Showing posts with label blog. Show all posts
Showing posts with label blog. Show all posts

28.12.10

Catatan dari Kopdar BeBlog: Menulis Melewati Tapal Batas

Baban Sarbana bisa disebut sebagai seorang blogger yang produktif. Dua tahun ngeblog sudah berhasil menerbitkan 6 buah buku yaitu “Ampuh Cerdas Tanpa Batas”, “Saldo dan Bidadari Surga”, “Lebah Cerdas on the Road, “Hati tak Bersudut”, “Blogger Ngomong Politik”, dan “Tapak Tilas Barack Obama”.

Tapi siapa sangka jika untuk menerbitkan buku pertamanya yang berjudul “Ampuh Cerdas Tanpa Batas” ia harus menunggu sekitar satu setengah tahun. Setelah melalui proses pemanggilan beberapa kali, termasuk harus mengisi rangkaian kuisoner yang diberikan penerbit, barulah buku pertamanya terbit. Siapa sangka pula jika naskah buku “Lebah Cerdas on the Road” ditolak pemilik penerbitan justru dimana ia sendiri bekerja sebagai kepala bagian di perusahaan tersebut. Ironisnya naskah buku tersebut malah diterima oleh penerbit lain dan langsung dicetak.

Sementara itu Donny Budi Utoyo (Donny BU) yang dikenal sebagai motor penggerak Internet Sehat dan pendiri ICT Watch menyampaikan pengalamannya dalam memulai gerakan Internet Sehat di Indonesia. Berbeda dengan paparan Donny BU dalam berbagai pertemuan blogger atau pengguna internet yang lebih banyak menjelaskan tentang penggunaan internet secara panjang lebar, maka di acara ini secara eksklusif (jiaah ngikut gaya tivi merah) Donny BU bercerita tentang dunia penulisan yang pada akhirnya membuat dirinya “nekad” keluar dari detik.com dan memilih mandiri dengan kegiatan internet sehatnya.

Semua paparan di atas disampaikan Baban dan Donny BU dalam acara kopi darat blogger Bekasi (BeBlog) di Bekasi Cyber Park tanggal 26 Desember 2010. Acara yang digelar dengan didahului makan siang ini (BeBlog menyiapkan voucher makan senilai Rp. 20 ribu) memang bukan sekedar kumpul-kumpul dan MEOK (makan enak omong kosong) tapi juga sekaligus syukuran keberhasilan BeBlog menjadi yang terbaik dalam Pesta Blogger 2010 kategori komunitas berbasis wilayah dan sharing penulisan guna memotivasi blogger untuk lebih rajin menulis.

Dengan gaya paparan yang khas orang Bogor, Baban menjelaskan proses kreatifnya dalam menulis dan membagi tips menembus penerbit. Menurut Baban, menulis jangan diartikan hanya sebagai kegiatan untuk membuat buku atau blog tetapi juga mencakup beragam kegiatan lainnya misalnya membuat script untuk film atau pertanyaan-pertanyaan dalam sebua kuis (kebetulan ia pernah membantu membuat soal-soal dalam acara yang dibuat Helmi Yahya).

Ditambahkan oleh Baban bahwa penyakit seorang penulis adalah “Susah untuk memulai, tetapi ketika sudah memulai, susah untuk berhenti”. Karena itu agar bisa segera menulis maka“tulis apa yang dipikirkan, jangan pikir apa yang akan dituliskan”. Gunakan semua alat bantu penulisan seperti alat rekam atau kamera untuk melengkapi tulisan dan membantu daya ingat. Segeralah menulis selagi sempat dan jangan menunda-nundanya karena bisa jadi apa yang kita lihat dan rasakan akan hilang begitu saja. Hal ini pulalah yang ia lakukan ketika berkunjung ke Amerika Serikat (AS) sebagai pemenang “the Golden Ticket”. Setiap usai melakukan kunjungan diusahakan untuk menuliskannya di blog pada hari itu juga. Dengan rajin mencatat apa yang dilihat dan menuangkan dalam tulisan di blog, maka apa yang dituliskan tersebut dapat berfungsi sebagai data yang jika sewaktu-waktu dibutuhkan dapat digunakan dan tinggal memolesnya.

Menurut Baban, untuk bisa menulis dengan baik setidaknya ada lima langkah yang bisa dilakukan yaitu T.U.L.I.S (Temukan ide, Ukir Idenya, Libatkan otak kiri dan kanan, Ilmu dan teknik penulisan dikuasai, dan Sesuaikan tulisan dengan pembaca). Denganberlatih terus menerus, proses TULIS akan bisa berjalan dengan sendirinya dan mengalir lancar ibarat air yang memancar dari mata air.

Terkait dengan tips menembus penerbit, Baban menyarankan agar seorang penulis bersikap percaya diri ketika membawa naskahnya ke penerbit. Penulis datang ke penerbit bukan untuk meminta-minta tetapi justru akan memberikan pekerjaan dan pendapatan bagi penerbit. Namun demikian penulis tidak boleh sombong seolah-olah tulisannya paling bagus dan benar.

Ditambahkan oleh Baban bahwa saat ini banyak penerbit yang mencari penulis, sebaliknya banyak penulis yang kesulitan mendapatkan penerbit. Untuk itu yang perlu dilakukan adalah mengetuk pintu penerbit dan tidak sungkan-sungkan untuk banyak bertanya. Persiapkan hal-hal teknis yang diperlukan saat membawa naskah ke penerbit. Cari penerbit yang sesuai dengan isi buku yang ingin diterbitan, karena setiap penerbitan memiliki kekhasan masing-masing. Carilah penerbit besar dan kredibel karena jika ditolak biasanya akan memperoleh penjelasan tentang alasan penolakan. Alasan penolakan tersebut bisa dijadikan masukan untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan pada naskah yang ditulis. Secara guyon Baban menambahkakan bahwa kalau ditolak penerbit besar rasanya tidak terlalu malu karena banyak saingannya :-) .

Sementara itu Donny BU menjelaskan bahwa semua kegiatan yang dilakukannya saat ini di Internet Sehat dan ICT Watch pada dasarnya berawal dari menulis. Donny BU mengisahkan bahwa sebagai seorang wartawan di detik.com, ia memang selalu dituntut untuk membuat tulisan, baik reportase maupun opini. Seiring perjalanan waktu, muncul minatnya untuk mengumpulkan data-data yang terkait dengan perkembangan internet di Indonesia seperti berapa jumlah pengguna internet, tujuan penggunaan internet hingga apa yang dicari di internet. Data-data yang dikumpulkannya ini secara berkala ditampilkan di web atau blog agar bisa dibaca banyak orang. Semakin banyak data yang diunggah semakin banyak kemungkinan dibaca banyak orang.

Secara perlahan apa yang dilakukannya ternyata menjadi modal yang dapat digunakan untuk mengembangkan kegiatan yang menghasilkan. Terlebih di Indonesia baru beberapa gelintir orang saja yang melakukan kegiatan pengumpulan data tentang pemanfaatan internet di Indonesia. Dengan modal seperti itu dilengkapi pengalaman, networking dan keyakinan yang dimiliki, Donny pun memutuskan untuk mengundurkan diri dari detik.com. Padahal di media online tersebut ia sudah menduduki posisi mapan dengan gaji yang memadai serta tawaran kendaraan roda empat jika bertahan dua tahun lagi.

Tidak banyak orang yang percaya, termasuk teman-temannya di detik.com. ketika ia memilih mundur dan berniat berdikari di dunia ICT. Keputusan yang tentu tidak mudah karena ia harus siap meloncat dari zona nyaman yang dirasakannya selama 15 tahun terakhir, ke zona lain yang belum tentu memberikan kenyamanan seperti yang telah didapatkan selama ini.

Setelah melewati masa-masa sulit selama beberapa waktu, apa yang dilakukan Donny BU kini telah membuahkan hasil. Berawal dari pesanan seorang client asal Singapura, kini Internet Sehat dan ICT Watch telah mampu melakukan banyak kegiatan dengan dukungan dari berbagai sponsor dan mampu mengirimkan stafnya ke berbagai tempat untuk mensosialisasikan kegiatan internet sehat. Agar lebih luas lagi jangkauan dari apa yang ia kerjakan, Donny dan tim Internet Sehat tengah menyiapkan modul, buku dan video yang menjelaskan perkembangan internet di Indonesia. Semua modul, buku dan video tersebut nantinya akan diunggah di internet agar banyak orang yang bisa mengaksesnya. Agar apa yang dilakukan bisa go internasional, ia pun menterjemahkan semua modul dan video tersebut ke dalam bahasa Inggris (dengan membayar tenaga penterjemah) .

