24.5.08

Problem Solving

Mohon maaf, saya bukannya hendak menawarkan problem solving bagi masalah besar yang sedang dihadapi bangsa Indonesia. Saya hanya ingin mengajak anda untuk rileks sejenak di akhir pekan ini dengan permainan kubus. Saya yakin anda pernah memainkan sebuah kubus, yang setiap sisinya memiliki warna yang berbeda dan masing-masing sisinya pun terbagi lagi menjadi 9 kubus yang lebih kecil.

Bagaimana cara bermainnya?

Mudah saja, setelah setiap sisi kubus diacak sedemikian rupa, kita diminta untuk menyusunnya kembali seperti sediakala. Anda bisa memutarnya ke kiri, kanan, atas ataupun bawah. Ya sesuka anda sajalah, pokoknya kotak-kotak tersebut tersusun kembali.

Kalau anda cukup sabar dan telaten, hanya dalam hitungan menit anda dapat melakukannya. Namun tidak jarang pula yang hingga hitungan jam, bahkan hari, belum dapat pula menyusun dengan baik kubus tersebut. Nah kalau hal ini yang terjadi dengan anda, cara berikut ini mungkin bisa membantu memecahkan masalah




Gambar diambil dari SINI

Read More..

22.5.08

MU memang benar Champion

Saya langsung lemas ketika pada giliran ketiga, sepakan Cristiano Ronaldo ditepis Peter Checz. Sedangkan istri saya langsung menyalahkan Ronaldo yang terkesan ragu-ragu dalam mengambil tendangan penalti. Untunglah pada giliran terakhir yang sangat menentukan, justru Kapten Chelsea John Terry terpeleset dan menjadikan bola yang ditendangnya melenceng ke sisi kiri gawang Edwin van der Sar. Padahal kiper asal Londo tersebut sudah salah langkah dengan meloncat ke kanan. Akibatnya skor pertandingan berimbang 4-4 dan karenanya diperlukan tendangan tambahan sampai ada selisih gol diantara kedua kesebelasan.


Bagi MU, kondisi tersebut ibarat mendapatkan kehidupan kedua yang tidak boleh mengulang kesalahan yang sama. Dua oang algojo terakhir MU, Anderson dan Ryan Giggs bersikap lebih tenang dan mengeksekusi penalti dengan dingin. Sebaliknya Chelsa justru terlihat agak tertekan. Akibatnya ketika melakukan tendangan penalti, gilian pemain Chelsea yang gagal. Adalah Nicolas Anelka yang gagal melakukannya, tendangannya berhasil ditepis van der Sar. Maka jadilah MU juara Piala Champion untuk ketiga kalinya. Bravo MU!

Untuk yang tidak sempat melihat jalannya pertandingan secara langsung, bisa disimak antara lain disini dan disini

Read More..

21.5.08

Selamat Jalan Bang Ali

Meski lahir dan dibesarkan di Jakarta, namun saya masih kecil ketika Ali Sadikin atau Bang Ali menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Karenanya tidak banyak yang saya ketahui mengenai sepak terjang beliau saat itu. Barulah setelah agak besar saya sedikit mengenal beliau dari berbagai bacaan, setidaknya tahu bahwa Bang Ali merupakan seorang tokoh visioner yang mengembangkan Kota Jakarta.

Dari sekian banyak proyek pembangunan yang dilaksanakannya, yang paling berkesan bagi saya adalah proyek perbaikan kampung yang disebut dengan proyek Mohammad Husni Thamrin (MHT). Melalui proyek MHT kawasan perkampungan yang tadinya becek dan kumuh diperbaiki dan dilengkapi dengan jalan dan gang beraspal serta aliran listrik. Hasilnya, sebagian besar kampung di Jakarta menjadi tertata dalam blok-blok yang berhubungan satu sama lain. Jakarta pun kemudian berkembang dari sebuah kampung besar menjadi Kota Metroplitan.

Tanggal 20 Mei 2008, tepat ketika Indonesia memperingati 100 Kebangkitan Nasional secara meriah, Bang Ali berpulang menghadap Sang Khalik. Tokoh yang oleh Presiden Soekarno disebut sebagai "keras kepala" ini pergi dengan meninggalkan sejumlah besar monumen pembangunan yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, seperti tempat kesenian Taman Ismail Marzuki, kebun binatang Ragunan, Taman Impian Jaya Ancol ataupun gedung Gelanggang Remaja.

