekitarnya tetapi juga warga di negara tetangga.

Meski asap dan puntung rokok jelas-jelas mengganggu dan merusak kebersihan ruangan, saya tetap tidak paham alasan para ahli hisab melanggar peraturan larangan merokok yang telah ditetapkan. Saya cuma bisa mengira-ngira, mungkinkah ketika para ahli hisab tersebut sedang sebal-sebul justru mereka membayangkan dirinya sebagai kyai NU. Karena bagi kyai NU, NO SMOKING bukan berarti larangan merokok, NO SMOKING justru diartikan sebagai Nahdlatoel Oelama (ejaan lama) Smoking: area tempat orang-orang NO (NU) merokok.

18.1.08

MAAFIN si penghapus dosa

Kalau saja ada lembaga survei yang iseng mentabulasi kata-kata apa saja yang sering muncul di Indonesia akhir-akhir ini, mungkin salah satunya adalah kata “maaf”. Kata yang satu ini bisa jadi menduduki rangking teratas karena diucapkan hampir semua orang Indonesia. Selain diucapkan, kata tersebut juga dicetak di berbagai media massa, baik cetak maupun elektronik, mainstream ataupun main-main. Seolah-olah semua orang berebut untuk mengucapkan kata maaf atau mendorong orang lain untuk mengucapkan kata tersebut. Mulai dari pejabat tinggi, mantan pejabat tinggi, yang ingin menjadi pejabat ataupun mereka yang tidak bermimpi untuk menjadi pejabat.

Kalau saja lonjakan kata maaf tersebut terjadi saat Hari Raya Idul Fitri, mungkin bisa dimaklumi. Karena di saat itu, setelah menjalankan puasa selama 1 bulan, umat muslim memang diwajibkan untuk berbondong-bondong menghaturkan permohonan maaf kepada sesama umat manusia. Permintaan maaf dilakukan kepada ibu, bapak, sanak saudara, teman, kekasih, mantan kekasih, tetangga dan orang-orang yang kita kenal lainnya. Baik saat berdekatan maupun ketika jarak memisahkan.

Tetapi ketika Hari Raya Idul Fitri sudah berlalu 3 bulan yang lalu, melonjaknya permintaan maaf tentu saja mengagetkan. Sama kagetnya dengan kenaikan harga minyak mentah yang terus membumbung hingga 100 dollar AS per barel. Kalau kemudian banyak orang yang terkaget-kaget dengan pelonjakan tersebut dan kemudian tidak siap untuk menyatakan maaf, tentu saja tidak mengherankan. Memangnya gampang memaafkan begitu saja? Apalagi jika orang yang akan dimaafkan tidak pernah meminta maaf. Begitu antara lain alasan kelompok yang menolak memberikan maaf. Sementara kelompok yang lebih pemaaf tidak kalah pula argumennya dan mengemukakan bahwa Tuhan saja pemaaf, kita kok manusia tidak bisa memaafkan sesamanya.

Terlepas dari pro kontra, bagi mereka yang kreatif, pelonjakan kata maaf bisa dijadikan peluang untuk meluncurkan produk baru, misalnya odol atau salep yang bisa merangsang seseorang untuk mengeluarkan kata maaf. Odol (atau salep?) dengan merk “Maafin” misalnya, diindikasikan dapat menyembuhkan borok akibat dosa yang dipendam lama. Menurunkan panas hati dan dendam. Mengurangi kerutan diwajah karena cemberut.




Kalau anda berminat dan menanyakan kepada saya dimana bisa dibeli dan berapa harganya ? Wah mohon MAAF (beneran) saya enggak bisa menjawabnya. Wong gambar obat “Maafin” ini diperoleh begitu saja di kotak surat elektronik saya. Saya tidak tahu siapa pembuat gambar kemasan obat tersebut dan kalau ada produknya, dimana diproduksinya dan oleh siapa. Tapi kalau anda tetap penasaran untuk menggunakannya, saya sarankan untuk membuatnya sendiri mempergunakan bahan aktif yang disebutkan dalam kemasan obat tersebut. Mungkin bisa lebih murah dan manjur. Jangan lupa ikuti petunjuk pemakaiannya secara teratur.

Catatan: untuk menyelesaikan postingan ini setidaknya diperlukan 24 kata MAAF.