Dari apa yang dipaparkan oleh dua blogger dalam bincang-bincang santai kopdaran BeBlog, terlihat adanya kesamaan kata kunci untuk maju yaitu menulis. Lewat menulis keduanya berhasil menembus sekat-sekat pembatas menuju dunia yang lebih luas. Dengan menulis, Baban Sarbana yang besar di Bogor bisa berjalan-jalan ke AS tanpa mengeluarkan biaya. Lewat menulis pula, Baban dapat melepaskan belengu dirinya setelah sempat drop out dari IPB karena sakit. Kekecewaan Baban karena drop out kuliah berhasil dilampiaskan lewat kegiatan menulis.

Sedangkan Donny BU berhasil melepaskan diri dari zona nyaman yang selama ini dirasakannya untuk loncat ke zona lain yang diharapkan lebih baik dan dengan pribadi yang lebih mandiri. Dengan menulis, ia pun bisa berbagi ke banyak orang tentang penggunaan internet dan perlunya bernternet secara sehat.

Berkaca pada keberhasilan Baban dan Donny BU, ada beberapa hal yang bisa ditarik sebagai pembelajaran antara lain menulis itu adalah suatu kegiatan yang sangat positif, bukan hanya bagi diri sendiri tetapi juga orang lain yang membacanya. Ketekunan dalam menulis, selain membuat kita mahir dalam menulis juga bisa mendorong peningkatan kapasitas pribadi untuk lebih percaya diri dalam melakukan suatu tindakan. Dan yang juga tidak kalah penting, dengan menulis kita bisa berbagi dan beramal kepada banyak orang. Insya Allah apa yang dilakukan tersebut akan mendapatkan ganjaran yang setimpal dari Allah S.W.T.

Jadi tunggu apa lagi, segera tuliskan apa yang dipikirkan, jangan pikir apa yang akan dituliskan. Kalau sudah jadi, jangan lupa posting di bloggerbekasi.com

Terima kasih untuk Baban Sarbana dan Donny Budi Utoyo atas sharingnya yang sangat bernilai. Semoga bisa tetap berbagi untuk acara-acara berikutnya.

31.10.10

Alhamdullilah Be-Blog Raih Blog Komunitas Wilayah Terbaik di Pesta Blogger 2010

Alhamdullilah, Komunitas Blogger Bekasi (Be-Blog) meraih penghargaan sebagai blog komunitas berbasis wilayah terbaik di Pesta Blogger 2010 (PB 2010) yang diselenggarakan di Epicentrum Walk, Taman Rasuna Kuningan, Jakarta, Sabtu 30 Oktober 2010. Penghargaan diserahkan oleh Vice President Media Buzzcity Ltd Michael de Souza (salah satu sponsor PB 2010) dan mantan Ketua Penyelenggara PB2010 Endah Nasution kepada saya sebagai Ketua Be-Blog. Atas kemenangan ini Be-Blog berhak atas hadiah uang sebesar Rp. 5 juta, notebook Acer dan sertfikat.

Pesta Blogger merupakan ajang kopi darat atau silaturahmi blogger berskala besar dihadiri oleh sekitar 1.000 orang blogger, penggiat sosial media dan onliners dari seluruh Indonesia. Acara kali ini merupakan pesta blogger yang keempat setelah pertama kali diselenggarakan pada tahun 2007. Berbagai acara kegiatan digelar untuk memeriahkan ajang PB2010 mulai dari pelatihan blog di berbagai daerah sejak beberapa waktu sebelumnya hingga acara puncak yang berlangsung kemarin. Pada acara puncak ini digelar acara hiburan, diskusi terbatas tentang berbagai isu dan pemberian penghargaan bagi blog-blog terbaik.

Dengan tema “Merayakan Keragaman” , Panitia PB2010 memberikan penghargaan blog terbaik sebagai bentuk apresiasi kepada individu dan kelompok yang secara konsisen memberikan inspirasi dan manfaat nyata bagi lingkungannya. Dewan juri untuk penentuan pemenang ini adalah Labibah Zain (Pendiri Forum Blogger Family (BLOGFAM), dosen dan penulis), Budi Putra (Country Editor Yahoo Indonesia), Nezar Patria (Jurnalis, Ketua Aliansi Jurnalis Independen 2008-2011), Roni Yuzirman (Founder Komunitas Tangan Di Atas) dan Najwa Shihab (News Anchor Metro TV aktif di twitter).

Sebagai blogger yang dipercaya memimpin Be-Blog, keberhasilan Be-Blog meraih predikat terbaik blog komunitas berbasis wilayah se Indonesia tentu saja sangat membanggakan dan layak disyukuri. Dalam usia muda, 1 tahun 2 bulan, kiprah Be-Blog ternyata mendapat perhatian penuh dan dinilai dapat menginspirasi dan bermanfaat bagi lingkungannya.

Namun demikian, kerja belum selesai dan tidak bisa berpuas diri begitu saja, masih banyak hal yang mesti dikerjakan untuk kemajuan komunitas dan mendorong sumbangsih be-blog yang lebih besar lagi. Karenanya selain mengucap syukur, be-Blog mesti bersiap menghadapi tantangan ke depan dalam menjadikan blog sebagai salah satu media alternatif penyampaian informasi melalui internet dan mendorong peran serta aktif masyarakat memajukan wilayahnya lewat kegiatan yang disebut sebagai jurnalisme warga.

Keinginan di atas tentu saja bukan hal yang mudah dan tidak bisa berbekal retorika dan berdebat di milis atau rapat-rapat, tapi menghilang ketika harus action. Hanya dengan semangat berbagi dari para blogger Bekasi dan teman-teman be-Blog serta potensi luar biasa yang dimiliki, tidak sekedar Omdo atau NATO (No Action Talking Only), maka segala cita-cita bersama Be-Blog akan dapat tercapai.

Sebagai penutup, selaku Ketua Be-Blog saya berterima kasih atas dukungan rekan-rekan blogger semuanya atas kebersamaan dan kerjasamanya. Mari bersama-sama kita jadikan Be-Blog agar tetap istiqomah dan selalu rendah hari serta dapat memberikan kontribusi yang lebih besar ke masyarakat lewat blog dan kegiatan offline.

Salam Kebersamaan Be-Blog

1.9.10

Anak SMP, Blogger Bekasi dan Gerakan SEO Positif

Anak SMP dan Blogger Bekasi - Berangkat dari keprihatinan akan bercokolnya gambar senonoh tentang Bekasi di internet, yang bisa memberikan gambaran yang tidak sesuai tentang Bekasi, lewat postingan “Mari mengisi tembolok Google dengan Bekasi” saya mengajak teman-teman di Komunitas Blogger Bekasi (Be-Blog) untuk membuat tulisan dengan kata dan gambar “Bekasi”. Sebuah langkah sangat kecil yang diharapkan dapat memberikan cerita sesungguhnya tentang Bekasi di dunia maya.

Keprihatinan maraknya gambar senonoh yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya juga dirasakan oleh pengelola blog Manajemen Emosi ketika menggunakan kata kunci anak SMP di mesin pencari google. Keterkaitan kata anak SMP dengan gambar dan film porno terlihat mencolok di setiap halaman Google. Hampir sebagian besar, setidaknya pada lima halaman pertama, keterangan mengenai anak smp selalu mengarah ke pornografi, mulai dari cerita anak smp melakukan hubungan seksual hingga video anak smp porno yang diunggah ke internet.

Apa yang tampil di halaman google seolah mempresentasikan bahwa anak SMP adalah objek pornografi dan komoditas yang laku diperjualbelikan. Dari link-link yang muncul, anak smp identik sekali dengan bisnis esek-esek di internet yang dilakukan oleh orang dewasa.

Karena itu sebagai blogger Bekasi yang aktif di dunia maya, saya merespon positif ajakan untuk mengkampanyekan anak smp bersih di internet. Anak SMP adalah anak-anak yang sedang tumbuh dan berkembang menjadi remaja atau dalam bahasa gaulnya anak baru gede (ABG). Sebagai ABG tentu saja mereka harus dilindungi oleh orang-orang yang sudah dewasa. Salah satunya adalah memberikan citra postif bahwa anak smp tidaklah seburuk seperti yang muncul di internet.