Selamat jalan Bang Ali, selamat beristirahat dengan tenang. Semoga disana Bang Ali tidak perlu lagi repot-repot mencari dana legal untuk membangun Jakarta dengan mengijinkan perjudian. Bang Ali juga tidak perlu menandatangani Petisi 50 jilid 2 bersama antara lain dengan Ibu SK Trimurti, yang pada hari yang sama juga menghadap Allah SWT. Semoga juga para pemimpin negeri ini belajar dari keteladanan Bang Ali dan mendorong Pemerintah untuk lebih bersungguh-sungguh memikirkan kepentingan masyarakat yang jauh lebih luas dibandingkan kepentingan kelompok atau perusahaan.

Kembali akan kenangan kepada Bang Ali, seorang rekan semasa SD dan SMA mengirim email sebagai berikut: "Ru, masih inget nggak waktu Bang Ali menyalami sambil mengusap kepala teman-teman pramuka di Pasar Seni Ancol, pada acara perpisahan sebelum beliau melepas jabatan gubernur DKI Jakarta. Di spanduk besar -- kalau tidak salah ingat -- tertulis: "Selamat Jalan Bang Ali - kami akan meneruskan perjuanganmu". Kami itu termasuk kita ngga ya?"

Menyambut pertanyaan rekan saya tersebut, mungkin pertanyaan itu pas untuk kita semua. Ditengah keprihatinan tentang kualitas pemimpin di Indonesia, sosok dan figur Bang Ali, yang tegas dan visioner, seolah menjadi suatu kerinduan tersendiri dan sangat diharapkan kehadiraannya.

Jujur saja, saya sendiri tidak berani mengklaim dapat meneruskan perjuangan yang telah dirintis Bang Ali. Dari segi kapasitas saja jauh berbeda, Bang Ali sudah Mayor Jenderal ketika berusia 37 tahun (bener 37 tahun bukan 47 apalagi 57 tahun), sementara saya masih seorang kuli. Tapi hal itu tentu saja bukan lantas dijadikan sebagai suatu excuse, setidaknya saya berupaya untuk dapat berbuat baik di profesi saya saat ini sebagai sekrup kecil dalam hiruk pikuk pergaulan global. Dengan terminologi perjuangan seperti yang terakhir itu, saya bisa sedikit lega menjawabnya. Bukan begitu?

Foto diambil dari Kompas.

Yang juga kehilangan Paklik Isnogud.

Read More..

12.5.08

MU memang champion


We are the champions - my friends
And we'll keep on fighting - till the end -
We are the champions -
We are the champions
No time for losers
'Cause we are the champions - of the English Premier League-

Cuplikan dari tembang group legendaris Queen memang selalu pas untuk menggambarkan keberhasilan perjuangan seseorang atau kelompok. Setelah tertinggal belasan poin di awal musim kompetisi oleh Arsenal, secara pasti MU menemukan determinasinya untuk terus melaju ke tangga juara dan merebut trophy untuk ke-17 kalinya (10 kali di bawah pelatih Sir Alex Ferguson). Bahkan ketika sempat disamakan poinnya oleh Chelsea, MU mampu melepaskan diri dari tekanan dan menjungkirkan Wigan di partai akhir. Suatu hal yang tidak bisa dilakukan Arsenal dan Chelsea musim ini.

Arsenal yang gagah di awal kompetisi, kehabisan energi di tengah musim dan terus kedodoran saat ditaklukan MU di perempat final Piala FA. Sebaliknya dengan Chelsea, yang sempat terseok di awal musim dan meningkat diparuh kedua musim kompetisi, justru tidak dapat melepaskan tekanan di partai akhir. Sempat unggul 1-0 melalui gol Andriy Shevchenko, Chelsea akhirnya malah ditahan seri Bolton Wanderes.

Bahwa MU punya semangat tinggi untuk keep on fighting bukan hanya saat kompetisi berlangsung, bahkan jauh sebelum kompetisi dimulai pun MU pun sudah menyatakan optimismenya. Hal ini tampak dari pernyataan Alex Fergusson mengenai kemungkinan MU meraih gelar ke-18: "I think it will come. This side’s young. It’s developing all the time. It’s a good young team and there are plenty of years left in them. They’ll do it in their own time."

Ini tentu saja merupakan peringatan untuk para pesaing MU, khususnya Arsenal, Chelsea dan Liverpool. Kalau meeka mau mengalahkan MU siap-siaplah melengkapi amunisi timnya dengan pemain-pemain berkelas.

