29.6.11
Markijung
Banyak cara agar blog kita dikunjungi banyak pembaca, mulai dari cara promosi tradisional dengan meminta teman-teman berkunjung, mengunjungi blog lain dan meningalkan jejak di TKP (dengan harapan ada kunjungan balik), ikut komunitas dan milisnya (untuk menambah teman dan menginformasikan postingan-postingan terbaru), hingga menggunakan teknik optimasi blog lewat SEO.
Semua cara di atas sah-sah saja. Manusiawi jika apa yang dipostingkan ingin diketahui banyak orang. Kalau tidak ingin diketahui, ya nulis saja di buku diary alias offline.
Nach yang jadi masalah adalah ketika semua cara di atas sudah diketahui dan dipraktekkan namun kunjungan di blog kita masih sedikit dan komentar sepi, apa yang mesti dilakukan?
Jawaban saya sederhana, lanjutkan langkah-langkah di atas. Anda sudah dijalan yang benar. Yang dibutuhkan sekarang adalah konsistensi untuk ngeblog yang antara lain ditunjukkan dengan adanya postingan anyar secara periodik dan kegiatan saling kunjung.
Hilangkan penyakit blogger yang enggan memperbarui postingan dan lebih memilih aktif di sosial media, malas berkunjung ke blog lain (blogwalking), dan enggan bertemu dengan blogger lain (offline). Saya percaya tidak ada jalan pintas untuk membangun blog.
Dalam hal update blog, saya bukan yang termasuk rajin buat postingan setiap hari di sebuah blog (saya punya beberapa blog yang aktif alias poliblogami). Tapi sejauh ini saya usahakan setidaknya ada 1 buah postingan di setiap blog. Hal ini tentu saja bukan hal yang mudah karena masing-masing blog saya punya karakter yang berbeda-beda dan (katanya) cenderung serius.
Kalau soal update postingan saya bisa konsisten menulis, tidak demikian halnya dengan blogwalking dan penggunaan SEO.
Saya mengunjungi suatu blog jika blog tersebut sudah saya kenal atau menerima informasi tentang suatu postingan dari milis, twitter atau facebook. Meski berkunjung, belum tentu saya berkomentar untuk meninggalkan jejak. Saya paling males kalau berkomentar cuma sekedar nulis "pertamax, keduax, hebat, bagus, menarik dan sebagainya".
Oke lalu apa hubungannya dengan judul postingan ini? Markijung, apaaan tuch?
Baiklah, setelah berputar-putar kasih pendahuluan (padahal biar postingan ini panjang :) ), sebenarnya melalui tulisan ini saya ingin mengajak teman-teman menjalin tali silahturahmi dengan saling mengunjungi blog teman-teman kita. Tentu saja kalau blog teman kita ada isinya dan sering diperbarui. Dengan saling berkunjung, bukan hanya trafik blog kita yang ramai, trafik blog teman kita juga akan ikutan ramai. Kalau trafik meningkat, kegiatan ngeblog pun bisa bergairah. Blog bisa dilirik pemasang iklan.
Jadi MArilah KIta saling berkunJUNG (Markijung) agar blog kita semua ramai dan bergairah. Untuk itu jangan lupa yuk kita rapihkan dan rawat blog kita sebelum tamu-tamu datang.
Siyap, Jadi blog siapa nich yang akan kita kunjungi? Blog anda?
NB: ngeblog di atas bis, mohon maaf kalau ada salah-salah ketik.
dikirim lewat BlackBerry® oleh pemilik blog http://arisheruutomo.com
26.6.11
Tips Mengatasi Hoax
Seiring perkembangan di dunia teknologi informasi dan komunikasi TIK), orang dengan mudah mengirim dan menerima informasi. Informasi pun menjadi melimpah dan menuntut kita untuk cermat memilah-milah informasi yang diterima. Tidak sedikit informasi yang beredar adalah informasi bohong alias hoax. Hoax muncul sebagai suatu kreatifitas tak terarah, berkembang luas karena aspek kekinian dari berita dan peran manusia sebagai mahluk sosial juga komponen utama dalam proses komunikasi. Kalau dulu hanya getok tular (disebut isu) maka sekarang merantau antar sns.
Sebagai contoh adalah gambar pada postingan ini. Apakah anda percaya gambar itu asli tanpa rekayasa? Apakah anda yakin ada ikan hiu yang sangat besar (1/3 helikopter) dan siap mencaplok seseorang yang sedang bergelantungan? Saya sendiri tidak percaya begitu saja. Bisa jadi foto tersebut adalah rekayasa foto digital.
Contoh lainnya bisa berbentuk teks seperti yang belum lama ini saya terima. Begini bunyinya "Foto jenazah ibu Ruyati stlah dieksekusi hukum pancung http://xxx.jpg. Mari kita do’akan semoga beliau diterima di sisinya. Warning yg gak berani lihat jangan coba2 buka …". Anda yakin bahwa informasi pada teks benar? Jika anda memiliki cukup informasi tentang proses hukum mati di Arab Saudi dan ketatnya pengawasan, anda pasti berpikir bagaimana mungkin sebuah foto tentang jenazah korban hukum mati bisa muncul di publik.
Nah untuk menghentikan penyebaran berita atau informasi bohong, maka caranya adalah dengan tidak ikut-ikutan menyebarluaskan informasi tersebut di internet. Cara lainnya adalah dengan meneruskan pesan yang diterima setelah lebih dulu merubah link yang ada (kalau memang disertakan). Dan menambah penjelasan di kepala pesan (header) berupa peringatan: INI HOAX JANGAN DITERUSKAN , kemudian diikuti pesan yang diteruskan, namun hanya bagian awalnya.
Contoh:
”INI HOAX JANGAN DITERUSKAN. Foto jenazah ibu Ruyati stlah dieksekusi hukum pancung http://xxx.jpg (lin foto telah diganti sehingga tidak bisa diakses). Mari kita do’akan semoga beliau diterima di sisinya. Warning yg gak berani lihat jangan coba2 buka … “
Demikian tips sederhana mengatasi hoad. Semoga bermanfaat.
24.6.11
Blog Mode On
Seorang teman yang sedang bertugas di Swiss mengupload foto beberapa buku yang (sepertinya) baru selesai dibaca ke facebook.Melihat buku-bukunya yang menarik, saya pun berkomentar "ehm jadi tidak sabar untuk menunggu resensinya deh". Tak lama kemudian teman saya tersebut langsung menjawab "Mas Aris, sebenarnya saya ingin membuat resensinya dan diupload di blog agar blog saya hidup kembali, mimpimodeon".
Saya hanya tersenyum membaca komentar teman saya tersebut. Saya juga tidak heran dengan jawaban seperti itu karena ia bukanlah orang pertama yang berkelit ketika diminta menulis di blog.
Beragam alasan dikemukan oleh teman-teman saya ketika diminta untuk ngeblog, tapi inti alasannya cuma satu "tidak ada waktu". Ngeblog seolah merupakan kegiatan yang membutuhkan banyak waktu, energi dan riset, sehingga sulit untuk dikerjakan jika tidak ada waktu khusus.
Padahal ngeblog itu sebenarnya tidak beda dengan aktivitas membaca email dan menuliskan tanggapannya yang terkadang bisa sangat panjang lebar.
Dengan pandangan bahwa ngeblog adalah kegiatan tidak sulit dilakukan, seorang teman saya yang berprofesi sebagai guru bahkan berani sesumbar "menulislah sebelun tidur". Dengan kata-kata tersebut, konon ia belum bisa tidur jika belum menulis dan menjadikannya postingan, minimal 1 buah.
Bahwa untuk ngeblog tidak perlu tempat dan waktu bukanlah hal yang aneh. Dengan fasilitas mobile blogging, kita bisa ngeblog dimanapun, sedang duduk santai di warung atau di atas kendaraan. Di atas kendaraan kita bisa membuat tulisan dan mengunggahnya segera setelah tulisan selesai dengan menggunakan smartphone, bahkan lengkap dengan foto.
"Tapi kan ngeblog saat mobile tidak nyaman dan bisa menyebabkan salah-salah ketik atau ada paragraf yang terlewat?"
"Bukan masalah, kalau ada kesalahan bisa diperbaiki jika kita telah berada di depan PC. Yang penting ide-ide yang muncul bisa langsung dicatat dan disimpan di blog"
"Ah Mas Aris cuma bisa ngomong aja?"
"Betul kok, postingan ini adalah contohnya. Saya tulis postingan ini di dalam KRL segera setelah menerima jawaban teman saya di Swiss di Facebook. Hasilnya ya seperti ini, sebuah postingan yang cepat dengan gaya bertutur seolah sedang berbincang dengan pembaca"
"O gitu ya, keren donk"
"Hehehe baru tahu kalau saya keren ya?"
dikirim lewat BlackBerry® oleh pemilik blog http://arisheruutomo.com
15.6.11
Tiga Kebiasaan Buruk Yang Mesti Dihindari Blogger
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kebiasaan memiliki arti sebagai sesuatu yang biasa dikerjakan. Lebih jauh lagi KBBI mengartikan kebiasaan sebagai pola untuk melakukan tanggapan terhadap situasi tertentu yang dipelajari oleh seorang individu dan yang dilakukannya secara berulang untuk hal yang sama.Dari pengertian dalam KBBI seperti tersebut diatas, kita dapat menyimpulkan bahwa kata kunci dari kebiasaan adalah “perulangan” suatu cara bertindak yang telah dikuasai yang berlangsung secara otomatis mekanis yang terjadi secara berulang-ulang. Sejalan dengan pengertian tersebut, maka kebiasaan yang sering dijumpai pada seorang blogger adalah:
1. Tidak pernah tepat waktu
Kebiasaan tidak pernah tepat waktu biasa dijumpai pada saat seorang blogger menerbitkan artikel di blognya. Jarang sekali seorang blogger tepat waktu dalam membuat dan menerbitkan artikelnya. Jika sedang bersemangat, seorang blogger bisa membuat dan menerbitkan artikel setiap hari. Tapi kalau lagi malas, bisa membuat dan menerbitkan satu artikel seminggu pun sudah cukup bagus.