Banyak sekali anak-anak SMP yang berprestasi di berbagai bidang, baik pendidikan, seni musik hingga olah raga. Di Bekasi saja banyak atlit yang memulai karirnya dari anak SD atau anak SMP hingga ke jenjang internasional. Sebut saja pecatur Susanto Megaranto dan Irene Sukandar yang sudah malang melintang di dunia catur ketika masih menjadi anak SMP.

Dalam ajang seni, kita bisa melihat penampilan luar biasa Putri Ayu di acara Indonesia Mencari Bakat. Padahal ia masih berstatus anak SMP. Sementara di bidang ilmu pengetahuan, banyak uara olimpiade ilmu pengetahuan yang kemampuannya sudah diasah sejak menjadi anak SMP.

Contoh di atas hanya sebagian kecil gambaran bahwa anak smp tidak identik dengan situs porno. Anak SMP bukanlah objek yang dijadikan komoditas dalam perdagangan seks. Anak SMP adalah anak-anak yang sedang tumbuh dan berkembang menuju remaja dan kedewasaan. Jangan racuni mereka dengan hal-hal yang negatif. Dukung gerakan SEO positif.

8.3.10

Sambutan Seminar Amprokan Blogger 2010

Sebagai Ketua Komunitas Blogger Bekasi (be-Blog) dan Ketua Panitia Amprokan Blogger 2010 (AB2010), pada tanggal 7 Maret 2010 saya berkesempatan menyampaikan sambutan pada acara Seminar AB2010 yang bertemakan "E-Government dan Peran Blogger". Berikut saya postingkan sambutan tersebut, semoga bermanfaat:

Assalamualaikum Wr Wb,
Salam sejahtera untuk kita semua,
Salam blogger Indonesia

Puji syukur marilah kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena berkat rakhmat dan hidayahnya kita masih dapat berkumpul bersama di Aula Pusdiklat Mahkamah Konsitusi yang megah ini.

Setelah kemarin seharian kita beranjangsana ke berbagai tempat di Bekasi, mengikuti live blogging, sarasehan dengan pembicara 2 blogger cantik dan tentu saja hiburan dahsyat di kediaman walikota, maka di hari Minggu yang ceriah ini, bersamaan dengan pelaksanaan car free day yang menyita seluruh badan jalan Achmad Yani, kita kembali berkumpul dalam rangkaian kegiatan Amprokan Blogger yang bertemakan “Bekasi Cerdaskan dan Hijaukan Bekasi”. Adapun acara pada hari ini adalah seminar sehari mengenai “Electronic Government dan Peran Blogger”.


Kenapa e-government ? begitu pertanyaan sebagian teman blogger ketika gagasan pembicaraan tentang e-government dimunculkan. Apa kaitannya dengan upaya mencerdaskan dan menghijaukan Bekasi seperti yang tercantum dalam tema seminar.


Bapak, ibu dan teman-teman blogger,

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa di era keterbukaan saat ini, informasi telah memainkan peran penting, bukan hanya semata sebagai sarana untuk memberikan keterangan tetapi telah berkembang menjadi kekuatan penentu yang dominan. Siapa yang menguasai informasi maka dapat dikatakan bisa menguasai medan pertempuran dengan lebih baik.


Dalam konteks penyelenggaraan pemerintahan, aktivitas penyampaian informasi menjadi bagian yang sangat vital. Melalui informasi yang dikelola secara cermat dan akurat, publik akan memahami, bahkan memberikan dukungan, ketika suatu kebijakan pembangunan digulirkan.


Demikian pula sebaliknya. Jika informasi yang disampaikan tidak dipahami dan kurang transparan, kekhawatiran akan timbulnya keresahan bahkan gejolak sangat dimungkinkan mengemuka.


Menyadari peran dan arti pentingnya informasi dalam penyelenggaraan pemerintahan, kita melihat bahwa salah satu upaya yang dilakukan pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, adalah menerapkan sistim elektronik government (e-government) atau pemerintahan berbasis eletronik dengan menggunakan teknologi informasi (seperti Wide Area Network, Internet dan mobile computing).


Di Indonesia, inisiatif e-government telah diperkenalkan melalui Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2001 tentang Telematika (Telekomunikasi, Media dan Informatika). Dalam instruksi itu dinyatakan bahwa aparat pemerintah harus menggunakan teknologi telematika untuk mendukung good governance dan mempercepat proses demokrasi.


E-government wajib diperkenalkan untuk tujuan yang berbeda di kantor-kantor pemerintahan. Administrasi publik adalah salah satu area dimana internet dapat di gunakan untuk menyediakan akses bagi semua masyarakat berupa pelayanan yang mendasar dan menyederhanakan hubungan antar masyarakat dan pemerintah.


Interaksi dapat berupa satu arah dengan menyiapkan fasilitas men-download formulir yang dibutuhkan. Selain itu dapat pula dilakukan dua arah dengan mengumpulkan formulir secara online atau pelayanan elektronik penuh berupa pengambilan keputusan dan delivery (pembayaran).


Bapak, ibu dan teman-teman blogger semua,

Dengan menerapkan TI, pelayanan publik dilaksanakan secara on line. Pelayanan dapat dilakukan tanpa adanya intervensi pegawai institusi publik, dan memangkas sistem antrian yang panjang hanya untuk mendapatkan suatu pelayanan yang sederhana. Dengan konsep ini, secara perlahan pelaksanaan pemerintahan tradisional (traditional government) yang identik dengan paper-based administration maupun pengerjaan secara manual mulai di tinggalkan.

Namun demikian, dalam pelaksanaannya, e-government di Indonesia tampaknya baru pada tahap publikasi situs oleh pemerintah atau baru pada tahap pemberian informasi. Padahal kalau menelusuri instruksi presiden tersebut di atas, e-government bukan hanya sekedar publikasi situs oleh pemerintah. Pemberian pelayanan sampai dengan tahap full-electronic delivery service pun perlu diupayakan.

Beberapa contoh implementasi e-government yang mendominasi di seluruh dunia saat ini berupa pelayanan pendaftaran warga negara antara lain pendaftaran kelahiran, pernikahan dan penggantian alamat.

Selain itu e-government juga memuat persyaratan mendirikan bangunan, perhitungan pajak (pajak penghasilan, pajak perusahaan dan custom duties), pendaftaran bisnis, perizinan kendaraan. Bahkan melalui e-government pun masyarakat pun dapat mengakses APBD dan progres pelaksanaan pembangunan.

Bapak dan Ibu serta teman-teman blogger semua,

Dengan latar belakang ini, Komunitas Blogger Bekasi berpandangan bahwa penerapan e-government di Bekasi, baik di pemerintahan kota maupun Kabupaten sudah saatnya lebih ditingkatkan untuk kepentingan pelayanan publik, bukan hanya menampilkan website semata.

Dalam kaitan ini dan dalam rangka memberikan gambaran tentang implementasi e-government lebih lanjut di Bekasi, Komunitas Blogger Bekasi mengundang beberapa pakar IT seperti Budi Putra, Romi Satrio Wahono dan Nukman Lutfhie. Selain itu pula kita menundang wakil dari Pemerintah Kabupaten Sragen yang telah berhasil menerapkan e-government untuk kepentingan pelayanan publik.

Diharapkan energi positif dari pembicaraan dalam seminar hari ini dapat dikembangkan dan diimplementasikan bagi penerapan e-government yang sesungguhnya di Bekasi dan diberbagai daerah lainnya di Indonesia. Tentu saja dalam penerapannnya tidak akan mudah karena pastinya akan dihadapkan pada kendala-kendala yang sebetulnya non-teknis yaitu terkait masalah kebiasaan atau habit. Akan banyak staf pemda yang akan merasa tidak nyaman jika e-government benar-benar dilaksanakan.

Bapak, ibu dan teman-teman blogger,

Sebagai salah satu nilai positif kepedulian blogger dan kebersamaan bloggerhood, Komunitas Blogger Bekasi mengajak teman-teman blogger untuk bersama-sama memberi dorongan, motivasi, dan bahkan bersama-sama ikut serta dalam gerakan kemanusiaan/sosial yang ingin membantu masyarakat yang kurang beruntung.