Khusus untuk Chelsea, kalau ingin menuntaskan persaingannya dengan MU, masih ada satu kesempatan di final Liga Champion di di Moskow tanggal 21 Mei 2008 mendatang. Namun sebagai penggemar Setan Merah, saya yakin MU akan memenangkan pertandingan lawan Chelsea dan merebut gelar Champion. MU akan memperbaiki kekeliruannya saat ditaklukan 2-1 oleh Chelsea di Liga Primer. Dan tentu saja MU akan keep on fighting till the end ...

Bonus: Song "We Are The Champion" by Queen, live at Bowl 1982

Read More..

9.5.08

58 Tahun Hari Eropa

Harus diakui bahwa para pendiri Uni Eropa (UE) sesungguhnya merupakan orang-orang yang memiliki pandangan jauh ke depan. Berawal dari gagasan Robert Schuman untuk membentuk suatu pasar bersama untuk baja dan batu bara Eropa pada tanggal 9 Mei 1950, maka 58 tahun kemudian gagasan tersebut ternyata mewujudkan suatu integrasi Masyarakat Eropa yang memiliki kekuatan cukup solid.

Menilik sejarahnya, pencapaian UE saat ini merupakan suatu raihan yang luar biasa. Hal ini mengingat bahwa Eropa sempat terpuruk akibat Perang Dunia kedua dan terbelah antara blok timur dan barat di era perang dingin. Bercermin dari masa lalu dan menengok keberhasilan yang dicapainya, selain berupaya mewujudkan Masyarakat Eropa yang sejahtera, UE juga ingin berperan dalam tata pergaulan internasional di era global dewasa ini.

Untuk menuju kesana bukannya tanpa masalah. Secara internal UE masih dihadapkan pada upaya pembenahan ke dalam, terutama yang terkait dengan ratifikasi Traktat Lisbon, suatu traktat yang disepakati sebagai jalan keluar dari penolakan rancangan Konstitusi Eropa sebelumnya. Traktat Lisbon menjadi penting karena dipandang sebagai konstitusi mini yang akan menjadi peta jalan masa depan UE.

Seandainya sampai akhir tahun 2008 ini, sesuai target yang ditentukan, Traktat Lisbon disepakati oleh seluruh negara anggotanya, maka mulai 1 Januari 2009 mendatang kita akan melihat suatu postur UE yang berbeda. Parlemen Eropa akan memiliki peran yang lebih besar dalam hal legislasi dan penentuan anggaran. Jabatan Presiden UE tidak lagi dijabat secara bergiliran setiap 6 bulan sekali oleh seorang kepala negara/pemerintahan negara anggota UE, melainkan akan dijabat oleh orang yang dipilih bersama oleh negara anggota untuk masa jabatan 2,5 tahun. Sementara itu, UE juga akan memiliki Dinas Luar Negeri tersendiri yang dipimpin oleh seorang Menlu yang akan mewakili kepentingan seluruh negara anggota UE.

Dengan postur yang berbeda, para pemimpin UE terlihat menginginkan adanya gerak dan langkah yang lebih padu dalam menjawab tantangan global. UE berharap setidaknya dapat menyikapi tiga masalah yang menjadi perhatian utamanya yaitu pemanasan global, peran Eropa di dunia, dan upaya mendorong demokrasi dan partisipasi seluruh komponen masyarakat. Melihat kesungguhan negara anggotanya, harapan tersebut kiranya akan dapat terlaksana dan Eropa akan kembali menjadi pilar utama kekuatan dunia.

Selamat hari Eropa ke-58: 9 Mei 1950 - 9 Mei 2008.

Tulisan terkait lainnya:


Sejarah Hari Eropa

UE dan model integrasi kawasan

UE pasca Lisbon



Read More..

7.5.08

Cara kreatif menghemat listrik

Mau menghemat biaya pemakaian listrik? ikutilah cara Pemkab Bantul disini.

Photobucket

Untuk menghemat listrik Pemkab Bantul berencana mengganti komputer desktop di instansinya dengan laptop. Menurut Sekda Pemkab Bantul, Gendut Sudarta, penggunaan komputer desktop membuat rekening Pemkab terus membengkak. Masih menurut Pak Sekda "banyak yang menyalakan komputer untuk hal-hal yang tidak perlu seperti main game. Kalaupun tidak, komputer dibiarkan terus menyala padahal tidak digunakan. Inilah yang membuat boros listrik".

