3.5.08

Stop Press Situs Kompas Kena Hack

Setelah situs Depkominfo dan partai Golkar, kini giliran situs Kompas Cybermedia (www.kompas.com) yang dikerjai hacker. Hal ini diketahui ketika saya mengnjungi situs tersebut pada hari ini (2 Mei 2008) pukul 20.14 waktu Brussel (01.14 WIB). Di halaman muka situs tersebut tertulis pesan sebagai berikut: "Just do it !!! maaf sebelumnya Semoga Bangsa Ini Tidak Bangkrut Atas Segala Kebobrokan di Amieni Selamat atas semua pejabat yang mengedepankan perut dan sedikit dibawahnya ... Semoga anda selau mendapat petunjuk untuk Selalu menipu kami ... ". Selanjutnya pada bagian bawah pesan tersebut tertulis : "untuk kawan-kawan www.kompas.com Ada Banyak Hal Yang Perlu Diperbaiki"

Sebagai koran terbesar di Indonesia, apa yang terjadi pada situs tersebut memang menarik perhatian. Kok bisa hal tersebut terjadi, apakah terdapat kelemahan pada sekuritu di web hosting ? Pertanyaan lainnya, kenapa kok situs Kompas di yang dirusak?

Seperti banyak diketahui, Kompas saat ini sedangan mengembangkan Kompas Cybermedia menjadi suatu portal besar yang mencakup Kompas.com, Kompas cetak, Kompas Mobile, Kompas Image, Kompas TV, Seleb TV, Gramedia Online dan Kompas Community. Dalam kerangka pengembangan tersebut, saya sering mendapatkan format tampilan Kompas Online sering berubah-ubah, sulit diakses dan tampilan berubah ke format lama. Mengenai terjadinya hal ini saya mencoba memahaminya, mungkin karena dalam masa pembenahan banyak script yang mungkin belum sempurna implementasinya. Nah ditengah pembenahan ini, masuklah hacker (bukan blogger) yang memanfaatkan lobang-lobang yang tersedia.

Tapi untuk pertanyaan kedua, kenapa situs Kompas yang dirusak? Jawabannya bisa ditafsirkan dari pesan-pesan yang disampaikan si hacker, yang kecewa terhadap Kompas yang sudah tidak lagi sesuai dengan motonya dalam menyuarakan "Amanat Hati Nurani Rakyat". Kompas kini dipandang lebih mengedepankan bisnis, dibanding pengembangan jurnalisme yang menyuarakan kebenaran. Belum lagi adanya konflik internal yang belum terselesaikan dan bahkan berbuntut penggantian mendadak Pemimpin Redaksi dari Suryopratomo ke Bambang Sukartiono.

Lalu apa yang bisa diambil hikmahnya dari kejadian ini? Sederhana saja, yaitu perlunya jurnalisme yang jujur dan selalu mewartakan kebenaran. Tanpa hal tersebut, dunia pers sebagai salah satu pilar demokrasi tidak akan memiliki makna dan peran apapun.

UPDATE: Pagi ini (3/5/08) waktu Brussel, pas cek situs Kompas Cybermedia ternyata sudah normal kembali. Cepat juga tim IT nya membenahi. Cuma perlu waspada agar tidak kena hack lagi. Waspadalah ... waspadalah

2 comments:

rita said...

wah kayaknya orang IT nih yang lebih tahu.... namum tetap waspadalah!! (kayak buser ya).. btw salam kenal ya mas Aris Heru Utomo

Aris said...

Iya nich, yg beginian pastinya kerjaan orang IT. Salam kenal juga mbak.