Sebagai sebuah komunitas yang merangkul setiap gerakan yang positif dan bermanfaat untuk kota Bekasi, Blogger Bekasi (be-Blog) bersama dengan teman-teman yang tergabung dalam gerakan Sejuta Buku untuk Anak Indonesia (SeBUAI) ingin berkontribusi di gerakan kemanusiaan tersebut. Oleh karena itu, kami mengajak teman-teman blogger semua untuk menyumbangkan buku-buku bacaan bekas namun masih layak baca. Buku-buku yang terkumpul ini nantinya akan diteruskan kepada anggota masyarakat yang belum beruntung untuk mengakses informasi lewat buku.

Sejauh ini gerakan SeBUAI telah berhasil mengumpulkan lebih dari 300 judul buku dan buku-buku terebut telah dibagikan kepada anak-anak tidak mampu yang tinggal di kawasan pinggir kali hembo Bekasi. Ke depan, dengan semakin banyaknya jumlah sumbangan buku, tidak tertutup kemungkinan akan dibentuk suatu perpuskaan bagi anggota masyarakat yang kurang beruntung.

Wassalam

Bekasi, 7 Maret 2010

22.2.10

Undangan Amprokan Blogger, 6-7 Maret 2010

Temu Blogger atau Amprokan Blogger berasal dari kata amprok yang berarti bertemu. Lewat Amprokan Blogger para blogger memiliki kesempatan untuk mengakrabkan hubungan antar sesama blogger, baik blogger Bekasi maupun blogger dari berbagai komunitas di Indonesia.

Untuk mempererat kemitraan dan jejaring (networking) tersebut Komunitas Blogger Bekasi (biasa disebut dengan be-Blog) mengundang rekan-rekan blogger untuk hadir pada acara Amprokan Blogger 2010 pada tanggal 6-7 Maret 2010 di Bekasi.

Sejalan dengan HUT ke-13 Kota Bekasi yang jatuh pada tanggal 10 maret 2010, Amprokan Blogger 2010 mengambil tema “Dengan Amprokan Blogger Kita Gemakan Bekasi Yang Lebih Hijau, Cerdas, Sehat dan Ihsan”. Dengan tema ini diharapkan para blogger Bekasi dan para blogger dari berbagai komunitas lainnya di berbagai daerah di Indonesia akan lebih peduli akan lingkungan, berpikiran cerdas, memiliki jiwa dan raga yang sehat serta memiliki kemampuan daya saing (ihsan).

Untuk mengimplementasikan tema tersebut, telah disusun serangkaian kegiatan yang menarik dengan menggabungkan aspek pengenalan kota dan sejarah, lingkungan, kuliner, kegiatan usaha kecil dan menengah (UKM) dan wisata ke movieland (Jababeka) serta kontes ngeblog berhadiah menarik. Selain itu peserta juga akan diajak berbincang-bincang tentang isu-isu menarik di dunia internet dalam sarasehan dan seminar yang bertajuk ”E-Government dan Peran Blogger”. Semua acara ini dikemas dalam satu rangkaian kegiatan selama dua hari pada tanggal 6 dan 7 Maret 2010.

Selain para blogger dan perwakilan blogger dari berbagai komunitas blogger di Indonesia, kegiatan temu blogger selama dua hari ini akan mengundang kehadiran Menteri Kominfo Tifatul Sembiring sebagai keynote speaker pada acara seminar. Hadir pula pembicara yang memiliki kompetensi di dunia blogging dan internet seperti Romi Satrio Wahono (Pakar IT), Budi Putra (Country Editor Yahoo Indonesia), Nukman Lutfhie (Praktisi dan pengamat IT) dan Bupati Sragen Untung Wiyono (pemimpin daerah yang terbukti berhasil mengimplementasikan e-government dengan baik).

O ya, selain itu, untuk memperlihatkan bahwa blogger bukan sekedar bisa menulis dan blogwalking, dalam kegiatan Temu Blogger atau Amprokan Blogger akan diadakan pengumpulan Sejuta Buku untuk Anak Indonesia (disingkat SeBUAI). Kegiatan yang akan berlangsung dalam jangka panjang ini dimaksudkan untuk mengumpulkan buku-buku bacaan yang akan diteruskan ke perpustakaan atau taman bacaan yang berada di lingkungan masyarakat kurang mampu. Sebuah tim kepanitian telah terbentuk dan akan mengkoordinasikan kegiatan pengumpulan buku ini.

Selain program kegiatan yang menarik dan sarat pengetahuan seperti tersebut di atas, Panitia Temu Blogger (Amprokan Blogger) juga menyiapkan goodi bag, sertifikat dan door prize yang dibagikan saat acara.

Untuk menampung teman-teman blogger yang berasal dari luar Bekasi (dan Jabodeta), Panitia Amprokan Blogger menyediakan penginapan di Asrama Haji Bekasi mulai hari Jumat tanggal 5 Maret 2010 s/d Minggu 7 Maret 2010.

Untuk itu, tunggu apalagi ? Silahkan daftar diri DISINI atau juga bisa lewat kolom komentar dipostingan ini. Ditunggu partisipasi rekan-rekan blogger semua dalam acara Temu Blogger atau Amprokan Blogger dan jangan lupa membawa buku-buku bekas untuk disumbangkan ke SeBUAI.


Aris Heru Utomo, Ketua Komunitas Blogger Bekasi

30.1.10

Twitter Melinjo, Anggota DPR, dan Blog

Pagi ini ketika mengakses akun twitter mobile muncul keterangan “twitter is over capacity. Too many tweets! Please wait a moment and try again”. Saya cuma termangu saja membaca keterangan ini. Oops … ternyata banyak juga pengguna twitter di negeri ini sehingga untuk mengaksesnya pun harus antri.

Lalu iseng-iseng saya mencoba mencari tahu tentang berapa jumlah pemilik akun twitter di Indonesia saat ini. Dari hasil konsultasi dengan Om Gugel diketahui bahwa berdasarkan laporan RJMetrics Inc yang dikutip Vivanews, jumlah pemilik akun twitter di seluruh dunia sebanyak 75 juta. Dari jumlah tersebut sebanyak 2.41 persen atau sekitar 1,8 juta berasal dari Indonesia. Suatu jumlah yang cukup besar dan memperlihatkan antuasme kalangan pengguna internet. Saking banyaknya pengguna Twitter di Indonesia tidak mengherankan jika pengguna Twitter Indonesia nangkring di peringat ke-6 dunia.

Sebagai suatu layanan jejaring sosial dan micro-blogging tidak berbayar yang mulai diperkenalkan pada Maret 2007, Twitter memang membuat kepincut banyak pengguna internet. Dengan program pengiriman pesan pendek 140 karakter melalui berbagai layanan seperti lewat sms, instant messenger, web service atau layanan pihak ketiga seperti Twitterrific, Twhirl dan Facebook, menjadikan pada pengguna internet mudah untuk mengupdate berbagai perkembangan dan peristiwa yang terjadi. Lewat Twitter bisa didapatkan updates informasi terbaru secara gratis mengenai apa yang dilakukan teman, saudara, keluarga atau blogger seperti saya ini.

Lalu apa hubungannya Twitter dengan melinjo atau tangkil dalam bahasa Sundanya? Bukankah selama ini melinjo lebih dikenal sebagai tanaman yang bijinya sering digunakan untuk sayur asem ataupun bahan baku emping?.

Begini ceritanya, di Twitter dalam beberapa hari terakhir ini ramai kicauan (istilah di Twitter untuk postingan) tentang seorang anggota DPR RI yang berkomentar bahwa masalah perdagangan manusia (human trafficking) adalah tugasnya Kementerian Perdagangan. Komentar anggota DPR RI tersebut tentu saja dianggap lucu. Sejak kapan Kementerian Perdagangan menangani perdagangan manusia? Memangnya manusia disamakan dengan komoditi perdagangan lainnya sehingga harus ditangani Kementerian Perdagangan. Kalau iya, jangan-jangan perdagangan manusia akan diatur pula dalam kerangka kerjasama ASEAN-China Free Trade Agreement.

Berbeda dengan pekerja infotainment yang langsung melapor ke polisi ketika tersinggung dengan kicauan Luna Maya di Twitter, Kementerian Perdagangan dan Menterinya tenang-tenang saja. Selain kemungkinan tidak punya akun Twitter, beda halnya dengan Menkominfo Tifatul Sembiring yang aktif bertwitter, Menteri Perdagangan Mari Pangestu juga mungkin tidak merasa terganggu dengan kicauan sang anggota DPR di Twitter.