Lho kalau begitu yang membuat boros listrik itu yang mana? Penggunaan komputer desktop atau perilaku staf Pemkab dalam memanfaatkan komputer?

Kalau memang niatnya untuk menghemat listrik, mestinya kan enggak perlu repot-repot menganggarkan penggantian komputer. Berapa coba anggaran yang dibutuhkan untuk membeli laptop untuk keperluan seluruh instansi dinas di Bantul. Kalau saja yang dibutuhkan adalah 100 buah laptop dan sebuah laptop rata-rata seharga 15 jutaan, maka anggaran yang dibutuhkan setidaknya akan berjumlah 1,5 milyar rupiah, belum lagi biaya perawatannya dan mark up.

Padahal penggunaan laptop juga tidak menjamin berkurangnya penggunaan listrik. Jika laptop yang dibeli menggunakan prosesor-prosesor jenis terbaru dengan kecepatan yang tinggi, tentunya daya listrik yang dibutuhkan juga besar. Ditambah lagi jika perilaku pengguna komputer di Pemkab tidak berubah.

Kalau selama ini himbauan penghematan listrik tidak memperlihatkan hasil, mestinya sih bukan komputer desktopnya yang diganti, tapi perilaku penggunanya yang perlu diingatkan kembali. Selain itu dicek penggunaan alat-alat listrik lainnya yang tidak perlu, seperti lampu di ruang kerja atau rapat. Atau bisa juga dilakukan dengan memberikan janji, kalau biaya listrik turun, sisa anggaran bisa untuk tambahan THR pegawai Pemkab. Walau usulan yang terakhir mungkin agak sulit bagi suatu instansi pemerintah untuk menggeser-geser penggunaan anggaran. Mungkin agar tidak dikejar KPK, mesti ada klausul khusus ketika pembicaraan persetujuan anggaran dengan DPRD.

Maka kalau cuma sekedar ganti desktop ke laptop, yang namanya penghematan tidak akan kentara. Makanya juga, biar terasa penghematannya, bagaimana kalau komputer desktop diganti mesin ketik manual saja seperti jaman dulu? Jelas hemat listrik, paling-paling cuma keluar duit buat beli pita mesin tik.


Bonus:

Paman Tyo: Hemat energi kalau bayar sendiri

Read More..

3.5.08

Stop Press Situs Kompas Kena Hack

Setelah situs Depkominfo dan partai Golkar, kini giliran situs Kompas Cybermedia (www.kompas.com) yang dikerjai hacker. Hal ini diketahui ketika saya mengnjungi situs tersebut pada hari ini (2 Mei 2008) pukul 20.14 waktu Brussel (01.14 WIB). Di halaman muka situs tersebut tertulis pesan sebagai berikut: "Just do it !!! maaf sebelumnya Semoga Bangsa Ini Tidak Bangkrut Atas Segala Kebobrokan di Amieni Selamat atas semua pejabat yang mengedepankan perut dan sedikit dibawahnya ... Semoga anda selau mendapat petunjuk untuk Selalu menipu kami ... ". Selanjutnya pada bagian bawah pesan tersebut tertulis : "untuk kawan-kawan www.kompas.com Ada Banyak Hal Yang Perlu Diperbaiki"

Sebagai koran terbesar di Indonesia, apa yang terjadi pada situs tersebut memang menarik perhatian. Kok bisa hal tersebut terjadi, apakah terdapat kelemahan pada sekuritu di web hosting ? Pertanyaan lainnya, kenapa kok situs Kompas di yang dirusak?

Seperti banyak diketahui, Kompas saat ini sedangan mengembangkan Kompas Cybermedia menjadi suatu portal besar yang mencakup Kompas.com, Kompas cetak, Kompas Mobile, Kompas Image, Kompas TV, Seleb TV, Gramedia Online dan Kompas Community. Dalam kerangka pengembangan tersebut, saya sering mendapatkan format tampilan Kompas Online sering berubah-ubah, sulit diakses dan tampilan berubah ke format lama. Mengenai terjadinya hal ini saya mencoba memahaminya, mungkin karena dalam masa pembenahan banyak script yang mungkin belum sempurna implementasinya. Nah ditengah pembenahan ini, masuklah hacker (bukan blogger) yang memanfaatkan lobang-lobang yang tersedia.

