7.10.08

Usai Mudik

Kehidupan memang melelahkan namun biasanya masih menyisahkan keriangan. Itulah salah satu alasan untuk bersyukur ... (blog Gombal).

Perjalanan darat Jakarta - Pemalang selama 20 jam untuk jarak sekitar 350 km tentu saja sangat melelahkan. Padahal saat di Brussel, dengan waktu tempuh dan mode transportasi yang sama, saya bisa tiba di Barcelona atau Monaco. Itu pun sudah beristirahat sejenak di beberapa tempat dengan nyaman.

Tentu saja terdapat keriangan yang berbeda antara perjalanan wisata Brussel - Barcelona dengan mudik lebaran ke Pemalang. Apalagi ini pertama kalinya kami sekeluarga bertemu kembali dengan orang tua dan mertua, setelah 5 lebaran di perantauan.


Saya bersyukur bahwa perjalanan yang melelahkan telah dilewati. Kelelahan berdesak-desakan
dan berbagi jalan dengan para pemudik lain terbayar dengan silahturahmi dan kehangatan bertemu orang tua, mertua, saudara dan para kerabat lainnya.

Usai Idul Fitri, usai mudik dan kembali ke ibukota, kembali kita menjalani kehidupan sesungguhnya di belantara kehidupan metropolitan dengan segala perniknya. Semoga kita semua dapat mensyukuri segala nikmat yang diberikan.

Untuk itu, sebelum bulan bulan Syawal mencapai akhir, perkenankan kami menghaturkan minal aidzin wal faizin, mohon maaf lahir dan bathin. Terlambat ? enggak apa-apa, better late than never lah masa better late than never dong :)

Bonus: Pulang yang (bukan) sekadar pulang

12 comments:

Alex Ramses said...

secara, main bolah gitu bukan main bodong, lagian yg ada juga mulan jameelah bukan jamidong walahhh,, itu juga bukan wadong :P hayahhhh,,,,

Wah habis mudik pak ya, dua kali lebaran lalu selalu mudik saya, taun ini gak dulu :D capeknya mudik emang terbayar ketika bertemu saudara2 keluarga dan melihat kembali kampung halaman, tuhan selalu kasih alasan untuk bersukur.

selamat idul fitri maaf lahir batin juga,,,

kyai slamet said...

Wah mudiknya jauh juga ya pak. saya cuman mudik 167 km.
***salaman***

Aris said...

#Mas Alex: apa kabar mas? masih nyantri di Mesir?

#Pak Kyai: secara jarak sebetulnya enggak jauh, tapi macetnya itu minta ampuun.
***Salaman juga, sambil berharap dipijit pak kyai***

paman tyo said...

oleh-olehnya masih ndak? bagi dong... :)
selamat lebaran meskipun telat.

edratna said...

Walau telat, saya mengucapkan "Selamat Idul Fitri 1429 H, mohon maaf lahir dan batin"

susan said...

wahh jauhh amat mas mudiknya... oleh2nya??? hehe... selamat lebaran ya, maaf lahir batin, siapa tahu ada salah kata dan comment.. (--salaman-- ikutan kyai Slamet) :-)

Pangarso D. Nugroho said...

minal aidzin wal faidzin bos, sama nih gue jg kena macet 24 jam dari Magelang - Jakarta.

zakimath said...

Bapak Pemalang-nya di mana?

Aris said...

#Paman Tyo: Oleh-oleh masih banyak, mau diambil dimana :) ?

#Bu Endratna: sama-sama bu, tks

#Mbak Susan: secara jarak sich sebenarnya cuma 1,5 kali Jkt-Bdg, tapi macetnya itu lho

#Dadung: Udah pijet belon?

#Mas Zaki: di Petarukan, sampeyan dimana mas?

sastrawan said...

mas add blogger saya ya http://catatan-penyair.blogspot.com

sastrawan said...

http://catatan-sastrawan.blogspot.com
saya udah add blog mas di blog saya
salam kenal...

Aris Heru Utomo said...

@Sastrawan: Salam kenal juga Mas Agus, blog Mas Agus sudah saya add di blog saya.