10.10.08

Rusuh

Agak sedikit berbeda dengan berbagai media cetak yang terbit hari ini (10 Oktiober 2008), yang umumnya menampilkan berita bursa saham global dan nasional, Kompas justru memuat foto penyerangan wasit dihalaman utamanya. Rupanya prestasi sepakbola Indonesia yang belum beranjak jauh dari kerusuhan dan perkelahian, jauh lebih menarik untuk disajikan dalam bentuk gambar. Meski sebenarnya berita pemain saling baku hantam, pemain dan official menyerang wasit atau penonton menyerang pemain, seolah sudah biasa dalam pertandingan bola di tanah air.

Pada foto tersebut tampak alih-alih mencegah terjadinya keributan, Manajer PSIS Semarang Yoyok Sukawi justru bersikap brutal dengan memukul wasit yang memimpin pertandingan PSIS Semarang melawan PSMS Medan. Alasannya sederhana, karena tidak puas terhadap kepemimpinan wasit. Bahkan di siaran salah satu stasiun TV juga terlihat bagaimana official PSIS Semarang turut serta melempar kursi ke arah para pemain PSMS Medan.

Entah sampai kapan prestasi dan kebanggaan tersebut akan dipertahankan. Apakah para pengurus, pemain dan penonton yang gemar membuat kerusuhan berpikir bahwa dengan baku hantam bisa menjadi juara di tingkat ASEAN, Asia bahkan dunia ?

3 comments:

Eko A said...

Pada laga selanjutnya ketika PSIS menjamu PSM dan PSM mengalami kekalahan, gantian sang wasit yang berhasil memukul KO sang offisial PSM. Tadinya sang offisial akan memukul sang wasit karena tidak puas akan kekalahan timnya, tetapi ternyata bogem sang wasit lebih dulu mendarat di mukanya :)

edratna said...

Kapan ya pertandingan olah raga berlangsung sportif dan aman, khususnya untuk sepak bola?

Jauhari said...

Negeri yang malang