Sebaliknya, yang gregetan justru para Tweeps (julukan bagi pengguna Twitter) karena melihat komen asal bunyi dari wakilnya di DPR. Suatu komentar yang memperlihatkan ceteknya pengetahuan sang anggota DPR tersebut. Dari sikap geregetan ini maka kemudian muncullah berbagai kicauan di Twitter.

Dari sekian banyak Tweeps yang berkicau tentang komentar sang anggota DPR RI, salah satunya adalah pemilik akun Twitter dengan nama V. Melinjo. Saya tidak tahu dari mana ia mendapatkan inspirasi untuk membuat akun di Twitter dengan nama tersebut. Mungkin si pemilik akun sangat menyukai sayur asem atau emping atau barangkali pula penggunaan nama melinjo karena ada kemiripan dengan nama sang anggota DPR?. Akun V. Melinjo ini memiliki banyak pengikut (follower) karena kicauan-kicauannya yang menyentil sang anggota DPR dilakukan dengan ringan dan aktual. Coba saja simak salah satu kicauannya berikut ini:

Sambil dandan, sambil nonton diskusi tentang anak jalanan di TV. Anak = Human. Jalanan = Traffic. Oh, itu toh maksudnya human trafficking.

Cari info ttg human trafficking di mana, ya? Di Yellow Page ngga ada no telp-nya nih. Hmmm. Google aja deh”.

Sementara itu ada pula Tweeps lain yang berkicau “untung saja human trafficking bukan dianggap urusan polisi lalu lintas karena ada kata traffic dan bisa dihubungkan dengan traffic light?”.

Sang anggota DPR RI yang dikicaukan di Twitter, tentu saja bisa gerah dipojokkan dengan kicauan seperti tersebut di atas. Meskipun demikian, ia tidak bisa berbuat banyak karena apa yang dikicaukan para Tweeps seperti V. Melinjo bisa jadi didasarkan suatu peristiwa yang sebenarnya. Para Tweeps cukup mendapatkan satu pernyataan yang tidak berkenan dari seorang tokoh publik untuk kemudian dikicaukan di akun Twitter. Jika si pemilik akun memiliki pengikut yang banyak, bisa jadi dalam waktu tidak terlalu lama, apa yang dikicaukan di akunnya bisa langsung dibaca banyak orang.

Sebagai sebuah jejaring sosial, kemunculan Twitter tentu saja memunculkan sejumlah harapan dan pada saat bersamaan kekhawatiran akan dampaknya. Dari sisi harapannya, Twitter memberikan kemudahan untuk menyampaikan dan mengakses informasi secara lebih cepat dan tepat. Twitter bisa juga menjadi alat kontrol diri agar seseorang bersikap proporsional. Sementara kekhawatirannya antara lain adalah apa yang dikicaukan para Tweeps bisa jadi akan merugikan atau menyudutkan seseorang.

Lalu apa kaitannya Twitter dengan blog?

Sebagaimana sudah disinggung di atas, Twitter merupakan jejaring sosial baru yang menawarkan kemudahan dalam penyampaian informasi secara cepat. Berbeda dengan blog, Twitter memiliki ukuran yang lebih kecil dan hanya memuat maksimal 140 karakter, sehingga kemudian disebut sebagai mikroblog (microblog). Dengan tagline “What’s happening”, seseorang cukup menuliskan secara singkat apa yang terjadi di sekitarnya. Tidak perlu membuat artikel panjang seperti di blog.

Dengan kelebihan seperti ini, tidak mengherankan jika banyak orang yang kemudian beralih ke microblogging seperti Twitter dan Facebook. Bukan hanya blogger yesterday afternoon saja yang pindah ke microblogging tetapi blogger yang sudah lama ngeblog pun banyak yang beralih. Banyak teman-teman saya yang sudah cukup lama ngeblog saat ini mengalami kejenuhan. Banyak yang tergoda dengan kenyamanan microblog seperti Twitter karena bisa update status setiap saat tanpa harus mempersiapkan segala sesuatu seperti saat akan ngeblog.

Adapula yang berpendapat bahwa sudah susah-susah nulis di blog, ternyata hanya sedikit yang membaca tulisannya bahkan terkadang tidak ada yang mengunjungi selain dirinya. Sementara kalau kita menulis update di Facebook atau Twitter, banyak yang baca dan terkadang banyak pula yang mengomentarinya.

Menurut saya ini cara pandang seperti ini kurang pas, meninggalkan kebiasaan ngeblog dan memusatkan perhatian pada Twitter atau Facebook. Dari bentuknya saja blog dan microblog jelas berbeda. Blog bisa bebas menampilkan ekspresi penulisnya, berapapun karakter yang dibutuhkan, dan dapat dibaca orang banyak tanpa tergantung pada jalinan pertemanan dan jumlah pengikut. Sementara microblog terbatas pada jumlah karakter yang disediakan (Twitter 140 karakter) dan jangkauan pembaca pun hanya sampai pada teman-teman yang menjadi teman (seperti fasilitas note di Facebook) atau jumlah pengikutnya (Twitter).

Kalau merasa jenuh masih bisa dimaklumi karena kejenuhan bisa hinggap pada siapa saja. Tapi jangan terlalu lama sehingga melupakan blog dan akhirnya pensiun ngeblog. Untuk itu sebenarnya kita dapat mengkombinasikan kebiasaan ngeblog sekarang ini dengan aktivitas berkicau di Twitter dan Facebook. Status di Twitter dan Facebook bisa dimanfaatkan untuk mempromosikan apa yang sudah kita tulis di blog.

Cara lainnya adalah bergabung dengan blog keroyokan seperti Kompasiana. Selain untuk mendapatkan kesempatan tulisan dibaca orang, kita bisa mendapatkan banyak pengetahuan dan beragam ide dari tulisan para blogger lainnya, selain itu kita juga bisa memanfaatkan fasilitas di blog keroyokan tersebut untuk mempromosikan tulisan kita lewat Twitter dan Facebook.

Untuk menyegarkan pikiran dari kejenuhan ngeblog kita juga bisa aktif dalam kegiatan kopi darat (kopdar) dengan sesama teman blogger guna bertukar pikiran dan berdiskusi tentang berbagai hal mulai dari isi blog hingga isi kantong. Ikut komunitas blogger yang ada di sekitar kita juga akan sangat membantu menyegarkan aktivitas ngeblog kita, bahwa ngeblog bukan sekedar merangkai kata tapi juga merangkai kegiatan nyata. Kegiatan Amprokan Blogger yang akan diadakan Komunitas Blogger Bekasi pada tanggal 6-7 Maret 2010. bisa dijadikan contoh bagaimana kegiatan merangkai kata diwujudkan dalam kegiatan nyata. Amprokan Blogger (yang berarti temu blogger) merupakan kegiatan nyata dalam rangka memperingati HUT ke-13 Kota Bekasi yang diisi antara lain dengan kegiatan lomba menulis dan foto blog, kunjungan ke tempat pengolahan sampah terpadu di Sumur Batu Bantar Gebang, live blogging contest, seminar, hingga upaya memecahkan rekor postingan MURI.

Akhrnya ngeblog ibaratnya seperti berlari marathon, tidak bisa cepat-cepat sampai tujuan. Perlu mengatur nafas dan kecepatan agar tidak ambruk di tengah jalan. Kalau merasa capek dan jenuh ngeblog, istirahatlah sejenak. Setelah segar kembalilah ngeblog. Mudah-mudahan dengan beristirahat ngeblog bisa muncul ide-ide baru yang memperlancar kegiatan ngeblog dan menjadikan blog jauh lebih bermanfaat bagi pembaca.

Salam semangat ngeblog


26.1.10

Jadi Model Iklan Dadakan

Harian Kompas tanggal 25 Januari 2010 halaman 32, memuat iklan istimewa blog Kompasiana. Suatu iklan yang menampilkan wajah-wajah sumringah dan saling terhubung satu sama lain lewat titik-titik menyerupai kabel. Di tengahnya terdapat sebuah teks biru berbunyi “Ngeblog itu …. Kompasiana”.

Pemasang iklan tersebut adalah Kompas.com yang hari itu kembali mengiklankan blog Kompasiana di media cetak agar lebih dikenal oleh masyarakat luas (sebelumnya dengan format seperempat halaman koran, Kompasiana juga sudah muncul pada tanggal 16 Januari 2010).