18.1.07

Dilarang merokok plis

Terhitung mulai 1 Januari 2007, kantor saya secara resmi memberlakukan aturan larangan merokok di tempat kerja. Aturan dikenakan bagi seluruh pegawai tanpa kecuali, termasuk pimpinan puncak, dan juga para tamu kantor. Dalam surat edaran yang ditandatangani Wakil Kepala Kantor, disebutkan bahwa larangan merokok tersebut sejalan dengan ketentuan pemerintah Belgia yang melarang siapa saja merokok di tempat kerja dan fasilitas sosial sejak awal tahun 2006 dan diperluas dengan ketentuan larangan merokok di restoran, café ataupun bar sejak awal tahun 2007 ini. Bagi pegawai yang bukan perokok, ketentuan tersebut jelas disambut hangat karena melalui larangan itu diharapkan tercipta lingkungan kerja yang lebih bersih tanpa asap rokok. Lalu bagaimana tanggapan para perokok?

Bagi para perokok, larangan tersebut pastinya terasa memberatkan. Bagaimanapun para perokok di kantor harus merubah kebiasaannya selama ini, dari merokok di tempat kerja ke tempat khusus yang disiapkan di lantai dasar (dapur) atau ke tempat parkir. Sejauh ini memang tidak ada perokok yang terang-terangan menyatakan keberatannya. Selama dua minggu terakhir ini, saya perhatikan larangan merokok dipatuhi oleh hampir seluruh perokok di kantor. Para perokok tampaknya tidak memiliki cukup alasan untuk menentang larangan merokok tersebut.

Bagaimana bisa menentang larangan merokok kalau hasil penelitian memperlihatkan bahwa merokok itu membahayakan. Menurut pernyataan dokter spesialis paru-paru dari RS Persahabatan Jakarta, dr Tjandra Yoga Aditama SpP di harian Republika, hasil penelitian menyatakan bahwa kebiasaan merokok menimbulkan 25 penyakit di tubuh manusia, mulai dari kepala hingga ujung kaki, dari stroke sampai ke penyakit gangguan di kaki. Masih menurut dr. Tjandra, dalam satu batang rokok terkandung empat ribu bahan kimia yang sebagian besar merupakan zat berbahaya. Nikotin, misalnya, kata dr. Tjandra, menimbulkan efek yang membuat penggunanya ketagihan dan berakibat buruk pada jantung. Ada juga zat berbahaya yang bernama benspirin yang bisa memacu kanker. Di luar kedua zat kimia tersebut, dr. Tjandra juga menyatakan masih banyak zat kimia lainnya yang berbahaya bagi kesehatan mereka yang menikmati rokok.

Kembali ke laptop (meminjam istilahnya pelawak Tukul), keinginan untuk mengeluarkan larangan merokok sebenarnya sudah ada sejak lama. Selain karena adanya ketentuan pemerintah Belgia yang melarang merokok di tempat kerja dan fasilitas umum pada 1 Januari 2006, juga dengan pertimbangan bahwa merokok dapat membahayakan orang-orang yang bukan perokok. Namun keinginan tersebut tidak bisa terealisir menjadi suatu ketentuan karena pimpinan tertinggi di kantor pada saat itu justru perokok berat. Beliau bisa merokok dua-tiga bungkus sehari, baik di ruang kerja, saat rapat, selesai makan ataupun di dalam kendaraan. Beliau ini tampaknya kalau tidak merokok sehari saja, sepertinya ada sesuatu yang kurang.

Dengan kondisi seperti tersebut di atas, mana mungkin untuk mengusulkan dikeluarkannya larangan merokok. Selain kemungkinan besar akan ditolak, rasanya juga tidak mungkin meminta pimpinan untuk turun ke dapur setiap kali hendak merokok (beliau berkantor di lantai tiga). Bayangkan berapa kali harus turun naik, jika beliau merokok sebanyak tiga bungkus sehari dan tiap bungkusnya berisi 20 batang rokok.

Kini pengeluaran larangan merokok menemukan momentumnya, pimpinan baru di kantor saya bukan perokok dan beliau sependapat bahwa merokok di lingkungan kerja dapat berpengaruh terhadap mereka yang bukan perokok. Selain itu, pada saat yang bersamaan pemerintah Belgia secara efektif memberlakukan pula ketentuan larangan merokok di restoran, cafe dan bar. Jadi tidak ada alasan lagi untuk menunda-nunda larangan merokok. Karenanya, untuk para perokok, mewakili pegawai bukan perokok, saya menghimbau untuk kiranya mematuhi larangan merokok dengan seksama dan dalam waktu sesingkat-singkatnya. Jakarta 17 Agustus 1945 (walah.. kok jadi seperti teks proklamasi).