Celakanya, kebiasaan tidak pernah tepat waktu tersebut ternyata sering dibawa dalam kehidupan keseharian. Sebagai contoh, saat diundang rapat jam 19.00 WIB, baru nongol jam 20.00 WIB sambil cengar cengir dengan alasan macet atau ketiduran. Karena seringnya terlambat memulai suatu kegiatan, tidak heran jika ada yang mengatakan “bukan blogger kalau tidak ngaret”. Saya miris juga mendengar kata-kata seperti ini, tapi apa boleh buat kenyataannya memang begitu. Bukan sekali dua kali saya mengalami kejadian seperti itu, khususnya saat mengadakan acara yang melibatkan blogger. Jarang sekali para blogger memulai acara tepat waktu, apalagi untuk acara-acara yang sifatnya gratis.
2. Tidak berani memberikan konfirmasi
Dalam dunia maya, blogger sebenarnya dapat dikatakan sebagai seorang yang bisa menyatakan pendapatnya lewat tulisan. Namun sayangnya kemampuan menyatakan pendapat tersebut sering kali tidak diikuti dalam tindakan nyata dalam kehidupan seharian. Sebagai contoh, (lagi-lagi terkait dengan undangan) ketika menerima suatu undangan pertemuan, jarang sekali blogger yang menyatakan konfirmasi kehadiran atau ketidakhadirannya. Padahal konfirmasi sangat diperlukan oleh si pengundang, misalnya untuk pengaturan tempat pertemuan atau jumlah konsumsi yang diperlakukan.
Kebanyakan blogger lebih banyak memilih diam dan tidak memberikan konfirmasi atau telah memberikan konfirmasi untuk hadir namun ketika mendadak batal, maka pembatalan tersebut tidak dikonfirmasikan kembali. Hal ini ibaratnya seperti aksi pendekar dari gua siluman yaitu tiba-tiba hadir di pertemuan atau tiba-tiba batal tanpa konfirmasi ulang.
Yang lebih lucu, kalaupun memberikan jawaban, jawabannya berputar-putar dan menyuruh si pengundang untuk berpikir, misalnya dengan mengatakan “saya akan datang ke pertemuan untuk menyampaikan usulan tentang ABCD, tapi kalau saya tidak datang maka menjadi hak yang datang menyampaikan usulannya”.
Padahal daripada memberi jawaban berputar-putar, akan lebih mudah jika memberikan konfirmasi sebagai berikut “Ya saya akan hadir” atau “Maaf tidak bisa hadir karena ada kegiatan lain yang bersamaan”. Kalau mau pakai kalimat pemanis akan lebih baik lagi :Terima kasih atas undangannya, saya akan hadir dalam pertemuan tersebut” atau “Terima kasih atas undangan yang baru saja saya terima, tetapi mohon maaf saya tidak bisa hadir karena pada saat yang bersamaan ternyata ada kegiatan lain yang mesti saya hadiri”.
3. Tidak berani bersikap terbuka dan memilih anonymous
Dengan alasan kebebasan menyuarakan pendapat di alam demokrasi, blogger bisa berkata apa saja di blognya. Tapi kebebasan tersebut ternyata seringkali tidak diikuti dengan sikap terbuka terhadap identitas diri si blogger. Meski kebebasan berpendapat dijamin UU, namun tidak sedikit blogger yang lebih memilih menggunakan identitas samaran agar lebih bebas berpendapat di blognya atau saat berkomentar di tulisan orang lain. Dalam bahasa Presiden SBY “mereka adalah orang-orang yang berteriak di ruang yang gelap”.
Menanggapi blogger yang lebih bersikap sebagai anonymous, sejauh tidak mengganggu, saya menghormati pilihan tersebut. Akan tetapi jika mereka mampir di postingan saya dan meninggalkan jejak berupa komentar-komentar negatif, maka dengan senang hati saya akan menghapus komentar-komentar tersebut.
Demikianlah tiga kebiasaan buruk blogger yang mungkin anda perlu ketahui dan mesti dihindari. Anda punya hak untuk setuju atau tidak setuju. Anda juga berhak untuk menambahkan atau mengurangi tiga daftar yang saya buat tersebut. Untuk itu, kalau anda punya tambahan butir-butir lainnya atau komentar, silahkan tinggalkan jejak di kolom komentar di bawah ini.
10.6.11
Lelucon Tidak Lucu
Sebuah pesan masuk ke inbox dan Blackberry Messenger saya yang berisikan klipping dan lelucon tentang lemahnya kemampuan berbahasa Inggris Perdana Menteri Jepang Yosihiro Mori. Informasi tersebut konon berasal dari Kedutaan Besar Jepang di AS. Berikut cuplikan beritanya: “A few days ago, Days ago, Prime Minister Mori received some instructions in Basic English conversation before he visits Washington and meets president Barack Obama. The instructor told Mr. Mori: When you shake hand with President Obama, please say ‘How are you’. Then Mr. Obama should say, ‘I am fine, and you?‘. And you respond saying: ‘Me too’. Afterwards we, translators, will do the work for you. It seems very simple, but the truth is… When Mr. Mori met Obama, he mistakenly said ‘Who are you?’ – Instead of ‘How are you?’ Initially, President Obama was a little shocked, but managed to react with humor: ‘Well, I’m Michelle’s husband, ha-ha-ha…’ Then Mr. Mori replied: ‘Me too, ha-ha-ha…’ Then there was a long silence in the meeting room…Dari informasi tersebut kita tahu bahwa sebelum menemui Presiden AS Barrack Obama di Washington, PM Mori telah diberikan pengarahan singkat mengenai beberapa hal yang mesti diucapkan saat bertemu Obama. Oleh sang instruktur bahasa, PM Mori diminta untuk mengatakan “How are you” ketika bersalaman dengan Obama. Nanti Obama akan mengatakan “I am fine, and you?”. Setelah Obama berkata, jawablah dengan kata “Me too”, nah untuk dialog selanjutnya akan ada staf yang menterjemahkan percakapan dari bahasa Inggris ke Jepang.
Disebutkan pula bahwa sepintas instruksi percakapan di atas sangat mudah untuk dilaksanakan dan diucapkan. Tapi dalam prakteknya PM Mori melakukan kesalahan ucapan yang berakibat menggelikan. Alih-alih mengucapkan “How are you”, PM Mori malah menyebutkannya dengan “Who are you”. Tentu saja Obama kaget sejenak ketika mendengar sapaan seperti itu. Tapi dengan penuh improvisasi Obama menjawab dengan baik “Well, I’m Michelle’s husband, ha-ha-ha … (ya, saya suaminya Michele ha ha ha)”. PM Mori yang tidak memahami ucapan Obama langsung menjawab sesuai dengan arahan yang diterimanya “Me too (saya juga). Jawaban tersebut tentu saja membuat Obama melongo.
Pada awalnya menganggap biasa-biasa saja cerita tersebut. Bahasa Inggris kan bukan bahasa sehari-hari orang Jepang. Karena itu, meski Jepang tergolong sebagai salah satu negara maju di dunia, masih sangat banyak anggota masyarakatnya yang tidak bisa berbahasa Inggris. Karena itu pula, wajar-wajar saja jika sering terjadi salah pengertian ketika bercakap-cakap menggunakan bahasa Inggris.
Yang tidak biasa adalah fakta bahwa PM Mori ternyata menjabat sebagai PM Jepang hanya setahun pada tahun 2001, delapan tahun sebelum Obama terpilih sebagai Presiden AS. Jadi bagaimana mungkin seorang Yoshiro Mori yang sudah tidak lagi menjabat sebagai PM diceritakan bertemu dengan Obama yang sedang menjabat sebagai Presiden AS saat ini?
Yang juga tidak biasa adalah penyebutan sumber informasi dimana dikatakan sumber informasinya adalah Kedutaan Besar Jepang di AS. Kalaupun kejadian seperti tersebut di atas terjadi, tidak mungkin pihak kedutaan akan menceritakannya secara terbuka di website. Kalau hal itu benar dilakukan, hal tersebut sama saja menampar muka pemimpinnya sendiri dan sudah dapat dipastikan sang Duta Besar akan ditarik pulang.
Dari penelusuran di Google diketahui bahwa ternyata cerita di atas tidak lebih dari daur ulang cerita serupa yang pernah beredar pada pertengahan tahun 2000-an, khususnya saat kunjungan Presiden AS Bill Clinton ke Okinawa, Jepang, untuk menghadiri pertemuan KTT G-8. Berikut teks aslinya: Before the G8 Summit in Okinawa, Prime Minister Yosihiro Mori was coached in a bit of English. After meeting with Clinton he was to say “How Are You’. The response was supposed to be “I’m Fine Thank You. And You”. Mori was to answer: Me Too”. When they actually met, Mori made a small slip up and said “Who are you”. “Clinton replied: I am Hillary’s husband. To which Mori replied ‘”Me too”.
Lalu apa maksudnya membuat cerita daur ulang yang diragukan kebenarannya seperti tersebut di atas? Selain untuk lucu-lucuan, sepertinya lelucon tersebut ditujukan untuk merendahkan kemampuan para pemimpin negara-negara yang tidak berbahasa Inggris. Ketika lelucon tersebut dibuat pada awal 2000-an, secara kontekstual dapat diterima karena Yoshiro Mori masih menjawab sebagai PM Jepang. Mungkin lelucon tersebut dibuat oleh lawan-lawan politiknya.
Tapi ketika didaur ulang ditahun 2010-an tanpa update informasinya, maka lelucon tersebut jadi konyol. Mereka sepertinya hanya memandang pemimpin negara yang tidak bisa berbahasa Inggris tidak bisa ikut dalam pergaulan internasional. Mungkin si pembuat cerita lupa bahwa PBB pun mengakui adanya lima bahasa resmi lain yang digunakan dalam pertemuan-pertemuan PBB yaitu China (Mandarin), Arab, Spanyol, Rusia, dan Perancis. Selain itu, setiap negara juga memiliki bahasa nasional masing-masing yang diatur dalam undang-undang masing-masing negara.