Iklan ini cukup istimewa karena menampilkan para blogger yang menulis di Kompasiana sebagai modelnya antara lain mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Direktur Kompas.com Taufik M. Mihardja, Admin Kompasiana Pepih Nugraha dan Iskandar Zulkarnaen, dan tentu saja saya sendiri.

Bahwa saya menjadi model iklan adalah pengalaman pertama. Namanya juga pengalaman pertama tidak mengherankan jika saat-saat pemotretan menjadi momen yang mendebarkan. Meski sebagai blogger dapat dikatakan saya sering berfoto-foto, tapi berfoto seperti layaknya seorang model tetap saja membuat saya gugup. Kegugupan diawali ketika harus memutuskan apakah mengenakan dasi atau tidak. Saya ragu karena melihat teman-teman yang lain datang dengan pakaian santai, sementara saya yang datang langsung dari kantor masih mengenakan dasi.

Tetapi setelah melihat ada rekan lain berfoto dengan mengenakan pakaian lapangan untuk mengebor minyak di tengah laut, saya akhirnya memutuskan untuk mengenakan dasi agar ada ciri khusus, sekaligus agar bisa menggambarkan bahwa blog Kompasiana diisi oleh orang-orang dengan berlatar belakang profesi. Setelah beberapa kali pengambilan gambar, Alhamdullilah sang fotografer bisa mendapatkan gambar yang diinginkan.

Ketika pada akhirnya iklan blog Kompasiana muncul dan ada foto saya disana, tentu saja saya senang. Tidak pernah menyangka merasakan pengalaman sebagai model iklan dadakan dan muncul bareng dengan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

16.1.10

1001 Alasan Ngeblog

Sejak blog mulai popular di awal tahun 2000-an, jumlah akun blog (blog account) di Indonesia terus meningkat dari waktu ke waktu. Dari data gabungan penyedia blog (blog hosting) seperti di blogspot, wordpress, multiply ataupun blog-blog berbayar, diperkirakan pada awal tahun 2010 ini jumlah akun blog di Indonesia telah melebih angka 1 juta dan akan terus meningkat seiring membaiknya infrastruktur telekomunikasi di berbagai daerah Indonesia.

Jika melihat seseorang bisa saja memiliki 2 atau 3 akun blog, maka angka tersebut memang belum mencerminkan jumlah blogger (pengguna blog) yang sesungguhnya. Namun demikian, besarnya jumlah akun blog yang terus meningkat setiap saat setidaknya memperlihatkan adanya kegairahan menulis dan berbagi lewat blog dari sebagian pengguna internet.

Perkembangan blog di Indonesia terus tumbuh demikian pesatnya, selain jumlah akun blog yang terus meningkat, postingan dalam setiap akun blog pun tidak kalah ramainya. Selain itu semakin banyak komunitas-komunitas blog yang dibentuk diberbagai daerah, dimana para blogger bukan hanya menulis dalam suatu akun blog bersama (biasa disebut blog aggregator) tetapi juga melakukan aktivitas dalam kehidupan nyata.

Blog atau weblog sebagai website pribadi yang berisikan tulisan si pemilik blog dan link ke blog lainnya memang telah menjelma menjadi media yang menarik. Lewat blog, sang pemilik bisa bebas menuliskan apa yang ingin disampaikan dan pada saat bersamaan tulisannya bisa dibaca dan ditanggapi orang banyak secara online. Hal ini tentu saja menjadi daya tarik tersendiri bagi para penulis atau warga masyarakat biasa untuk bisa menyampaikan gagasan ataupun tanggapan tanpa khawatir disensor seperti layaknya pemuatan berita atau tulisan di media mainstream.

Daya tarik lainnya adalah semakin mudahnya orang untuk membuat blog dan melakukan aktivitas ngeblog (blogging). Lewat pengembangan fitur-fitur blog dan semakin banyaknya penyedia tempat ngeblog (blog hosting), gratis maupun berbayar, setiap orang berkesempatan untuk memiliki blog sendiri.

Meski ngeblog memiliki daya tarik sendiri, tidak bisa dipungkiri jika ngeblog bagi sebagian orang dianggap sebagai sesuatu beban. Ngeblog menjadi beban karena dengan ngeblog seseorang dituntut untuk konsisten memperbarui blognya dengan tulisan-tulisan anyar. Tanpa sering-sering memperbarui blognya, maka blog yang dibuat akan sepi pengunjung.

Ngeblog juga menjadi beban saat dihadapkan pada kendala content, yaitu kesulitan dalam menentukan isi tulisan dan apa yang ingin ditampilkan. Kendala ini yang antara lain mendorong banyak blogger pemula yang kemudian mengambil jalan pintas dengan melakukan copy paste alias copas. Pada akhirnya pun, hanya sedikit blogger yang bisa bertahan mengelola blog.

Kenapa Saya Ngeblog ?
Selama ini sering berkembang anggapan bahwa menjadi blogger memerlukan suatu persyaratan khusus menyangkut pengetahuan internet dan teknologi informasi serta kemampuan menulis. Dari sekedar persepsi, lambat laun anggapan tersebut pada akhirnya bisa dianggap sebagai suatu kebenaran. Banyak teman saya, dengan latar belakang pendidikan yang memadai dan beberapa menjadi tenaga pengajar di perguruan tinggi, yang terjebak dalam pandangan seperti ini, “…ach saya kan enggak begitu paham internet, paling yang bisa saya lakukan cuma kirim dan terima email serta baca-baca tulisan di website. Kalau saya jadi blogger dan aktif ngeblog, saya akan kesulitan mempublikasi tulisan saya dan bisa jadi orang yang berkunjung ke blog saya akan dengan mudah menyerang pendapat saya yang dianggap tidak bermutu.

Padahal seperti halnya berbicara, ngeblog pun tidak terlalu memerlukan persyaratan khusus tentang internet. Sejauh kita bisa mengetikkan jemari di atas keyboard, sejauh itu pula kita bisa ngeblog. Hanya dengan memiliki alamat email, kita bisa segera membuat akun blog hanya dalam waktu beberapa menit. Kegiatan ngeblog pun sama seperti kita sedang berbincang-bincang dan bertemu dengan orang-orang yang berada di sekitar kita. Seperti orang yang berbincang-bincang, ngeblogpun memerlukan pengaturan kata-kata, ekspresi, dan melihat efek.

Kata-kata diatur sedemikian rupa agar cocok dengan lawan bicara. Ekspresi dikemas begitu rupa supaya orang tahu kita tengah bersusah payah menampakkan keseriusan. Setiap habis berbicara, kita ingin melihat efeknya. Jika orang melengos, kita merasa gagal. Sementara jika lawan bicara meminta kita terus berbicara, maka artinya apa yang disampaikan sesuai dengan greget yang diinginkannya.

Berbekal semangat di atas, saya sendiri kemudian mulai ngeblog pada Agustus 2006 dengan memanfaatkan penyedia jasa blog gratisan (blog hosting) di blogspot.com (http://arishu.blogspot.com). Pembuatan blog di blogspot ini cukup mewakili keinginan lama saya untuk memiliki web pribadi. Di blog tersebut saya bisa menuangkan pengalaman saat berkunjung ke negara-negara di Eropa dan berbagai opini lainnya, tanpa khawatir tulisan saya dinilai tidak bagus oleh orang lain.

Beberapa saat ngeblog di blogspot, saya merasakan bahwa blog saya tersebut tidak bisa menampung hasrat kenarsisan yang muncul seiring makin dikenalnya blog saya. Untuk menampung kenarsisan tersebut, saya pun membuat akun lainnya di multiply (http://arishu.multiply.com) yang kala itu menyediakan tempat untuk memejeng foto-foto yang bisa dilihat dan dikomentari orang banyak.

Sejak itu saya pun menemukan keasyikan dalam ngeblog. Selain menulis dan mengutak-atik tampilan blog, saya sering berkunjung ke blog-blog lainnya yang dikenal dengan istilah blog walking. Menyapa dan meninggalkan jejak di berbagai blog serta mendapatkan banyak teman baru di dunia maya. Akun-akun blog yang saya milikipun semakin bertambah karena kemudian saya mendaftar dan membuat banyak blog baru memanfaatkan penyedia jasa blog gratisan seperti di wordpress.com, detik.com dan dagdigdug.com ataupun mengikuti blog komunitas seperti kompasiana.com dan Komunitas Blogger Bekasi (http://bloggerbekasi.com).