Tapi untuk pertanyaan kedua, kenapa situs Kompas yang dirusak? Jawabannya bisa ditafsirkan dari pesan-pesan yang disampaikan si hacker, yang kecewa terhadap Kompas yang sudah tidak lagi sesuai dengan motonya dalam menyuarakan "Amanat Hati Nurani Rakyat". Kompas kini dipandang lebih mengedepankan bisnis, dibanding pengembangan jurnalisme yang menyuarakan kebenaran. Belum lagi adanya konflik internal yang belum terselesaikan dan bahkan berbuntut penggantian mendadak Pemimpin Redaksi dari Suryopratomo ke Bambang Sukartiono.

Lalu apa yang bisa diambil hikmahnya dari kejadian ini? Sederhana saja, yaitu perlunya jurnalisme yang jujur dan selalu mewartakan kebenaran. Tanpa hal tersebut, dunia pers sebagai salah satu pilar demokrasi tidak akan memiliki makna dan peran apapun.

UPDATE: Pagi ini (3/5/08) waktu Brussel, pas cek situs Kompas Cybermedia ternyata sudah normal kembali. Cepat juga tim IT nya membenahi. Cuma perlu waspada agar tidak kena hack lagi. Waspadalah ... waspadalah

Read More..

29.4.08

Agen Asing di NAMRU 2

Ketika akhirnya masalah keberadaan NAMRU di Indonesia menjadi ramai, salah satu isu yang justru mencuat adalah tuduhan bahwa salah seorang Jubir Kepresidenan menjadi agen asing. Untuk menghindari polemik yang berkepanjangan, pemerintah melalui Mensesneg memang telah membantah tudingan tersebut. Tapi apakah penjelasan pemerintah cukup memadai dan menjamin bahwa isu semacam itu tidak muncul kembali?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, ada baiknya kita menengok pekerjaan seorang agen rahasia terlebih dahulu. Sesuai namanya, agen rahasia tentunya adalah orang yang ditugaskan secara diam-diam untuk mengumpulkan informasi yang dianggap rahasia mengenai suatu negara atau organisasi. Untuk mendapatkan informasi tersebut, biasanya seorang agen rahasia akan langsung menyusup ke pusat informasi atau jika tidak memungkinkan, bisa dilakukan dengan menggunakan tangan pihak ketiga.

Dengan pengertian yang sedemikian luas, sebenarnya siapapun bisa menjadi agen rahasia. Namun biasanya pekerjaan seorang agen rahasia lebih terkait dengan keberadaan suatu organisasi, misalnya tentara atau badan intelijen. Mereka inilah yang memilih, mendidik, melatih dan menugaskan seorang agen rahasia. Semakin tinggi nilai informasi yang ingin didapat dan semakin sulit memperolehnya, semakin tinggi pula tingkat keahlian yang diperlukan seorang agen rahasia.

Di masa lalu, tugas agen rahasia mungkin mirip dengan aksi yang sering kita saksikan di film-film James Bond yang selalu dilengkapi pistol dan gadget mutakhir serta dikelilingi wanita-wanita cantik. Namun merunut pada pengakuan John Perkins di Confession of the Economic Hitman, gambaran agen rahasia masa kini bisa jadi jauh dari yang dibayangkan. Mereka bisa jadi seperti seorang eksekutif perusahaan, tenaga konsultan, mahasiswa, aktifis LSM atau pejabat pemerintah. Tugasnya pun bukan sekedar mencari informasi, tapi sudah lebih jauh dari itu, menciptakan ketergantungan kepada AS dengan memberikan bantuan yang tidak mungkin mampu dikembalikan oleh negara peminjam.

Jangan bayangkan pula jika agen rahasia adalah orang yang sepenuhnya menyadari bahwa dirinya seorang agen. Agen rahasia bisa saja menyusup ke diri seorang mahasiswa yang sedang melakukan penelitian dan menyusun tugas akhir, tanpa sang mahasiswa menyadari bahwa dirinya dimanfaatkan untuk memperoleh informasi secara murah. Mengenai hal ini teman-teman saya yang pernah mendapatkan beasiswa dari pemerintah Australia, sering mengeluh betapa susahnya mereka memperoleh ijin untuk melakukan penelitian mengenai negara tersebut. Tetapi jika penelitian yang akan dilakukan menyangkut Indonesia, maka ijin akan lebih mudah diperoleh dan bahkan didukung pendanaan.