Jadi alih-alih mendaur ulang cerita lama, si pendaur ulang sepertinya sedang memperlihatkan kebodohannya sendiri seperti terlihat dari penyebutan nama tokoh dan sumber berita yang asal-asalan tanpa cek dan ricek.
23.5.11
Blogilicious Fun Makassar Memang Menyenangkan
Blogilicious Fun Makassar merupakan sebuah kegiatan yang digagas oleh idblognetwork (IBN), startup lokal yang menghubungkan komunikasi personal advertiser dengan blogger, bekerjasama dengan Komunitas Blogger Angin Mamiri di kampus Universitas Hasssanudin, 21-22 Mei 2011. Tujuan kegiatan adalah untuk menjawab rasa kepenasaran para blogger terkait kegiatan ngeblog yang menyenangkan dan menguntungkan.Selain di Makassar, blogilicous fun Makassar adalah kegiatan yang kedua, kegiatan yang mengusung tema "Blogilicious, Blogging has never tasted this good" ini juga diselenggarakan di enam kota lainnya: Surabaya, Medan, Palembang, Jogjakarta, Bandung dan Jakarta. Materi yang diberikan adalah tips blogging, blogging ethics, social media, blog monetizing, SEO, blog security dan mobile blogging. Bertindak sebagai pembicara adalah blogger dan praktisi yang sudah malang melintang di dunia blogging.
Dengan materi-materi yang langsung terkait dengan kegiatan ngeblog sehari-hari dan disampaikan oleh para blogger berpengalaman, blogilicious fun Makassar memang dirancang agar menjadi kegiatan yang memang menyenangkan sejak awal.
Beruntung, minggu ini (21-22 Mei) saya berkesempatan mengikuti blogilicious fun Makassar. Saya mengajak dua orang rekan saya untuk mengikuti acara tersebut. Selain mendengarkan pemaparan para pembicara, saya juga berkesempatan menjelaskan pembentukan Komunitas Blogger ASEAN-Indonesia yang pembentukannya juga diinisiasi oleh IBN.
Kegiatan ini disambut antusias sekitar 150 blogger Makassar yang memenuhi ruang pertemuan PKP Universitas Hassanudin. Beragam pertanyaan pun bermunculan, khususnya dari para blogger yang ingin ngeblog secara menyenangkan dan mendapatkan uang dari kegiatan yang mereka lakukan lewat blog.
"Blogilicious fun Makassar memang menyenangkan, menjadikan kegiatan blog benar-benar delicious (nikmat). Mudah-mudahan setelah mengikuti blogilicious fun Makassar, saya dan blogger-blogger Makassar lainnya semakin semangat ngeblog dan mendapatkan job review dari IBN :) " begitu tanggapan seorang seorang peserta ketika ditanyakan komentarnya terhadap blogilicious fun Makassar.
dikirim lewat BlackBerry® oleh pemilik blog keren http://arisheruutomo.com
19.5.11
Blogger Spesialis?
Di dunia kedokteran kita sering mendengar dan melihat dokter-dokter yang memiliki spesialisasi sesuai dengan pendidikan keahlian yang didapatnya. Ada dokter spesialis anak, dokter spesialis kandungan, dokter spesialis penyakit kulit dan kelamin atau dokter spesialis bedah tulang. Bahkan dalam profesi kewartawanan pun terdapat spesialisasi sesuai bidang kerjanya seperti wartawan olah raga, wartawan politik, wartawan ekonomi, hingga wartawan amplop (hehehe kalau yang terakhir cuma guyonan)Jika dilihat dari tujuannya, spesialisasi dilakukan guna memusatkan perhatian pada suatu bidang tertentu untuk mendapatkan kedalaman dalam melaksanakan tugas dan kegiatan tertentu
Kalau dari beberapa contoh profesi yang sebut di atas memiliki spesialisasi di bidangnya, lalu bagaimana dengan blogger?
Belum lagi saya sempat memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut, rekan saya yang bernama Anto, seorang mantan blogger yang pensiun dini, langsung menyela "Weit tunggu dulu mas, jangan langsung samakan blogger dengan profesi-profesi tersebut di atas. Blogger kan bukan profesi, cuma pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan karena hobby alias kesenangan."
Apa yang diinterupsikan Anto bisa jadi benar bahwa ngeblog hanya merupakan hobby semata. Tapi di era teknologi informasi yang semakin berkembang, ngeblog bukan lagi sebagai hobby semata tapi sudah menjelma menjadi bisnis besar yang dijalankan oleh orang-orang yang memiliki profesi dan keahlian. Blogger bisa menjadi profesi jika seorang blogger dengan keahliannya mendapatkan penghasilan utama dari kegiatan ngeblog.
Tapi terlepas ngeblog adalah profesi atau bukan, judul tulisan ini adalah mengenai blogger spesialis. Apa itu blogger spesialis dan apakah perlu seorang blogger menjadi spesialis?
Secara sederhana, blogger spesialis dapat dikatakan sebagai seorang blogger yang mengunggah karya (tulisan, foto ataupun film) di blognya dengan tema-tema tertentu sesuai dengan minat dan keahlian si blogger. Seorang blogger yang memiliki minat besar terhadap dunia sepakbola dan selalu mengungah karya mengenai sepakbola di blognya, maka dapat dikatakan si blogger tersebut sebagai blogger spesialis sepakbola.
Soal perlu atau tidak seorang blogger menjadi spesialis, jawaban saya jelas perlu. Agar blog memiliki ciri dan ceruk tersendiri, spesialisasi atau segmentasi jelas diperlukan. Konten sebuah blog tetap menjadi bagian penting. Blog yang memiliki konten kuat dengan ciri tertentu akan lebih mudah dikenali pembacanya dibanding blog yang sekedar gado-gado (kecuali kalau si pemilik blog adalah selebritis cantik atau ganteng).
Pertanyaan tambahan, apakah spesialisasi blog dapat dikaitkan dengan pembentukan suatu komunitas blogger? Sejauh ini saya belum melihat ada komunitas blogger yang dibentuk karena kesamaan spesialisasi blog. Umumnya komunitas blogger dibentuk karena ada kesamaan daerah, misalnya Komunitas Blogger Bekasi. Belum banyak blogger di Indonesia yang fokus pada tema-tema tersentu, kebanyakan masig blogger umum yang mengunggah karya di blognya dengan tema yang beragam.
Bagaimana dengan Komunitas Blogger ASEAN yang baru dideklarasikan pada tanggal 10 Mei 2011 lalu, kecuali ruang lingkup kawasan yang lebih luas apakah sama dengan komunitas blogger daerah? Bisa jadi Komunitas Blogger ASEAN memang tidak berbeda dengan Komunitas blogger daerah. Hal itu terjadi jika para blogger yang bergabung dalam Komunitas Blogger ASEAN tidak berkeinginan memahami lebih jauh perkembangan ASEAN dan cuma sekedar berkeinginan kopi darat dengan dengan blogger luar negeri.
Bisa jadi apa yang saya pikirkan keliru, karena itu, jika berkenan, anda bisa mengoreksinya disini?
dikirim lewat BlackBerry® sambil menikmati guncangan KRL Gambir-Bekasi oleh pemilik blog http://arisheruutomo.com
24.4.11
Tips Posting Blog Lewat Email

27.3.11
Hi Roy Again

24.2.11
Pengamanan Sandi pada Dokumen
Terlepas dari jenis data yang diambil adalah data rahasia atau bukan atau siapa yang melakukannya, satu hal yang pasti adalah data-data tersebut telah tercuri. Pelaku menyalin data lewat USB memory stick. Selanjutnya pelaku tinggal membuka dan membaca data di komputernya dan akan menjadi lebih mudah jika data tidak diproteksi dengan sandi.
Melalui kejadian ini kita semua, bukan hanya pejabat negara, diingatkan kembali mengenai perlunya melindungi dokumen dengan perangkat sandi, khususnya perangkat lunak untuk memproteksinya. Akan lebih baik jika sistim proteksi juga diterapkan untuk laptopnya sehingga terdapat perlindungan ganda.
http://arisheruutomo.com dan http://aseanblogger.com Sent from my BlackBerry® smartphone
28.12.10
Catatan dari Kopdar BeBlog: Menulis Melewati Tapal Batas
Tapi siapa sangka jika untuk menerbitkan buku pertamanya yang berjudul “Ampuh Cerdas Tanpa Batas” ia harus menunggu sekitar satu setengah tahun. Setelah melalui proses pemanggilan beberapa kali, termasuk harus mengisi rangkaian kuisoner yang diberikan penerbit, barulah buku pertamanya terbit. Siapa sangka pula jika naskah buku “Lebah Cerdas on the Road” ditolak pemilik penerbitan justru dimana ia sendiri bekerja sebagai kepala bagian di perusahaan tersebut. Ironisnya naskah buku tersebut malah diterima oleh penerbit lain dan langsung dicetak.
Sementara itu Donny Budi Utoyo (Donny BU) yang dikenal sebagai motor penggerak Internet Sehat dan pendiri ICT Watch menyampaikan pengalamannya dalam memulai gerakan Internet Sehat di Indonesia. Berbeda dengan paparan Donny BU dalam berbagai pertemuan blogger atau pengguna internet yang lebih banyak menjelaskan tentang penggunaan internet secara panjang lebar, maka di acara ini secara eksklusif (jiaah ngikut gaya tivi merah) Donny BU bercerita tentang dunia penulisan yang pada akhirnya membuat dirinya “nekad” keluar dari detik.com dan memilih mandiri dengan kegiatan internet sehatnya.
Semua paparan di atas disampaikan Baban dan Donny BU dalam acara kopi darat blogger Bekasi (BeBlog) di Bekasi Cyber Park tanggal 26 Desember 2010. Acara yang digelar dengan didahului makan siang ini (BeBlog menyiapkan voucher makan senilai Rp. 20 ribu) memang bukan sekedar kumpul-kumpul dan MEOK (makan enak omong kosong) tapi juga sekaligus syukuran keberhasilan BeBlog menjadi yang terbaik dalam Pesta Blogger 2010 kategori komunitas berbasis wilayah dan sharing penulisan guna memotivasi blogger untuk lebih rajin menulis.
