
Ditengah upaya pemerintah mempromosikan Bunaken, saya beruntung beroleh kesempatan mengunjungi kawasan ini. Kebetulan pada tanggal 29-30 Juli 2009 berlangsung kegiatan Rapat Koordinasi Duta Besar (Rakor Dubes) RI se ASEAN dan Mitra Wicara di Manado. Seusai bertugas sebagai salah anggota panitia, saya memanfaatkan waktu kosong sehari dengan mengikuti tour yang ditawarkan Biro Wisata Mapanget Megawisata. Selain saya, ternyata ikut pula dalam tour sehari antara lain Pak Djoko Hardono (Dubes RI di Kanada) dan Pak Herijanto Soeprapto (Dubes RI di Brunei Darussalam) yang masing-masing didampingi staf, para peserta rakor dan beberapa rekan panitia. Total keseluruhan anggota rombongan berjumlah 19 orang.
Sebuah Tamaran bernama Papa Coxy, yang dapat mengangkut 25 penumpang, membawa kami meninggalkan Marina Plaza menuju Bunaken. Menurut nahkoda Papa Coxy perjalanan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 45 menit untuk tiba di Bunaken. Selama di perjalanan kami asyik memandang indahnya beberapa pulau di kawasan Bunaken. Kencangnya hempasan ombak menjadikan Tamaran terguncang-guncang. Beberapa penumpang agak khawatir dengan besarnya guncangan dan satu dua penumpang mulai merasa mabuk laut. Meskipun demikian ada pula penumpang yang tertidur. Mungkin kelelahan karena beberapa hari terakhir bekerja hingga larut malam mempersiapkan dan melaksanakan rakor.
Sungguh suatu kekayaan alam luar biasa yang perlu dijaga kelestariannya. Bukan hanya untuk kepentingan wisata tetapi juga untuk habitat di kawasan tersebut. Kenapa hal ini saya sebutkan ? Karena ternyata disamping keindahan yang dapat disaksikan, terlihat pula banyaknya terumbu karang yang rusak, terutama yang dekat dengan permukaan laut. Ada terumbu karang yang patah, pudar warnanya dan tidak jelas bentuknya yang bisa jadi disebabkan oleh kecerobohan manusia..
Setelah cukup puas melihat-lihat pemandangan bawah laut, perahu diarahkan menuju Pulau Bunaken. Di pulau yang juga disebut sebagai Taman Nasional Bunaken (TNB) ini rombongan beristirahat sejenak untuk mengisi perut dan membeli oleh-oleh.
Tak lama kemudian disajikan dua potong besar ikan bakar. Kata si penjual ptongan ikan tersebut merupakan potongan ikan mubarak, ikan yang biasa didapatkan di sekitar perairan bunaken. Ditambah sayur batang kakung, woku (ikan dibumbu sayur kuning), sayur pakis, perkedel teri, dan sambal khas Manado, acara makan siang terasa maknyus. Tak terasa keringatpun bercucuran. Acara makan sianpun menjadi lebih sedap dengan minuman penutip kelapa muda. Wou benar-benar maknyus deh.
Selesai prosesi makan siang, kami pun segera kembali ke daratan Manado. Sepanjang perjalanan, penumpang yang sudah kekenyangan dan kelelahan terkantuk-kantuk. Hanya 1-2 penumpang yang duduk di bagian depan menikmati indahnya pemandangan laut. Sama seperti saat berangkat, perjalanan kembali pun membutuhkan waktu sekitar 45 menit. Setibanya di Marina Plaza kami pun segera kembali ke hotel.
Ehmm ... suatu kunjungan singkat ke Bunaken yang cukup mengesankan. Mungkin lain waktu kalau berkesempatan kembali berkunjung saya akan ikutan menyelam atau setidaknya snorkeling lah.
7 comments:
Catamaran.
Catamaran ?
Selamat malam Pak dan salam kenal.
Wah kayaknya blog ini milik orang penting... Cuma pengen kenal dan berbagi aja pak...
Asyik bisa jalan-jalan sekaligus rapat, eh salah. Rapat sekaligus jalan-jalan...
Moga aja pemecahan rekor pengibaran bendera bisa berjalan lancar...
Salam Kenal Pak,
Wah reviewnya jadi pengen banget ke Bunaken sana.
ikan goreng ya pak enak.. :) Bunaken, kl ga salah naamnya sailbunaken2009 yang ada di tv tv itu kan ya??? hahaha pertama dengar aku sellbunaken2009, rupanya sailbunaken2009 :D
We, Indonesia, do have so many wonders! Let's explore more and reveal the hidden treasures...
One of the comment said 'catamaran', maybe he was dreaming to sail in Bunaken using a special sail boat, 'catamaran'... wow, that's a good idea!
Bunaken mantaff.... senang bisa main kesana lagi!!!!
Salam kenal...
Post a Comment