Isi tulisan saya beraneka ragam, mulai dari masalah serius tentang politik dan hubungan luar negeri, perjalanan ke berbagai tempat, cerita tentang hobby seperti koleksi perangko dan keramik, sampai hal-hal tidak penting lainnya yang kemudian saya jadikan penting lewat blog.

Terdorong untuk lebih fokus dalam kegiatan ngeblog, sejak Oktober 2009 lalu sayapun membuat akun blog di penyedia jasa blog berbayar. Nama domainnya pun sangat keren karena menggunakan nama saya secara lengkap yaitu http://arisheruutomo.com. Blog ini rencananya akan difokuskan pada masalah politik dan hubungan luar negeri, ditambah dengan cerita perjalanan di dalamnya.

Ngeblog Memang Mengasyikan

Bahwa ngeblog itu mengasyikan sudah saya singgung sedikit pada bagian sebelumnya. Dengan ngeblog saya mendapatkan banyak manfaat baik bagi diri kita maupun bagi orang lain (pengunjung blog). Meskipun saya berpandangan bahwa ngeblog itu mengasyikan, tapi saya tetap menghormati pandangan orang lain yang melihat kegiatan ngeblog dari sisi yang berbeda, ngeblog bukan sebagai sesuatu kegiatan yang menguntungkan. Bagaimanapun, ngeblog memang bukan untuk semua orang.

Kalau anda bekerja sehari penuh, dari pagi hingga malam menjelang tanpa istirahat, mungkin anda tidak perlu ngeblog. Percuma menghabiskan waktu beberapa jam untuk sekedar berbagi lewat tulisan tanpa ada yang membayar anda. Mendingan anda menghabiskan waktu dengan bekerja dan mendapatkan gaji atau penghasilan dari pekerjaan tersebut.

Kalau anda cukup bahagia dengan rutinitas pekerjaan sehari-hari, pergi ke kantor pada pagi hari dan pulang menjelang petang/malam, begitu terus setiap hari, setiap minggu, setiap bulan, mungkin juga anda tidak perlu ngeblog. Jangan memaksakan ngeblog jika kegiatan ngeblog menjadikan anda merasa memperoleh tambahan beban dan mengurangi waktu istirahat.

Tapi hidup terkadang bukan sekedar rutinitas dan selalu ingin mendapatkan sesuatu tanpa pernah memberi. Ada hal-hal lain yang bisa memperkaya warna kehidupan, salah satunya adalah ngeblog. Dengan dasar seperti ini, tentu saja selalu ada ruang alasan untuk ngeblog dan menjadikannya sebagai suatu kegiatan yang mengasyikan. berikut beberapa alasan untuk ngeblog:

1. Ngeblog untuk tempat berbagi. Mungkin selama ini kita tidak pernah merasakan bahwa kita sudah sangat banyak menerima dari orang-orang di sekeliling kita, termasuk dari internet. Setiap kali mengakses internet, kita menerima beragam informasi dari jutaan orang di seluruh baik itu tulisan, lagu-lagu, gambar ataupun foto. Untuk itu sudah saatnya membayarnya dengan sedikit berbagi dengan masyarakat dunia lewat tulisan-tulisan di blog. Hal inilah yang menjadi alasan utama saya untuk ngeblog karena bisa berbagi dan belajar untuk memulai suatu interaksi sosial satu dengan yang lain. Dengan ngeblog saya bisa saling berbagi cerita, pengalaman, pengetahuan dan pandangan-pandangan tentang berbagai macam topik yang akan menciptakan suatu jalinan afiliasi. Komentar yang masuk pada postingan diblog ataupun komentar kita pada blog orang lain memperlihatkanindahnya berbagi pengalaman, pengetahuan, bahkan berbagi kepedulian.

2. Representasi Diri. Blog dapat dimanfaatkan sebagai representasi pandangan-pandangan saya tentang suatu masalah.

3. Inkubator. Seringkali dalam membuat tulisan saya cenderung berpanjang-panjang dan agak detail. Tapi tidak jarang pada awalnya tulisan tersebut berasal dari tulisan yang singkat. Penulisan singkat di blog dimaksudkan sebagai ruang mengendapkan naskah. Ketika tulisan singkat tersebut mendapatkan komentar beragam sudut pandang, saya memiliki kesempatan untuk menyempurnakannya berrdasarkan ide-ide yang diberikan lewat komentar.

4. Ngeblog sebagai proses pembelajaran dan berlatih menulis. Ngeblog merupakan media yang tepat untuk mengekspresikan gagasan ataupun ide yang kita miliki. Aktivitas menulis blog merupakan proses belajar. Saya yang awalnya sama sekali tidak percaya diri untuk mulai ngeblog, karena merasa tidak berbakat menulis, ketika memaksakan diri untuk terus ngeblog, maka ide-ide itu terus mengalir dan keluarlah suatu tulisan.

5. Ngeblog untuk menjalin dan memperbanyak teman/relasi/persahabatan. Ngeblog merupakan wadah sosialisasi karena dengan ngeblog kita bisa mendapat teman baru. Dengan mengunjungi blog orang lain atau dikenal dengan istilah blogwalking, kemudian memberikan komentar berarti kita belajar mengungkapkan pendapat , menerima pendapat orang lain dan memahami orang lain. Dengan ngeblog kita bisa menemukan bahwa ternyata dunia tak sesempit yang kita perkirakan. Tak terbayang sebelumnya kalau ternyata blog bisa memperbanyak kuantitas dan kualitas pertemanan.

6. Ngeblog untuk mencari tambahan penghasilan. Banyak yang pada awalnya berpikiran ngeblog untuk mencari uang tambahan dan ini bisa dilakukan lewat blog. Misalnya dengan menjadi publisher Google Adsense atau situs PPC (Pay Per Click) lokal seperti Kumpul Blogger, AdsenseCamp, Adspeedy, dan masih banyak lagi.

7. Buku. Beberapa blogger berhasil menerbitkan buku dari hasil ngeblog bahkan sudah difilmkan seperti blog kambing jantan. Postingan-postingan yang menarik dan memiliki nilai jual tidak tertutup untuk dilirik penerbit dan dibukukan.

8. Promosi. Blog bisa dijadikan media promosi tentang berbagai hal yang sedang dilakukan, menjual barang, mengampanyekan beberapa kegiatan, dan lain-lain.

Penutup

Alasan-alasan yang saya kemukakan di atas memang jumlahnya belum seribu satu seperti judul tulisan ini. Tapi saya tidak bermaksud membohongi anda untuk ngeblog dengan banyak alasan. Jika anda sudah merasa mantap dengan beberapa alasan di atas, saya yakin anda bisa mulai ngeblog, selanjutnya anda sendirilah yang nantinya menambahkan alasan-alasan untuk ngeblog.

Ngeblog memang bukan untuk semua orang, karenanya ngebloglah agar anda berbeda dengan orang kebanyakan. Hanya mereka yang benar-benar berkomitmen dan memiliki gairah menulis yang menganggap blog sebagai salah satu media yang mampu menampung hasrat untuk menulis. Bagi blogger sejati, berbagai layanan baru boleh datang dan pergi, tetapi blog tetap teman sejati. Blogger sejati akan tetap hidup sepanjang tetap berkarya, baik lewat tulisan maupun non-tulisan. Kemunculan media sosial baru justru dapat menjadikan blogger lebih eksis dan dimanfaatkan sebagai tempat promosi karyanya.



3.1.10

Bincang On Air di Awal Tahun 2010

Tahun baru, resolusi baru, dan semangat baru, begitu pikiran yang ada dibenak saya saat memacu kendaraan menuju Stasiun Radio Dakta 107 FM di pagi istimewa di hari pertama tahun 2010. Istimewa, karena pagi ini saya akan mengawali kegiatan awal tahun dengan berbincang-bincang on air mengenai blog dan pengenalan blog ke masyarakat di acara Diskusi Pagi Radio Dakta.

Saya tiba di Dakta pukul 08.00 WIB dan sudah ditunggu Mas Harun Al Rasyid (host acara Diskusi Pagi) dan Mas Deni Wahab (Penyiar Radio Dakta) serta Mas Irfan Zj (Admin be-Blog) yang menemani saya mewakili Komunitas Blogger Bekasi (be-Blog).