Dengan gaya paparan yang khas orang Bogor, Baban menjelaskan proses kreatifnya dalam menulis dan membagi tips menembus penerbit. Menurut Baban, menulis jangan diartikan hanya sebagai kegiatan untuk membuat buku atau blog tetapi juga mencakup beragam kegiatan lainnya misalnya membuat script untuk film atau pertanyaan-pertanyaan dalam sebua kuis (kebetulan ia pernah membantu membuat soal-soal dalam acara yang dibuat Helmi Yahya).
Ditambahkan oleh Baban bahwa penyakit seorang penulis adalah “Susah untuk memulai, tetapi ketika sudah memulai, susah untuk berhenti”. Karena itu agar bisa segera menulis maka“tulis apa yang dipikirkan, jangan pikir apa yang akan dituliskan”. Gunakan semua alat bantu penulisan seperti alat rekam atau kamera untuk melengkapi tulisan dan membantu daya ingat. Segeralah menulis selagi sempat dan jangan menunda-nundanya karena bisa jadi apa yang kita lihat dan rasakan akan hilang begitu saja. Hal ini pulalah yang ia lakukan ketika berkunjung ke Amerika Serikat (AS) sebagai pemenang “the Golden Ticket”. Setiap usai melakukan kunjungan diusahakan untuk menuliskannya di blog pada hari itu juga. Dengan rajin mencatat apa yang dilihat dan menuangkan dalam tulisan di blog, maka apa yang dituliskan tersebut dapat berfungsi sebagai data yang jika sewaktu-waktu dibutuhkan dapat digunakan dan tinggal memolesnya.
Menurut Baban, untuk bisa menulis dengan baik setidaknya ada lima langkah yang bisa dilakukan yaitu T.U.L.I.S (Temukan ide, Ukir Idenya, Libatkan otak kiri dan kanan, Ilmu dan teknik penulisan dikuasai, dan Sesuaikan tulisan dengan pembaca). Denganberlatih terus menerus, proses TULIS akan bisa berjalan dengan sendirinya dan mengalir lancar ibarat air yang memancar dari mata air.
Terkait dengan tips menembus penerbit, Baban menyarankan agar seorang penulis bersikap percaya diri ketika membawa naskahnya ke penerbit. Penulis datang ke penerbit bukan untuk meminta-minta tetapi justru akan memberikan pekerjaan dan pendapatan bagi penerbit. Namun demikian penulis tidak boleh sombong seolah-olah tulisannya paling bagus dan benar.
Ditambahkan oleh Baban bahwa saat ini banyak penerbit yang mencari penulis, sebaliknya banyak penulis yang kesulitan mendapatkan penerbit. Untuk itu yang perlu dilakukan adalah mengetuk pintu penerbit dan tidak sungkan-sungkan untuk banyak bertanya. Persiapkan hal-hal teknis yang diperlukan saat membawa naskah ke penerbit. Cari penerbit yang sesuai dengan isi buku yang ingin diterbitan, karena setiap penerbitan memiliki kekhasan masing-masing. Carilah penerbit besar dan kredibel karena jika ditolak biasanya akan memperoleh penjelasan tentang alasan penolakan. Alasan penolakan tersebut bisa dijadikan masukan untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan pada naskah yang ditulis. Secara guyon Baban menambahkakan bahwa kalau ditolak penerbit besar rasanya tidak terlalu malu karena banyak saingannya :-) .
Sementara itu Donny BU menjelaskan bahwa semua kegiatan yang dilakukannya saat ini di Internet Sehat dan ICT Watch pada dasarnya berawal dari menulis. Donny BU mengisahkan bahwa sebagai seorang wartawan di detik.com, ia memang selalu dituntut untuk membuat tulisan, baik reportase maupun opini. Seiring perjalanan waktu, muncul minatnya untuk mengumpulkan data-data yang terkait dengan perkembangan internet di Indonesia seperti berapa jumlah pengguna internet, tujuan penggunaan internet hingga apa yang dicari di internet. Data-data yang dikumpulkannya ini secara berkala ditampilkan di web atau blog agar bisa dibaca banyak orang. Semakin banyak data yang diunggah semakin banyak kemungkinan dibaca banyak orang.
Secara perlahan apa yang dilakukannya ternyata menjadi modal yang dapat digunakan untuk mengembangkan kegiatan yang menghasilkan. Terlebih di Indonesia baru beberapa gelintir orang saja yang melakukan kegiatan pengumpulan data tentang pemanfaatan internet di Indonesia. Dengan modal seperti itu dilengkapi pengalaman, networking dan keyakinan yang dimiliki, Donny pun memutuskan untuk mengundurkan diri dari detik.com. Padahal di media online tersebut ia sudah menduduki posisi mapan dengan gaji yang memadai serta tawaran kendaraan roda empat jika bertahan dua tahun lagi.
Tidak banyak orang yang percaya, termasuk teman-temannya di detik.com. ketika ia memilih mundur dan berniat berdikari di dunia ICT. Keputusan yang tentu tidak mudah karena ia harus siap meloncat dari zona nyaman yang dirasakannya selama 15 tahun terakhir, ke zona lain yang belum tentu memberikan kenyamanan seperti yang telah didapatkan selama ini.
Setelah melewati masa-masa sulit selama beberapa waktu, apa yang dilakukan Donny BU kini telah membuahkan hasil. Berawal dari pesanan seorang client asal Singapura, kini Internet Sehat dan ICT Watch telah mampu melakukan banyak kegiatan dengan dukungan dari berbagai sponsor dan mampu mengirimkan stafnya ke berbagai tempat untuk mensosialisasikan kegiatan internet sehat. Agar lebih luas lagi jangkauan dari apa yang ia kerjakan, Donny dan tim Internet Sehat tengah menyiapkan modul, buku dan video yang menjelaskan perkembangan internet di Indonesia. Semua modul, buku dan video tersebut nantinya akan diunggah di internet agar banyak orang yang bisa mengaksesnya. Agar apa yang dilakukan bisa go internasional, ia pun menterjemahkan semua modul dan video tersebut ke dalam bahasa Inggris (dengan membayar tenaga penterjemah) .
Dari apa yang dipaparkan oleh dua blogger dalam bincang-bincang santai kopdaran BeBlog, terlihat adanya kesamaan kata kunci untuk maju yaitu menulis. Lewat menulis keduanya berhasil menembus sekat-sekat pembatas menuju dunia yang lebih luas. Dengan menulis, Baban Sarbana yang besar di Bogor bisa berjalan-jalan ke AS tanpa mengeluarkan biaya. Lewat menulis pula, Baban dapat melepaskan belengu dirinya setelah sempat drop out dari IPB karena sakit. Kekecewaan Baban karena drop out kuliah berhasil dilampiaskan lewat kegiatan menulis.
Sedangkan Donny BU berhasil melepaskan diri dari zona nyaman yang selama ini dirasakannya untuk loncat ke zona lain yang diharapkan lebih baik dan dengan pribadi yang lebih mandiri. Dengan menulis, ia pun bisa berbagi ke banyak orang tentang penggunaan internet dan perlunya bernternet secara sehat.
Berkaca pada keberhasilan Baban dan Donny BU, ada beberapa hal yang bisa ditarik sebagai pembelajaran antara lain menulis itu adalah suatu kegiatan yang sangat positif, bukan hanya bagi diri sendiri tetapi juga orang lain yang membacanya. Ketekunan dalam menulis, selain membuat kita mahir dalam menulis juga bisa mendorong peningkatan kapasitas pribadi untuk lebih percaya diri dalam melakukan suatu tindakan. Dan yang juga tidak kalah penting, dengan menulis kita bisa berbagi dan beramal kepada banyak orang. Insya Allah apa yang dilakukan tersebut akan mendapatkan ganjaran yang setimpal dari Allah S.W.T.
Jadi tunggu apa lagi, segera tuliskan apa yang dipikirkan, jangan pikir apa yang akan dituliskan. Kalau sudah jadi, jangan lupa posting di bloggerbekasi.com
Terima kasih untuk Baban Sarbana dan Donny Budi Utoyo atas sharingnya yang sangat bernilai. Semoga bisa tetap berbagi untuk acara-acara berikutnya.
7.11.10
Semangat Sumpah Pemuda di Era Global
Di era global dewasa ini, dimana dunia telah berubah menjadi datar dan informasi dapat dikonsumsi tanpa dibatasi dimensi ruang dan waktu (Thomas L. Friedman, “The World is Flat”), apa sesungguhnya makna dari Sumpah Pemuda yang diikrarkan pada tanggal 28 Oktober 1928?. Dengan arus globalisasi yang begitu cepat merasuk ke masyarakat, terutama kalangan generasi muda, nilai-nilai apa yang masih dapat dipetik dari semangat pemuda tahun 1928 dan tetap relevan di era global? Bagaimana pula menterjemahkan nasionalisme kebangsaan di era global?Pertanyaan-pertanyaan seperti tersebut di atas selalu mengemuka menjelang dan saat dilaksanakannya peringatan sumpah pemuda. Dan pertanyaan-peranyaan tersebut juga mengemuka ketika Operator Telekomunikasi XL menggelar acara yang bertajuk “Soempah Pemoeda 2.0” di Gedung Museum Kebangkitan Nasional (eks gedung Stovia), jalan Abdulrahhman Saleh Raya, Jakarta, pada tanggal 28 Oktober 2010.