Kembali ke tudingan pejabat pemerintah sebagai agen asing, penjelasan Mensesneg tentu saja tidak menjamin bahwa tidak akan ada tudingan seperti itu di masa depan. Bagaimanapun tudingan adanya agen asing di pemerintahan bukanlah untuk pertama kalinya. Sebelumnya Menkeu Sri Mulyani pernah dituduh sebagai agen asing karena kebetulan yang bersangkutan pernah bertugas di IMF.

Isu agen asing di pemerintahan akan terus berlanjut dan menjadi komoditas politik sepanjang tidak terdapat ketegasan untuk menyelesaikannya. Kasus NAMRU sendiri merupakan kasus lama dan sudah muncul sejak jaman pemerintahan Gus Dur dan Megawati. Dephan dan Deplu sudah menyatakan keberatannya untuk memperpanjang keberadaan NAMRU dengan menggunakan fasilitas diplomatik, namun tidak memperoleh tanggapan berarti. Hal ini juga tidak terungkap ke media, karena memang sepertinya saat itu perhatian lebih terarah ke isu-isu lain.

Adalah Menkes Siti Fadilah yang mempublikasikan ketimpangan dalam kerjasama internasional di sektor kesehatan, melalui bukunya yang menghebohkan badan kesehatan dunia. Dari sini bola terus bergulir, termasuk berbagai opini dan komentar di ranah blogosphere yang tidak jarang menginformasikan mengenai keberadaan NAMRU di Indonesia, yang meskipun MOUnya sudah berakhir pada tahun 1999, namun tetap beroperasi di Indonesia.

Sayangnya, penyelesaian masalah NAMRU justru bergulir keluar substansi permasalahan seperti tuduhan NAMRU dimanfaatkan untuk kegiatan intelijen dan adanya pejabat Indonesia yang menjadi agen asing. Bisa saja memang NAMRU dimanfaatkan sebagai bagian dari kepanjangan tangan intelijen AS, tetapi herannya kenapa tuduhan semacam itu baru muncul sekarang. Kemana saja pejabat Depkes dan pejabat terkait lainnya selama ini? Apakah mereka ini yang justru secara diam-diam merupakan bagian dari agen asing tersebut ?

Saya khawatir jika penyelesaian tidak segera dilakukan, pemerintah hanya akan disibukkan dengan klarifikasi menghadapi tuduhan ini itu. Ujung-ujungnya, kasus NAMRU akan segera tertutup dengan kasus-kasus lain yang lebih heboh.


Saya mengharapkan agar dari kasus Namru ini, pemerintah secara terpadu mengambil langkah yang tegas dengan tetap menjaga norma diplomasi dalam penyampaian posisi dan sikap secara utuh. Langkah tersebut bisa saja berupa penerapan persyaratan yang sangat menguntungkan Indonesia, penerapan metode pengawasan terpadu dan tentu saja pencabutan status diplomatik bagi tenaga peneliti. Untuk itu koordinasi terpadu antar instansi terkait, Dephan, Deplu, Depkes, dan lain-lain, mutlak diperlukan.



Read More..

23.4.08

Laporan dari Brussel: ESE 2008

Melongok pasar ikan tahunan Eropa

Mendengar kata pasar ikan, ingatan kita biasanya langsung tertuju pada suatu tempat dimana para pedagang dan pembeli bertemu di suatu tempat yang amis, basah dan terkadang becek. Pedagang menawarkan berbagai macam ikan laut, udang, kerang ataupun kepiting untuk konsumsi langsung ataupun kalau hendak dijual kembali, jumlahnya tidak terlalu besar. Lalu bagaimana dengan pasar ikan tahunan Eropa yang biasa disebut dengan European Seafood Exposition (ESE) ?

Berbeda dengan yang dibayangkan di atas, meskipun menggunakan kata Exposition tetapi ESE sesungguhnya merupakan pasar ikan, yang menghadirkan penjual dan pembeli produk perikanan dari 87 negara. Tempat penjualan merupakan ruang pamer besar di kawasan Heysel, yang sering dipergunakan untuk memamerkan berbagai macam produk lainnya.

Dengan nilai penjualan selama pameran sebesar lebih dari 2 juta euro (US$ 3,2 juta), merupakan pasar ikan terbesar yang menjual beraneka ragam produk perikanan, mulai dari ikan segar, ikan beku, ikan kaleng, produk berbahan baku ikan hingga mesin pengolah. Pedagang yang menjual tidak lagi mengasongkan ikannya, tetapi cukup memperlihatkan sample, katalog produk, tayangan visual dan nama perusahaan.

