11.11.08

Pak, sebutan lazim di ASEAN

Thank you Pak Peter, for your comment and suggestion”, begitu diucapkan oleh pejabat Thailand saat memimpin pertemuan yang dihadiri pejabat senior negara-negara anggota ASEAN. Uniknya penggunaan kata “Pak” bukan ditujukan ke pejabat Indonesia, tetapi ke pejabat Singapura.

Sementara itu, pejabat atau peserta Indonesia yang hadir pada pertemuan tersebut juga memanggil kolega ASEAN-nya dengan sebutan “Pak”: Pak Ong, Pak Kim, Pak Vitasath, Pak Surin, Pak Sounsapath. Padahal yang dipanggil berasal dari Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, Kamboja.

Bahwa kata “Pak”, kependekan dari “Bapak”, lazim digunakan dalam pertemuan ASEAN, memperlihatkan bahwa kata tersebut telah menginternasional, setidaknya di kawasan ASEAN.

Entah sejak kapan kata “Pak” menjadi lazim digunakan dalam pertemuan ASEAN, namun sepertinya memang pejabat dan peserta Indonesia lah yang memulainya. Kalau tidak keliru, mantan Presiden RI ke-2, Pak Harto, merupakan salah satu pejabat tinggi yang sering memanggil mitranya dengan "Pak", terutama kepada PM Malaysia Mahathir Muhammad dengan Pak Mahathir, dan PM Singapura Lee Kuan Yew (Pak Lee).

Kebiasaan Kepala negara RI saat itu yang memanggil mitranya dengan sebutan "Pak", kemudian diteruskan pejabat-pejabat Indonesia lainnya. Kini bukan hanya kepala negara dan menteri, tetapi juga pejabat-pejabat di tingkat bawahnya memanggil mitranya dengan sebutan “Pak”.

Saya sich senang-senang saja kata “Pak” lazim dipergunakan di ASEAN. Tidak perlu ada kekhawatiran kata ”Pak” diklaim negara lain. Jangan berlebihan dan paranoid lah bahwa bahwa kata tersebut diakui orang lain.

Kalau perlu, setelah kata “Pak”, kita bisa mempopulerkan kata “Bu” (kependekan dari Ibu), menggeser kata “Madam” yang saat ini lebih sering digunakan. Ini bisa dimulai pada saat kita bertemu seseorang, misalnya “nice to meet you bu Gloria Macapagal Arroyo ” “How are you bu?”. Selain itu, masih ada lagi enggak ya kata-kata lainnya?

11 comments:

Elys Welt said...

baru tahu nih kalau sebutan Pak lazim di negara2 asean

iman brotoseno said...

jadi bangga dengan sebutan itu...
sesekali boleh usul pemakaian BUNG..he he

lenje said...

Ahem.. cultural invasion FTW! ;-)

kucingkeren said...

kalau perempuan biasanya ada juga yang dipanggil mbak... atau zes.. Ihh geli dengernya,...

joe said...

kalau Mas (bukan emas) berlaku gak ya, atau Mbak?

yuswae said...

kalau di negara yang ikut konferensi Asia Afrika mungkin manggil bung ya,Pak. Bung Karno, Bung Nehru, Bung Zhou, dan Bung-Bung lainnya. :D

Andai Gus Dur cukup lama memimpin Indonesia, mungkin kepala negara Asean tak dipanggil dengan nama depan Pak. Jadinya Gus Mahatir, Gus Lah, Gus Lee, Gus Hunsen, Gus Bolkiah, dan Gus Gus lainnya. hehehe

Ris yuwono said...

setuju pak Aris..he2 klo di Asean pada manggil PAK, kalo di kampung saya kok banyak yang manggil BOSS ya..

edratna said...

Hehehe menarik ya....pada akhirnya bahasa memang saling mempengaruhi....

karebed said...

bung ap yang bisa memimpin negara BUNG karno

nita said...

ya memang menarik banget. pertama kali gabung dg ASEAN dan di setiap meeting selalu orang2 menyebut 'pak' meski perempuan nggak pernah disapa dg 'ibu'...pak aris ini deplu ya. saya kelamaan di dit. ASEAN:)

Anonymous said...

lucuya di pigam asean bahasa resmi adalah bahasa inggris..