Dalam acara yang menghadirkan sejarawan Anhar Gonggong, Sosiolog Imam Prasodjo, Promotor music Andre Subono, Pemenang Indonesia Berprestasi Award Sudijanto dan Sutradara Film Iman Brotoseno serta dimoderatori oleh tokoh multitalen Jaya Suprana, isu mengenai nasionalisme kebangsaan dewasa ini dan kaitannya dengan semangat sumpah pemuda kembali mencuat. Hadir sebagai peserta adalah para blogger dan penggiat sosial media yang datang dari berbagai komunitas di seluruh Indonesia.Mengawali perbincangan, Jaya Suprana dengan nakal mengomentari usia para pembicara yang hampir keseluruhannya bisa dibilang tidak lagi muda, kecuali mungkin Sudiyanto yang masih berusia dibawah 40 tahun. Komentar ini tentu saja mengundang gelak tawa dan senyum kecut dari sebagian besar blogger yang memang rata-rata anak-anak muda. Jaya Suprana seolah ingin menyentil bahwa bicara tentang semangat pemuda maka sebaiknya yang berkompeten adalah pemuda itu sendiri. Bahwa ada tokoh-tokoh yang lebih tua sifatnya tentunya untuk mengayomi dan membimbing dari belakang (tut wuri handayani).
Usai kata pembukaan yang terkesan becanda tapi sarat makna dari moderator, perbincangan pun bergulir dengan pembahasan mengenai sejarah disepakatinya bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan ada Kongres Pemuda II yang berlangsung pada tanggal 27-28 Oktober 2010. Menurut Anhar Gonggong terdapat perdebatan seru dalam penentuan tersebut. Usulan yang mengemuka adalah digunakannya bahasa Melayu, seperti yang diusulkan Mohammad Yamin, karena banyak digunakan oleh penduduk di banyak daerah, khususnya Sumatera. Ada juga usulan penggunaan bahasa Jawa dengan argumen yang senafas dengan usulan penggunaan bahasa Melayu.
Di tengah kealotan tersebut, masuklah usulan penggunaan bahasa Indonesia (yang berasal dari bahasa di Riau) sebagai bahasa persatuan. Meski masyarakjat pengguna bahasa ini tidak banyak, namun bahasa tersebut mudah digunakan, tidak mengenal strata dan kerap dipakai sebagai bahasa penghubung dalam berkomunikasi antar daerah. Akhirnya melalui lose-lose solution (mengambil istilah dari Imam Prasodjo) diputuskan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.
Hikmah yang dapat dipetik dari proses pengambilan keputusan ini adalah tingginya semangat kebersamaan dan kebangsaan Indonesia untuk merebut kemerdekaan dari tangan tentara kolonial Belanda. Tingginya semangat kebersamaan dan kemerdekaan ini mengenyampingkan berbagai perbedaan yang ada, bahkan menyingkirkan sikap egoism kesukuan, terutama dari suku-suku mayoritas.
Kembali ke topik nasionalisme, Imam Prasodjo menggarisbawahi bahwa pada hakekatnya setiap generasi memiliki karakteristik tersendiri dalam memandang nasionalisme. Menurut Iman Prasodjo hal tersebut tidak terlepas dari perbedaan pola perilaku dan komunikasi yang ada di setiap jaman. Ditambahkannya, setidaknya terdapat 3 tahapan untuk membedakan pola perilaku dan komunikasi yaitu jaman pertanian, industri dan informasi.
Sesuai tahapan tersebut di atas, tidak mengherankan jika semangat nasionalisme pada era Budi Utomo 1908 berbeda dengan kiprah pencetus Sumpah Pemuda. Idealisme 1928 membuncah dalam momentum Proklamasi 1945. Kemudian, bangkit kekuatan pemuda mahasiswa 1966.
Kini di era global dimana perkembangan teknologi informasi telah memudahkan pola komunikasi yang tidak lagi mengenal batas negara, para pemuda melakukan komunikasi dengan dunia luar secara lebih intensif. Para pemuda dewasa ini telah berubah menjadi generasi multitasking (melakukan banyak hal secara bersamaan) yang memiliki persepsi tersendiri mengenai nasionalisme. Contoh nyata dari perwujudan generasi multitasking adalah sikap para blogger dan penggiat sosial media yang hadir pada acara ini yang terlihat asyik dengan gadget masing-masing, sementara mengikuti kegiatan yang tengah berlangsung. Sambil mendengarkan apa yang disampaikan para pembicara, mereka menyebarluaskan apa yang didengar ke teman-temannya di jejaring media sosial.
Menanggapi hal tersebut di atas, Imam Brotoseno, seorang sutradara film yang juga blogger dan aktif sebagai penggiat sosial media mengemukakan bahwa nasionalisme saat ini sifatnya cair dan dapat diartikan sebagai upaya membebaskan diri dari kebodohan dan kemiskinan. Karenanya nasionalisme jangan hanya diartikan sebagai upaya penolakan intervensi asing lewat masuknya arus modal ke berbagai dunia usaha. Selama masuknya investasi asing dimaksudkan sebagai upaya membangun dan meningkatkan kesejahteraan rakyat, maka hal itu tentu saja tidak ada salahnya.
Menambahkan apa yang dikemukakan Iman Brotoseno, Promotor musik Andre Subono melihat bahwa perkembangan teknologi informasi dan media jejaring sosial pada hakekatnya tidak mengganggu semangat nasionalisme. Nasionalisme bisa dibangun melalui semangat bekerja dan berprestasi sesuai dengan kemampuan masing-masing. Lebih jauh, ia merasa bersyukur bahwa dengan perkembangan sosial media, pihaknya dapat lebih mudah menjalankan kegiatannya selaku promotor musik.
Dari perbincangan mengenai sumpah pemuda di era global dan digital ini, hal yang patut diteladani adalah semangat kepeloporan yang begitu tinggi dan keberanian sebagai pemuda untuk keluar dari kepompong sukuisme dan batas-batas agama serta berani menjadikan Indonesia sebagai sebuah entitas baru yang sebenarnya belum tergambar persis wujudnya pada saat itu. Keyakinan para pemuda saat itu untuk menjadikan keadaan yang lebih baik dari pada terpecah dan sebagai terjajah patut kiranya dapat diikuti para pemuda saat ini. Jika di masa lalu para pemuda berupaya memerdekakan dari belenggu penjajahan fisik, maka kini yang perlu dilanjutkan adalah memerdekakan diri dari kemiskinan dan kebodohan.
Nasional saat ini mesti dibangun dan dipertahankan di atas semangat kepeloporan, keberanian dan penuh keyakinan untuk menjadikan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sejahtera, terbebas dari kemiskinan dan kebodohan. Upaya menegakkan semangat Sumpah Pemuda dan Nasionalisme tidak perlu dilakukan dengan aksi-aksi kekerasan seperti yang dilakukan beberapa kelompok mahasiswa dalam aksi demonstrasi. Mari kita terus berkarya sesuai dengan kompetensi dan kemampuan masing-masing, tanpa harus melakukan tindakan kekerasan dan perusakan. Simak apa yang dikatakan Windy Astuti, pelajar SMP dari Jogjakarta yang memenangkan kuis makna sumpah pemuda yang diselenggarakan XL: "Sumpah Pemuda: Kritis bukan anarkis, berkarya tanpa henti, dan menjadi pribadi yang berbakti untuk negeri"
Salam semangat pemuda
31.10.10
Alhamdullilah Be-Blog Raih Blog Komunitas Wilayah Terbaik di Pesta Blogger 2010
Alhamdullilah, Komunitas Blogger Bekasi (Be-Blog) meraih penghargaan sebagai blog komunitas berbasis wilayah terbaik di Pesta Blogger 2010 (PB 2010) yang diselenggarakan di Epicentrum Walk, Taman Rasuna Kuningan, Jakarta, Sabtu 30 Oktober 2010. Penghargaan diserahkan oleh Vice President Media Buzzcity Ltd Michael de Souza (salah satu sponsor PB 2010) dan mantan Ketua Penyelenggara PB2010 Endah Nasution kepada saya sebagai Ketua Be-Blog. Atas kemenangan ini Be-Blog berhak atas hadiah uang sebesar Rp. 5 juta, notebook Acer dan sertfikat.Pesta Blogger merupakan ajang kopi darat atau silaturahmi blogger berskala besar dihadiri oleh sekitar 1.000 orang blogger, penggiat sosial media dan onliners dari seluruh Indonesia. Acara kali ini merupakan pesta blogger yang keempat setelah pertama kali diselenggarakan pada tahun 2007. Berbagai acara kegiatan digelar untuk memeriahkan ajang PB2010 mulai dari pelatihan blog di berbagai daerah sejak beberapa waktu sebelumnya hingga acara puncak yang berlangsung kemarin. Pada acara puncak ini digelar acara hiburan, diskusi terbatas tentang berbagai isu dan pemberian penghargaan bagi blog-blog terbaik.
Dengan tema “Merayakan Keragaman” , Panitia PB2010 memberikan penghargaan blog terbaik sebagai bentuk apresiasi kepada individu dan kelompok yang secara konsisen memberikan inspirasi dan manfaat nyata bagi lingkungannya. Dewan juri untuk penentuan pemenang ini adalah Labibah Zain (Pendiri Forum Blogger Family (BLOGFAM), dosen dan penulis), Budi Putra (Country Editor Yahoo Indonesia), Nezar Patria (Jurnalis, Ketua Aliansi Jurnalis Independen 2008-2011), Roni Yuzirman (Founder Komunitas Tangan Di Atas) dan Najwa Shihab (News Anchor Metro TV aktif di twitter).
Sebagai blogger yang dipercaya memimpin Be-Blog, keberhasilan Be-Blog meraih predikat terbaik blog komunitas berbasis wilayah se Indonesia tentu saja sangat membanggakan dan layak disyukuri. Dalam usia muda, 1 tahun 2 bulan, kiprah Be-Blog ternyata mendapat perhatian penuh dan dinilai dapat menginspirasi dan bermanfaat bagi lingkungannya.
Namun demikian, kerja belum selesai dan tidak bisa berpuas diri begitu saja, masih banyak hal yang mesti dikerjakan untuk kemajuan komunitas dan mendorong sumbangsih be-blog yang lebih besar lagi. Karenanya selain mengucap syukur, be-Blog mesti bersiap menghadapi tantangan ke depan dalam menjadikan blog sebagai salah satu media alternatif penyampaian informasi melalui internet dan mendorong peran serta aktif masyarakat memajukan wilayahnya lewat kegiatan yang disebut sebagai jurnalisme warga.
