28.1.08

Saatnya pergi dan berpulang

Pak Harto akhirnya pergi dan berpulang menghadap sang pencipta. Ditengah kontroversi, ia pergi meninggalkan sanak keluarga, kerabat, sahabat serta orang-orang yang mencintainya. Ia juga pergi meninggalkan kroni-kroni dan orang-orang yang tidak menyukainya. Ini mungkin saja merupakan suatu yang terbaik baginya. Seperti pepatah China kuno mengatakan: Kematian adalah suatu keberuntungan. Beruntung, karena kematian orang dilepaskan dari segala penderitaannya. Dengan kematian, orang berpulang menuju Tanah Air yang akan memuaskan segala kerinduannya.

Selamat jalan Pak Harto, semoga arwahmu berpulang menuju tanah air yang dapat memuaskan kerinduanmu. Semoga kepergianmu membawa kebaikan bagi negeri kami, baik bagi pemimpin dan masyarakatnya, yang merindukan kesejahteraan, kedamaian dan keadilan secara merata. Semoga pencapaian yang baik bagi negeri ini dapat diteruskan dan ditingkatkan demi kebaikan bersama seluruh bangsa. Sementara kegagalan-kegagalan yang menyertainya hendaknya menjadi pelajaran berharga agar tidak terulang kembali. Soal tempatmu dalam sejarah Indonesia dan tentu saja berbagai kontroversinya, biarlah menjadi tugas yang masih hidup dan generasi penerus untuk menuntaskan, mencatat dan menuliskannya.

Keterangan foto: Tempat untuk menyatakan bela sungkawa yang telah dipersiapkan beberapa minggu lalu.

2 comments:

venus said...

hmmm....akhirnya....

kucingkeren said...

mungkin lebih baik sosok penuh misteri itu berpulang. Di alam sana mungkin beliau bisa lebih terbuka dan menjadi pribadi yang lebih bisa dipahami. Di sini? Hmmm kita lihat apakah lembaga peradilan Indonesia masih punya kekuatan? Peaceee...!