3.9.08

Doa dan Kiai GR

Alkisah pada suatu hari ada seorang Kiai yang tersesat dalam hutan rimba dan bertemu dengan seekor harimau. Karena ketakutan, sang Kiai berusaha menghindar dari kejaran harimau dengan memanjat sebuah pohon yang tinggi. Malangnya, ternyata sang harimau dapat pula memanjat pohon tersebut dan hampir saja menerkam si Kiai. Untunglah sang Kiai masih bisa meloncat dan segera berlari ke sebuah gua.

Tidak mau kehilangan buruan, harimau pun segera meloncat dan menyusul ke dalam gua. Celaka bagi sang Kiai ternyata gua tersebut buntu, sehingga tidak ada jalan lagi untuk menghindar dari kejaran harimau, yang ternyata sudah berada tepat dihadapannya.

Dalam keadaan ketakutan setengah mati, sang Kiai teringat akan Allah SWT dan cepat-cepat berdoa untuk mengharapkan datangnya mukzizat. Pikirnya, dia kan Kiai pasti doanya akan segera dikabulkan Allah SWT. Maka sambil memejamkan kedua matanya dan menengadahkan kedua tangan, berdoalah sang Kiai dengan khusu’.

Lima menit berlalu, tidak ada tanda-tanda kalau harimau akan menerkam. Begitu pun setelah hampir 10 menit, keadaan masih aman-aman saja. Hingga akhirnya setelah hampir 20 menit berlalu, sang harimau belum juga menerkam, sang Kiai mulai berpikir bahwa mukzizat benar-benar telah datang dan doanya dikabulkan seketika.

Maka dengan memberanikan diri, dibukalah sebelah matanya untuk melihat keadaan. Betapa kagetnya sang Kiai ternyata si harimau masih berada dihadapannya sedang menengadahkan kedua tanganseperti sedang berdoa.

“Alhamdullilah, Allah SWT ternyata mengabulkan doa saya seketika, harimau tidak jadi memangsa saya” begitu gumam sang Kiai. Mendengar gumam sang Kiai, si harimau menjawab “weis… jangan GR dulu …. saya belum memakan Kiai karena sedang memanjatkan doa sebelum makan”

Cerita di atas disampaikan seorang ustad, yang berceramah di masjid kantor saya, saat menjawab pertanyaan berapa lama permohonan dalam doa akan dikabulkan oleh Allah SWT. Disampaikannya bahwa memang dalam Al Qur’an terdapat ayat yang berbunyi “Berdoalah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab doa kalian”. Ayat ini merupakan penegasan Allah SWT dan jaminan bahwa Dia akan mengabulkan doa hamba-hamba-Nya. Namun segera ditambahkannya bahwa tentu saja kita tidak akan mengetahui kapan doa tersebut dikabulkan.

Dijelaskannya bahwa dalam pandangan ayat-ayat Ilahi, doa-doa yang dijamin Allah SWT untuk mengabulkannya adalah doa-doa yang memiliki karakterikstik khusus. Di antaranya, doa itu haruslah diiringi dengan tekad dan usaha atau kerja keras. Selain itu, sebaiknya permintaan utama yang diminta manusia ketika berdoa adalah permohonan akan kebaikan dan hidayah dari Allah SWT. Bila doa dilakukan dalam dua kondisi itu, doa itu akan memberi banyak pengaruh kepada jiwa manusia.

Moral cerita: kalau ingin doa kita dikabulkan, sampaikan permohonan untuk kebaikan dan hidayah dari Allah SWT serta diiringi tekad dan usaha atau kerja keras. Pengabulan doa tidak bersifat instan. Ibarat ingin lulus ujian suatu mata kuliah, tidak bisa dengan hanya membaca materi dalam waktu 1-2 jam saja, melainkan perlu persiapan jauh-jauh hari sebelumnya.

5 comments:

ulan said...

hehehehe harimau nya bisa doa juga..

kucingkeren said...

hmmm... aku kok spt di'sindir' ya baca kisah ini. Kita baru berdoa baru ingat Tuhan saat kepepet. COba deh kalau saja gua itu gak buntu, apa org itu akan berdoa atau ingat Tuhan? haha... tks mas ceritanya seru.. :-)

Kyai Slamet said...

sepakat sama kucingkeren
:D

Iman Brotoseno said...

saya malah ingat moral cerita novel trengginasnya Mohtar Lubis ' HARIMAU HARIMAU ".dimana dalam ketakutan diancam Harimau,justru sang Kiai yang rapuh..

Sjamsuddin said...

Bahkan Thomas Alfa Edison pun bilang banyak orang putus asa pada saat harapan, cita cita, atau doanya sudah mendekati bahkan tinggal satu dua langkah lagi....
Sifat manusia memang ingin main segera saja. Bertahan, fokus, dan tidak putus asa hanya dimilki oleh orang punya kualitas khusus. Tungsem juga bilang, berdoalah seperti dukun Indian yang tidak pernah berhenti berdoa minta hujan. Dan hanya berhenti ketika hujan mulai turun.... Belum lagi ada kisah lama pengembara new land Amerika, yang menjual tambang emasnya kepad orang lain. Dan ketika si pembeli menggali semeter lebih dalam maka nampaklah lapisan tanah mengandung biji emas di tanah yang digali, yang sebenarnya sudah digali cukup dalam oleh pendahulunya (penjual tanah terdahulu itu yang keburu berputus asa, yang padahal hanya tinggal 1 meter lagi menggali, maka akan beruntunglah dia)