Keinginan di atas tentu saja bukan hal yang mudah dan tidak bisa berbekal retorika dan berdebat di milis atau rapat-rapat, tapi menghilang ketika harus action. Hanya dengan semangat berbagi dari para blogger Bekasi dan teman-teman be-Blog serta potensi luar biasa yang dimiliki, tidak sekedar Omdo atau NATO (No Action Talking Only), maka segala cita-cita bersama Be-Blog akan dapat tercapai.
Sebagai penutup, selaku Ketua Be-Blog saya berterima kasih atas dukungan rekan-rekan blogger semuanya atas kebersamaan dan kerjasamanya. Mari bersama-sama kita jadikan Be-Blog agar tetap istiqomah dan selalu rendah hari serta dapat memberikan kontribusi yang lebih besar ke masyarakat lewat blog dan kegiatan offline.
Salam Kebersamaan Be-Blog
17.10.10
Merayakan Keragaman di Era Global

Bagi anak-anak muda tahun 1990-an, nama Maribeth Pascua tentunya bukanlah nama yang asing di Indonesia. Lewat tembang “Denpasar Moon” yang dirilis pada tahun 1993, nama Maribeth melejit dan populer di Indonesia. Sejak itu ia pun lebih banyak menetap di Indonesia dan berkeinginan menjadikan negeri ini sebagai tanah airnya yang baru. Setiap tahun ia memperpanjang izin tinggalnya dan tanpa terasa sudah lebih dari 20 tahun ia tinggal di Indonesia.Sementara itu penyanyi kelahiran Indonesia Anggun C. Sasmi yang terkenal dengan lagunya “Tua-tua Keladi”, pada usia muda telah melanglang buana ke Eropa dan tinggal di Perancis untuk mengejar mimpinya menjadi penyanyi internasional. Anggun telah berhasil meraih mimpinya dan sekarang lebih banyak tinggal di Perancis untuk terus mengembangkan karirnya.
Maribeth dan Anggun pastinya tidak pernah janjian untuk sama-sama mengembangkan karir di luar tanah airnya. Tapi ada kesamaan di antara keduanya yaitu sama-sama menjadi penduduk dan warga global dengan keragaman bahasa, budaya, suku bangsa dan tempat kelahiran. Aktivitas dan mobilitas keduanya telah menembus tapal batas negara dan memperlihatkan betapa dunia ini semakin kecil, dapat dijangkau secara langsung maupun melalui media tevisi dan internet serta menyajikan fakta sosial bahwa keragaman itu suatu kenyataan yang tak terbantahkan.
Keragaman sudah ada sejak kita memulai aktivitas keseharian. Saat mandi pagi, kita bertemu dengan beragam peralatan mandi mulai dari pasta gigi, shampoo, sabun, gayung atau pancuran dengan berbagai merk yang menyatu sebagai bagian dari perlengkapan kamar mandi. Ketika sarapan pagi, misalnya sarapan nasi goreng, kita akan bertemu dengan beragam unsur yang menyatu di dalam piring. Begitupun ketika berangkat ke kantor dan menumpang kendaraan umum, kita akan bertemu dengan beragam penumpang yang berasal dari berbagai suku dan profesi. tua dan muda Singkat kata, dunia sekitar kita selalu menyajikan realitas yang penuh warna dan beragam.
Di dunia maya, keragaman juga terjadi, bahkan tidak lagi mengenal batasan wilayah secara fisik seperti di dunia nyata. Berawal dari saat membeli dan menggunakan komputer, kita sudah dihadapkan pada pemilihan penggunaan sistem operasi yang beragam, apakah berbasis windows atau open source seperti Linux. Begitu terhubung dengan internet, kita pun dihadapkan pada keragaman perambah (browser) untuk menjelajah dunia maya seperti Internet Explorer, Firefox, Flock dan sebagainya.
Ketika sudah berada di dunia maya, keragaman lebih terasakan lagi karena kita bisa menemukan jutaan situs dan milyaran informasi yang berserakan di sana sini. Lewat internet kita bisa berkomunikasi dengan banyak orang dari berbagai penjuru dunia tanpa mengenal batasan ruang dan waktu. Kita yang berada di Indonesia bisa menyapa dan berdiskusi dengan seseorang yang berada di belahan bumi lain tanpa harus meninggalkan tempat. Semua ini memperlihatkan bahwa globalisasi telah menghapuskan batasan geografis dan pada saat bersamaan menyatukan masyarakat yang sebelumnya terpencar-pencar dan terisolasi kedalam saling ketergantungan dan persatuan dunia.
Karenanya sikap seseorang atau sekelompok orang yang merasa terganggu dengan dengan adanya keragaman dan karenanya berupaya untuk memberlakukan penyeragaman dan menghindari kemajemukan dalam kehidupan sehari-hari akan menjadi tindakan yang sia-sia dan melelahkan diri sendiri. Memunculkan sikap pemahaman yang berbeda menyangkut keragaman dalam kehidupan bermasyarakat tidak akan mengubah keadaan.
Keragaman di era global dewasa ini akan terasa indah kalau saja kita bisa menikmati dan merayakannya dengan disertai sikap saling menghargai, saling belajar, dan semuanya memiliki ketulusan dan kesungguhan untuk selalu menegakkan kebaikan, keadilan, dan kasih sayang.
Maribeth dan Anggun menikmati keragaman dengan antara lain bersikap saling menghargai dan belajar bahasa, adat istiadat dan budaya setempat serta menghormati dan mematuhi peraturan dimana mereka tinggal. Maribeth misalnya, meski permohonannya untuk menjadi WNI belum disetujui, ia tetap rajin mempelajari bahasa-bahasa daerah yang dikunjunginya selain tentu saja mempelajari bahasa Indonesia. Ia sekarang sudah cukup mahir berbahasa Indonesia meski terkadang masih sering dicampur dengan bahasa Inggris. Sementara Anggun selain mempelajari bahasa Inggris, ia juga belajar bahasa dan budaya Perancis dengan sungguh-sungguh. Hasilnya bisa dilihat dimana ia kini fasih berbahasa Inggris dan Perancis. Selain itu Anggun juga aktif bergaul dengan masyarakat sekitarnya dan tidak melupakan identitas keindonesiannya.
Dari sisi professional, keduanya terus melatih kemampuannya sebagai penyanyi dan berkompetisi untuk tetap bertahan di dunia hiburan internasional dengan cara yang jujur. Keduanya memiliki kesamaan komitmen untuk mematuhi peraturan, menghibur penonton, dan menunjukkan penampilan terbaiknya. Mereka bersikap pluralis dengan menumbuhkan dan membiasakan dalam diri seseorang untuk bisa menerima kehadiran yang lain serta menghargai.
Demikianlah, keragamaan di era global dimaknai dengan kerendahan hati sehingga keragamaan budaya, bahasa, dan agama lalu menjadi sebuah festival yang dirayakan bersama tanpa kehilangan gairah dan kegigihan untuk selalu menemukan dan mengalami kebenaran demi kebenaran. Semangat merayakan keragaman semacam ini bukan semata domain orang-orang yang ingin go internasional tetapi mestinya merupakan domain semua orang, termasuk blogger. Bahkan bagi seorang blogger, semangat merayakan keragaman di era global sudah merupakan keharusan. Bukankah ketika bersilancar di dunia maya dan menuliskan opini-opininya di blog, blogger telah menjadi warga global. Tidak ada lagi sekat-sekat bahasa, budaya atau letak geografis yang membatasi seorang blogger. Apa yang dituliskan seorang blogger dan dipublikasikan, maka akan menjadi domain publik yang siap dibaca kapan pun.
Dengan semangat keragaman seperti tersebut di atas, maka spirit merayakan keragaman dalam Pesta Blogger ke-4 yang akan berlangsung pada tanggal 30 Oktober 2010 di Jakarta, hendaknya diikuti dengan kerendahan hati dan menghilangkan sekat-sekat perbedaan. Makna Pesta Blogger hendaknya bukan sekedar semangat untuk menjadikannya sebagai sebuah ajang kopi darat (kopdar) besar-besaran dengan melibatkan beragam komunitas online,
Pesta Blogger hendaknya justru dijadikan sebagai upaya untuk memelihara semangat peduli dan berbagi lewat blog. Dengan semangat merayakan keragaman, semangat ngeblog hendaknya tetap terpelihara dan syukur-syukur bisa menular ke anggota masyarakat lainnya. Apa yang dituliskan seorang blogger yang hadir di Pesta Blogger hendaknya bukan sekedar tentang pesta itu sendiri, tetapi lebih luas dari itu, menularkan semangat keragaman ke lingkungan di sekitarnya. Akhirnya, walau tidak ada larangan, sebaiknya jangan ngaku blogger kalau tidak pernah lagi peduli dan berbagi lewat blog dan secara berkala memperbarui blognya.
1.9.10
Anak SMP, Blogger Bekasi dan Gerakan SEO Positif
Anak SMP dan Blogger Bekasi - Berangkat dari keprihatinan akan bercokolnya gambar senonoh tentang Bekasi di internet, yang bisa memberikan gambaran yang tidak sesuai tentang Bekasi, lewat postingan “Mari mengisi tembolok Google dengan Bekasi” saya mengajak teman-teman di Komunitas Blogger Bekasi (Be-Blog) untuk membuat tulisan dengan kata dan gambar “Bekasi”. Sebuah langkah sangat kecil yang diharapkan dapat memberikan cerita sesungguhnya tentang Bekasi di dunia maya. Keprihatinan maraknya gambar senonoh yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya juga dirasakan oleh pengelola blog Manajemen Emosi ketika menggunakan kata kunci anak SMP di mesin pencari google. Keterkaitan kata anak SMP dengan gambar dan film porno terlihat mencolok di setiap halaman Google. Hampir sebagian besar, setidaknya pada lima halaman pertama, keterangan mengenai anak smp selalu mengarah ke pornografi, mulai dari cerita anak smp melakukan hubungan seksual hingga video anak smp porno yang diunggah ke internet.