Melihat pasar perikanan Eropa yang sedemikian besar, beberapa pengusaha Indonesia tidak ketinggalan untuk ikut berpameran. Mereka ikut serta dalam ESE 2008 dibawah koordinasi Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Departemen Kelautan dan Perikanan. Sebanyak 8 perusahaan menempati area seluas 100 m2 di hall 11. Sebagian merupakan perusahaan perikanan yang sudah seringkali turut serta dalam ESE, seperti Darma Samudera Fishing milik Bob Hasan, sebagian lagi merupakan perusahaan perikanan yang baru pertama kali ikut pameran di Brussel.

Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, jumlah perusahaan Indonesia yang ikut pameran cenderung menurun. Tahun 2007 lalu ikut serta sekitar 18 perusahaan perikanan dan tahun-tahun sebelumnya diatas 20 perusahaan. Tidak diketahui pasti alasan penurunan jumlah peserta asal Indonesia. Namun diperkirakan akibat ketatnya penerapan standarisasi di UE, dan terdapatnya sejumlah temuan Komisi Eropa mengenai produk perikanan Indonesia yang tidak memenuhi standar UE, sejumlah perusahaan perikanan Indonesia memilih untuk mengurangi produk ekspornya ke Eropa atau kalaupun tetap mengekpor ke Eropa dilakukan lewat negara ketiga.

Read More..

18.4.08

UE dan Boikot China

Ketika geliat kemerdekaan masyarakat Tibet dihadapi pemerintah China dengan tindakan refresif, sontak berbagai kecaman dari negara-negara UE berdatangan. Bukan hanya kecaman, namun diikuti dengan ancaman boikot pembukaan Olimpiade Beijing. Maksud dan tujuannya jelas, mendukung kebebasan masyarakat Tibet dan menekan China agar menghormati dan menerapkan HAM. Tapi bukan China namanya kalau ngeper dengan kecaman dan ancaman UE. Alih-alih keder dengan ancaman UE, justru UE lah yang kemudian berupaya mempertimbangkan kembali keputusannya.

Adalah Komisioner Perdagangan Komisi Eropa Peter Mandelson yang merasa perlu mengingatkan UE untuk mempertimbangkan kembali ancaman memboikot olimpiade. Menurutnya, boikot tidak akan efektif untuk menekan China, kemungkinan malah UE sendiri yang akan rugi. Data statistik memperlihatkan bahwa China merupakan mitra dagang terbesar kedua bagi UE dan gangguan terhadap kepentingan China berpotensi mengganggu hubungan dagang UE-China.

Alasan lainnya adalah kekhawatiran UE bahwa China akan ngambek dan membatalkan rencana pembentukan lembaga kerjasama perdagangan UE-China, yang saat ini sedang dalam proses perundingan. Kalau sampai kejadian, tertunda pula keinginan UE untuk dapat mengikuti jejak AS yang telah terlebih dahulu memiliki lembaga sejenis. Artinya pula, kesempatan UE untuk melebarkan pasarnya di China akan berkurang.

Ah ternyata memang tidak mudah menggertak China, coba kalau yang diancam negara lain, mungkin ceritanya akan beda.

Gambar diambil dari SINI


UPDATE:

China tampaknya sudah mulai menggertak UE dengan mengancam balik untuk memboikot produk Perancis. Hal ini dilakukan antara lain dengan melakukan demonstrasi besar-besaran terhadap jaringan hypermarket Carrefour di China (yang memiliki 112 outlet dan lebih dari 2 juta pelanggan). Khawatir boikot China akan berdampak lebih luas, Pemerintah Perancis selama seminggu terakhir ini sibuk mengirimkan 3 orang pejabat tingginya sebagai utusan khusus untuk membujuk Beijing. Ketiga utusan khusus tersebut adalah Ketua Senat Christian Poncelet, yang tiba di Shanghai tanggal 21 April 2008 untuk membawa surat berisi permintaan maaf Presiden Nicolas Sarkozy atas insiden yang terjadi saat obor olimpiade melewati Paris. Sementara pada tanggal 24-25 April 2008 giliran mantan PM Jean-Pierre Raffarin dan Penasihat Diplomatik Presiden Perancis, Jean-David Levitte yang berkunjung ke China.


Read More..