Mengawali acara diskusi pagi on air, Mas Harun mengemukakan bahwa sejalan dengan perkembangan internet muncul blog sebagai salah satu alternatif untuk menyampaikan segala hal yang terjadi di masyarakat, mulai dari sajadah hingga haram jadah begitu istilahnya. Sejak itu perbincangan tentang blog pun pun mengalir mulai dari pembentukan be-Blog dan bagaimana cara bergabung menjadi anggota be-Blog, kekhawatiran blogger akan di-Prita-kan, hingga keterkaitan blogger dengan politik praktis. Perbincangan semakin menarik dengan adanya keterlibatan pendengar radio Dakta yang turut serta bertanya lewat telepon dan sms.

Menyangkut pembentukan be-Blog, kami sampaikan bahwa komunitas blogger di Bekasi dibentuk tanggal 17 Agustus 2009 oleh 5 orang blogger Bekasi dan kemudian diperkenalkan ke publik pada tanggal 17 Oktober 2009 dalam suatu acara di Bekasi Cyber Park dan dihadiri Walikota Bekasi H. Mochtar Mohammad. Saat ini anggota be-Blog yang terdaftar di situs http://bloggerbekasi.com tercatat sebanyak 382 orang. Sebagian besar anggota be-Blog memiliki blog pribadi dan aktif memberikan kontribusi artikel di blog komunitas.

Dalam usianya yang baru 5 bulan, be-Blog telah aktif melakukan berbagai kegiatan sosialisasi blog lewat pelatihan membuat blog dan menulis cepat dan bermanfaat. Setelah sukses menyelenggarakan pelatihan blog pada 14 November 2009, pada 16 Januari 2010 akan dilaksanakan pelatihan serupa di Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi. Sejauh ini sebanyak 20 orang dosen Unisma telah memesan tempat untuk ikut serta dalam pelatihan, sementara tempat sisanya akan dibuka untuk umum (pengumuman kegiatan ini akan dimuat di blog komunitas dalam waktu dekat).

Selain sosialiasi blog, keaktifan be-Blog juga tampak dari penyelenggaraan berbagai lomba menulis seperti lomba SEO tentang Bekasi Peduli Aids, dan Lomba Penulisan blog dan foto bertema “Aku Cinta Bekasi” yang saat ini sedang berlangsung dan berhadiah total 45 juta rupiah.

Keaktifan be-blog lainnya juga bisa dilihat dari banyaknya artikel yang muncul di blog komunitas, dimana hampir setiap hari setidaknya 3-5 tulisan baru muncul. Berbagai topik dan isu dimunculkan oleh anggota be-Blog, ada yang dikemas serius dan ada pula disajikan ringan. Karenanya harus dimaklumi jika suatu tulisan tidak bisa mejeng terlalu lama halaman muka be-Blog.

Mengawali tahun baru ini, be-Blog juga akan menyelenggarakan kopi darat dengan Walikota Bekasi pada tanggal 9 Januari 2009. Antusiasme teman-teman blogger untuk mengikuti acara ini terlihat sangat besar sepeti tampak dari kontribusi tulisan yang masuk (hingga tulisan ini dibuat sudah terdapat 65 tulisan).

Mengenai kekhawatiran tulisan seorang blogger dapat dianggap mencemarkan nama baik dan menyeret blogger ke pengadilan, kami sampaikan bahwa bagaimanapun Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) diundangkan untuk memberikan kepastian hukum kepada masyarakat dalam melakukan transaksi elektronik. Bahwa dalam UU tersebut terdapat pasal yang bisa menjerat blogger, kami sampaikan agar kita bisa menghindarinya dengan mengikuti berbagai kiat aman dari jeratan UU ITE.

Hal lain yang dibicarakan adalah menyangkut aktivitas blogger dalam politik praktis, khususnya keterkaitan blogger Bekasi dengan kegiatan Walikota. Pertanyaan ini diajukan oleh salah seorang pendengar Radio Dakta, Pak Kosim, yang sedang berada di perjalanan antara Karawang-Bekasi (persis seperti judul puisi Chairil Anwar). Kami sampaikan bahwa pada dasarnya blogger bersikap netral dan dalam menyampaikan pandangannya di blog selalu diupayakan objektif. Blogger yang baik adalah blogger yang dapat menyampaikan pandangannya secara jernih dan objektif. Jika suatu hal memang dipandang baik maka akan dikatakan baik, sebaliknya jika buruk maka akan dikatakan buruk pula.

Menyangkut keterlibatan pemimpin daerah seperti walikota (dan suatu saat bupati atau bahkan gubernur) dalam kegiatan blogger, pada dasarnya tidak terlepas dari perlunya sinergi dan kerjasama yang baik antara blogger dan semua pihak terkait untuk bersama-sama membangun masyarakat dan wilayah Bekasi. Kritis dalam menyampaikan sesuatu hal bukan berarti diikuti sikap antipati atau sebaliknya dukungan yang membabi buta. Sikap kritis justru diperlukan untuk memunculkan solusi suatu permasalahan dan nantinya diimplementasikan dalam suatu kebijakan dan pelaksanaan di lapangan. Karenanya kerjasama antara blogger dan pejabat publik bukan dimaksudkan untuk menumpulkan sikap kritis blogger dalam menulis.

Menutup perbincangan, saya tekankan kembali mengenai tidak perlunya blogger khawatir terjerat pasal pencemaran nama baik dalam UU ITE dengan sikap kritisnya. Jika blogger menulis dengan baik di blognya dan memenuhi kiat-kiat terhindar dari UU ITE, Insya Allah tidak akan menemui masalah.

Selamat tahun Baru 2010, semoga ditahun ini kita semua bisa lebih aktif ngeblog, membuat tulisan dan mengupdate blognya secara teratur, dan tidak lupa melakukan blogwalking ke berbagai tempat untuk memperluas jejaring (networking).

20.11.08

Blog, Kepercayaan dan Pesta Blogger

Enggak nyangka tulisan saya di Kompasiana dikutip Mas Pepih Nugraha dalam artikelnya “Blog Upaya Menjadi Lebih Dipercaya” yang dimuat di Kompas cetak hari ini (20/10) halaman 13. Tulisan tersebut sebenarnya merupakan update tulisan yang dibuat dalam rangka hari Blogger Nasional tanggal 27 Oktober 2008. Dalam tulisan awal, judulnya singkat saja “Diplomasi Blog”, dalam versi updatenya sedikit disesuaikan “Diplomasi Blog: Dari Pesta Hingga Angkringan”. Tujuannya pun disesuaikan dalam rangka menyambut Pesta Blogger 2008 tanggal 22 November 2008 atau hari Sabtu besok.

Tulisan Mas Pepih tentang blog dan upaya meningkatkan kepercayaan terasa pas ditengah munculnya pemberitaan penyalahgunaan blog untuk menyebar fitnah dan kebohonagan seperti pemuatan kartun nabi Muhammad SAW di wordpress.com dan acara Pesta Blogger 2008. Pertanyaan mengenai kredibilitas blogger kembali mencuat. Kalau kredibilitas blogger saja dipertanyakan, maka hasil tulisannya pun pasti dipertanyakan keakuratannya, syukur-syukur tidak dianggap fitnah.


Tapi syukur lah, ditengah pertanyaan menyangkut kredibilitas blogger ataupun pandangan bahwa blog cuma kegiatan trend sesaat, blog sebagai media alternatif terus berkembang. Di Indonesia saja diperkirakan ada sekitar 500 ribuan blogger , dengan beragam profesi serta usia. Blogger saat ini bukan hanya praktisi IT, mahasiswa atau wartawan, tetapi banyak juga anak sekolah, PNS, Uskup, Ustad, politisi, tentara bahkan pensiunan. Dan seperti saya singgung dalam postingan sebelumnya, Kemlu AS pun sudah memanfaatkan blog untuk medium diplomasinya.

Dengan luasnya masyarakat yang memanfaatkan blog, menjadi tantangan tersendiri bagi para blogger untuk menulis secara bebas dan bertanggungjawab. Menjaga blognya tetap kredibel dan dipercaya pembacanya, dan kalau perlu arif. Seperti kata Mas Pepih, kuncinya sederhana “Think before posting” atau “Pikir dulu sesal pendapatan kemudian”.

Selamat berpesta blogger, saya ingin datang dan sudah terdaftar, tapi ndilalah kok ada konsinyering di akhir pekan. Saya nitip salam untuk semua rekan blogger kalau pada akhirnya enggak bisa datang.