Apa yang tampil di halaman google seolah mempresentasikan bahwa anak SMP adalah objek pornografi dan komoditas yang laku diperjualbelikan. Dari link-link yang muncul, anak smp identik sekali dengan bisnis esek-esek di internet yang dilakukan oleh orang dewasa.
Karena itu sebagai blogger Bekasi yang aktif di dunia maya, saya merespon positif ajakan untuk mengkampanyekan anak smp bersih di internet. Anak SMP adalah anak-anak yang sedang tumbuh dan berkembang menjadi remaja atau dalam bahasa gaulnya anak baru gede (ABG). Sebagai ABG tentu saja mereka harus dilindungi oleh orang-orang yang sudah dewasa. Salah satunya adalah memberikan citra postif bahwa anak smp tidaklah seburuk seperti yang muncul di internet.

Banyak sekali anak-anak SMP yang berprestasi di berbagai bidang, baik pendidikan, seni musik hingga olah raga. Di Bekasi saja banyak atlit yang memulai karirnya dari anak SD atau anak SMP hingga ke jenjang internasional. Sebut saja pecatur Susanto Megaranto dan Irene Sukandar yang sudah malang melintang di dunia catur ketika masih menjadi anak SMP.
Dalam ajang seni, kita bisa melihat penampilan luar biasa Putri Ayu di acara Indonesia Mencari Bakat. Padahal ia masih berstatus anak SMP. Sementara di bidang ilmu pengetahuan, banyak uara olimpiade ilmu pengetahuan yang kemampuannya sudah diasah sejak menjadi anak SMP.
Contoh di atas hanya sebagian kecil gambaran bahwa anak smp tidak identik dengan situs porno. Anak SMP bukanlah objek yang dijadikan komoditas dalam perdagangan seks. Anak SMP adalah anak-anak yang sedang tumbuh dan berkembang menuju remaja dan kedewasaan. Jangan racuni mereka dengan hal-hal yang negatif. Dukung gerakan SEO positif.16.5.10
Kopdar Bareng Blogger TPC
Bagi seorang blogger, kegiatan kopi darat (kopdar) sepertinya merupakan kegiatan ekstra kurikuler yang mesti dijalani, bukan sekedar nulis di blog dan ngobrol on line. Melalui kopdar diharapkan bisa terjalin tali silaturahmi yang lebih luas dengan teman-teman blogger lainnya. Untuk itu, dalam kunjungan ke Surabaya saya sangat senang bisa berkesempatan bertemu dengan teman-teman dari Komunitas Blogger Surabaya yang menamakan dirinya Tugu Pahlawan.Com.
Usai perbincangan di Inna Simpang, obrolan dilanjutkan di Cirkel CrowdandCoffee di Jalan Bawean, sekitar 2 km dari hotel Inna Simpang. Disini bergabung pula Edi Fahmi dan Novri dari TPC. Berbeda dengan di Inna Simpang, kopdar ditempat ini dilimpahi dengan akses wifi yang disediakan pemilik café. Setelah memesan makanan dan minuman, kami pun segera mengeluarkan persenjataan masing-masing berupa notebook dan netbook. Perbincangan pun tidak lagi berkisar pada persiapan seminar tapi meluas ke topik-topik lainya hingga pertukaran link blog dan update status facebook.20.4.10
Dino Patti Djalal dan Twitter
“sy terdampar di frankfurt. penerbangan eropa lumpuh. kanselir jerman merkel sendiri tidak bisa terbang ke jerman dan terdampar di lisabon”, begitu bunyi selarik kata-kata di akun Twitter juru bicara (jubir) Kepresidenan Bidang Hubungan Luar Negeri, Dino Patti Djalal, tertanggal 18 April 2010 pukul 1.51 PM.Sebagai jubir presiden dan juga diplomat yang sering bepergian ke luar negeri, Dino Patti Djalal, tentu tidak akan mengira bahwa perjalanannya kali ini mengalami hambatan justru ketika pesawat yang ditumpanginya sedang transit di Bandara Rhein-Main, Frankfiurt, Jerman . Adalah debu vulkanis letusan Gunung Berapi Eyjafjallajokull di Islandia yang mengganggu penerbangan di kawasan Eropa Barat. Maskapai-maskapai penerbangan tidak berani menerbangkan pesawatnya ke kawasan tersebut karena khawatir debu-debu yang berterbangan mengganggu mesin pesawat dan dapat berakibat kecelakaan.
Akibat tidak adanya pesawat yang berani terbang, Dino Patti Djalal dan ribuan calon penumpang lainnya pun terpaksa mencari alternatif moda angkutan lain agar dapat segera sampai di tujuan. Beruntung transportasi darat di Eropa Barat tidak mengalami gangguan, sehingga bisa menggunakan bis atau kereta api. Alternatif ini yang dilakukan Dino Patti Djalal yang semenit kemudian mentweet “sy akan coba cari kereta api ke eropa paling selatan, mudah2an airport ada yg buka disana”.
Sekitar 8 jam kemudian, kembali Dino Patti Djalal mentweet “sy sudah di roma dgn kerta api. airprt roma buka tapi all flights full hari ini dan besok. semua penumpng di kerta api pengungsi badai debu”. Tak lama kemudian ia pun menambahkan “langit di roma dan frankfurt semua cerah dan sunny - memang aneh. krn gumpalan asap jauh di atmosfir, antara 5-10 km diatas darat, dan tipis”.
Tidak cukup menggambarkan keadaan kota, ia pun mendeskripsikan keadaan dirinya lewat selarik kata “krn sy sudah 3 hari gak ganti baju, udah bisa diberi gelar "diplomat apes dan apek". ha3x”. Bukan hanya itu, ia pun berkomunikasi dengan para tweeps (julukan bagi pengguna twitter), salah satunya adalah blogger Budi Putra yang saat itu sedang berada di Jerman sebagai juri Kontes blog internasional The BOBS. Kepada Budi Putra, Dino mentweet “@budip jadi. good luck di frankfurt. airport roma buka."”
Ya semua larik-larik kata yang menggambarkan kondisi Dino saat terdampar di Eropa memang dikutip dari akun Twitter Jubir Presiden SBY yang memang ditujukan ke publik. Dino memanfaatkan Twitter sebagai tool dan media yang bisa menjangkau banyak orang. Dengan bentuknya yang ringkas dan memuat maksimum 140 karakter, Twitter menjadi pilihan tepat untuk mengabarkan suatu kejadian atau mengupdate informasi. Updating pun dapat dilakukan setiap saat, tentu saja sejauh ada akses internet atau telepon selular.
Bahwa Dino memanfaatkan Twitter sebagai media komunikasi di jejaring sosial, sepertinya memang belum terlalu lama. Ia baru memiliki akun Twitter sejak 17 Februari 2010 atau baru sekitar 2 bulan. Seperti lazimnya para tweeps, Dino pun mengkicaukan apa yang terjadi di sekitarnya. Ya seperti yang kita baca pada tweet di atas. Namun demikian, ia juga menyampaikan opini tentang apa yang dilihatnya, misalnya saja ketika ia mendampingi Presiden SBY ke KTT ASEAN di Hanoi, 6-9 April 2010, ia berkicau “vietnam yg sy lihat berubah dr jago perang jadi jago ekonomi. resepnya: berani berubah, piawai beradaptasi,selalu lihat kedepan. indonesia?” atau ketika mendampingi Wapores Boedino di Nuclear Security Summit di Washington DC, 16 April 2010, ia menyampaikan opininya “bencana yg tidak terbayangkan adalah kalau teroris mendapat akses thdp senjata nuklir dan menggunakannya. mari doakan tidak akan terjadi”
Karena baru 2 bulan ngetweet, rasanya belum terlambat kalau saya mengucapkan selamat bertwitter ria. Meski terlihat mudah, tapi memposting suatu informasi dalam situs mikroblogging yang hanya menyediakan ruang sebanyak 140 karakter memerlukan teknik tersendiri untuk menuangkan isi pemikiran. Ditunggu informasi aktualnya yang terkait dengan rencana, kebijakan dan informasi lain yang terkait dengan tugas-tugas selaku Jubir Presiden SBY. Percayalah, publik pasti menunggu kicauan Pak Dino di Tweeter.
8.3.10
Sambutan Seminar Amprokan Blogger 2010
Sebagai Ketua Komunitas Blogger Bekasi (be-Blog) dan Ketua Panitia Amprokan Blogger 2010 (AB2010), pada tanggal 7 Maret 2010 saya berkesempatan menyampaikan sambutan pada acara Seminar AB2010 yang bertemakan "E-Government dan Peran Blogger". Berikut saya postingkan sambutan tersebut, semoga bermanfaat:Assalamualaikum Wr Wb,
Salam sejahtera untuk kita semua,
Salam blogger Indonesia
Bapak, ibu dan teman-teman blogger,
Bapak, ibu dan teman-teman blogger semua,
Bapak dan Ibu serta teman-teman blogger semua,
Bapak, ibu dan teman-teman blogger,
Wassalam
Bekasi, 7 Maret 2010
30.1.10
Twitter Melinjo, Anggota DPR, dan Blog
Pagi ini ketika mengakses akun twitter mobile muncul keterangan “twitter is over capacity. Too many tweets! Please wait a moment and try again”. Saya cuma termangu saja membaca keterangan ini. Oops … ternyata banyak juga pengguna twitter di negeri ini sehingga untuk mengaksesnya pun harus antri.Lalu iseng-iseng saya mencoba mencari tahu tentang berapa jumlah pemilik akun twitter di Indonesia saat ini. Dari hasil konsultasi dengan Om Gugel diketahui bahwa berdasarkan laporan RJMetrics Inc yang dikutip Vivanews, jumlah pemilik akun twitter di seluruh dunia sebanyak 75 juta. Dari jumlah tersebut sebanyak 2.41 persen atau sekitar 1,8 juta berasal dari Indonesia. Suatu jumlah yang cukup besar dan memperlihatkan antuasme kalangan pengguna internet. Saking banyaknya pengguna Twitter di Indonesia tidak mengherankan jika pengguna Twitter Indonesia nangkring di peringat ke-6 dunia.
Sebagai suatu layanan jejaring sosial dan micro-blogging tidak berbayar yang mulai diperkenalkan pada Maret 2007, Twitter memang membuat kepincut banyak pengguna internet. Dengan program pengiriman pesan pendek 140 karakter melalui berbagai layanan seperti lewat sms, instant messenger, web service atau layanan pihak ketiga seperti Twitterrific, Twhirl dan Facebook, menjadikan pada pengguna internet mudah untuk mengupdate berbagai perkembangan dan peristiwa yang terjadi. Lewat Twitter bisa didapatkan updates informasi terbaru secara gratis mengenai apa yang dilakukan teman, saudara, keluarga atau blogger seperti saya ini.
Lalu apa hubungannya Twitter dengan melinjo atau tangkil dalam bahasa Sundanya? Bukankah selama ini melinjo lebih dikenal sebagai tanaman yang bijinya sering digunakan untuk sayur asem ataupun bahan baku emping?.
Begini ceritanya, di Twitter dalam beberapa hari terakhir ini ramai kicauan (istilah di Twitter untuk postingan) tentang seorang anggota DPR RI yang berkomentar bahwa masalah perdagangan manusia (human trafficking) adalah tugasnya Kementerian Perdagangan. Komentar anggota DPR RI tersebut tentu saja dianggap lucu. Sejak kapan Kementerian Perdagangan menangani perdagangan manusia? Memangnya manusia disamakan dengan komoditi perdagangan lainnya sehingga harus ditangani Kementerian Perdagangan. Kalau iya, jangan-jangan perdagangan manusia akan diatur pula dalam kerangka kerjasama ASEAN-China Free Trade Agreement.
Berbeda dengan pekerja infotainment yang langsung melapor ke polisi ketika tersinggung dengan kicauan Luna Maya di Twitter, Kementerian Perdagangan dan Menterinya tenang-tenang saja. Selain kemungkinan tidak punya akun Twitter, beda halnya dengan Menkominfo Tifatul Sembiring yang aktif bertwitter, Menteri Perdagangan Mari Pangestu juga mungkin tidak merasa terganggu dengan kicauan sang anggota DPR di Twitter.
Sebaliknya, yang gregetan justru para Tweeps (julukan bagi pengguna Twitter) karena melihat komen asal bunyi dari wakilnya di DPR. Suatu komentar yang memperlihatkan ceteknya pengetahuan sang anggota DPR tersebut. Dari sikap geregetan ini maka kemudian muncullah berbagai kicauan di Twitter.
Dari sekian banyak Tweeps yang berkicau tentang komentar sang anggota DPR RI, salah satunya adalah pemilik akun Twitter dengan nama V. Melinjo. Saya tidak tahu dari mana ia mendapatkan inspirasi untuk membuat akun di Twitter dengan nama tersebut. Mungkin si pemilik akun sangat menyukai sayur asem atau emping atau barangkali pula penggunaan nama melinjo karena ada kemiripan dengan nama sang anggota DPR?. Akun V. Melinjo ini memiliki banyak pengikut (follower) karena kicauan-kicauannya yang menyentil sang anggota DPR dilakukan dengan ringan dan aktual. Coba saja simak salah satu kicauannya berikut ini:
“Sambil dandan, sambil nonton diskusi tentang anak jalanan di TV. Anak = Human. Jalanan = Traffic. Oh, itu toh maksudnya human trafficking.
Cari info ttg human trafficking di mana, ya? Di Yellow Page ngga ada no telp-nya nih. Hmmm. Google aja deh”.
Sementara itu ada pula Tweeps lain yang berkicau “untung saja human trafficking bukan dianggap urusan polisi lalu lintas karena ada kata traffic dan bisa dihubungkan dengan traffic light?”.
Sang anggota DPR RI yang dikicaukan di Twitter, tentu saja bisa gerah dipojokkan dengan kicauan seperti tersebut di atas. Meskipun demikian, ia tidak bisa berbuat banyak karena apa yang dikicaukan para Tweeps seperti V. Melinjo bisa jadi didasarkan suatu peristiwa yang sebenarnya. Para Tweeps cukup mendapatkan satu pernyataan yang tidak berkenan dari seorang tokoh publik untuk kemudian dikicaukan di akun Twitter. Jika si pemilik akun memiliki pengikut yang banyak, bisa jadi dalam waktu tidak terlalu lama, apa yang dikicaukan di akunnya bisa langsung dibaca banyak orang.
Sebagai sebuah jejaring sosial, kemunculan Twitter tentu saja memunculkan sejumlah harapan dan pada saat bersamaan kekhawatiran akan dampaknya. Dari sisi harapannya, Twitter memberikan kemudahan untuk menyampaikan dan mengakses informasi secara lebih cepat dan tepat. Twitter bisa juga menjadi alat kontrol diri agar seseorang bersikap proporsional. Sementara kekhawatirannya antara lain adalah apa yang dikicaukan para Tweeps bisa jadi akan merugikan atau menyudutkan seseorang.
Lalu apa kaitannya Twitter dengan blog?
Sebagaimana sudah disinggung di atas, Twitter merupakan jejaring sosial baru yang menawarkan kemudahan dalam penyampaian informasi secara cepat. Berbeda dengan blog, Twitter memiliki ukuran yang lebih kecil dan hanya memuat maksimal 140 karakter, sehingga kemudian disebut sebagai mikroblog (microblog). Dengan tagline “What’s happening”, seseorang cukup menuliskan secara singkat apa yang terjadi di sekitarnya. Tidak perlu membuat artikel panjang seperti di blog.
Dengan kelebihan seperti ini, tidak mengherankan jika banyak orang yang kemudian beralih ke microblogging seperti Twitter dan Facebook. Bukan hanya blogger yesterday afternoon saja yang pindah ke microblogging tetapi blogger yang sudah lama ngeblog pun banyak yang beralih. Banyak teman-teman saya yang sudah cukup lama ngeblog saat ini mengalami kejenuhan. Banyak yang tergoda dengan kenyamanan microblog seperti Twitter karena bisa update status setiap saat tanpa harus mempersiapkan segala sesuatu seperti saat akan ngeblog.
Adapula yang berpendapat bahwa sudah susah-susah nulis di blog, ternyata hanya sedikit yang membaca tulisannya bahkan terkadang tidak ada yang mengunjungi selain dirinya. Sementara kalau kita menulis update di Facebook atau Twitter, banyak yang baca dan terkadang banyak pula yang mengomentarinya.
Menurut saya ini cara pandang seperti ini kurang pas, meninggalkan kebiasaan ngeblog dan memusatkan perhatian pada Twitter atau Facebook. Dari bentuknya saja blog dan microblog jelas berbeda. Blog bisa bebas menampilkan ekspresi penulisnya, berapapun karakter yang dibutuhkan, dan dapat dibaca orang banyak tanpa tergantung pada jalinan pertemanan dan jumlah pengikut. Sementara microblog terbatas pada jumlah karakter yang disediakan (Twitter 140 karakter) dan jangkauan pembaca pun hanya sampai pada teman-teman yang menjadi teman (seperti fasilitas note di Facebook) atau jumlah pengikutnya (Twitter).
Kalau merasa jenuh masih bisa dimaklumi karena kejenuhan bisa hinggap pada siapa saja. Tapi jangan terlalu lama sehingga melupakan blog dan akhirnya pensiun ngeblog. Untuk itu sebenarnya kita dapat mengkombinasikan kebiasaan ngeblog sekarang ini dengan aktivitas berkicau di Twitter dan Facebook. Status di Twitter dan Facebook bisa dimanfaatkan untuk mempromosikan apa yang sudah kita tulis di blog.
Cara lainnya adalah bergabung dengan blog keroyokan seperti Kompasiana. Selain untuk mendapatkan kesempatan tulisan dibaca orang, kita bisa mendapatkan banyak pengetahuan dan beragam ide dari tulisan para blogger lainnya, selain itu kita juga bisa memanfaatkan fasilitas di blog keroyokan tersebut untuk mempromosikan tulisan kita lewat Twitter dan Facebook.
Untuk menyegarkan pikiran dari kejenuhan ngeblog kita juga bisa aktif dalam kegiatan kopi darat (kopdar) dengan sesama teman blogger guna bertukar pikiran dan berdiskusi tentang berbagai hal mulai dari isi blog hingga isi kantong. Ikut komunitas blogger yang ada di sekitar kita juga akan sangat membantu menyegarkan aktivitas ngeblog kita, bahwa ngeblog bukan sekedar merangkai kata tapi juga merangkai kegiatan nyata. Kegiatan Amprokan Blogger yang akan diadakan Komunitas Blogger Bekasi pada tanggal 6-7 Maret 2010. bisa dijadikan contoh bagaimana kegiatan merangkai kata diwujudkan dalam kegiatan nyata. Amprokan Blogger (yang berarti temu blogger) merupakan kegiatan nyata dalam rangka memperingati HUT ke-13 Kota Bekasi yang diisi antara lain dengan kegiatan lomba menulis dan foto blog, kunjungan ke tempat pengolahan sampah terpadu di Sumur Batu Bantar Gebang, live blogging contest, seminar, hingga upaya memecahkan rekor postingan MURI.
Akhrnya ngeblog ibaratnya seperti berlari marathon, tidak bisa cepat-cepat sampai tujuan. Perlu mengatur nafas dan kecepatan agar tidak ambruk di tengah jalan. Kalau merasa capek dan jenuh ngeblog, istirahatlah sejenak. Setelah segar kembalilah ngeblog. Mudah-mudahan dengan beristirahat ngeblog bisa muncul ide-ide baru yang memperlancar kegiatan ngeblog dan menjadikan blog jauh lebih bermanfaat bagi pembaca.
Salam semangat ngeblog