3.11.07

Kartu Kredit dan Identitas untuk Kucing

Bisakah seekor kucing memperoleh kartu kredit dari bank? Bisa saja, dan hal tersebut telah dilakukan Bank of Queensland di Australia yang memberikan kartu kredit bagi seekor kucing bernama Messiah pada awal tahun 2007 lalu. Kejadiannya memang sudah cukup lama, tetapi tetap menarik karena mungkin baru pertama kali inilah seekor kucing bisa mendapatkan kartu kredit. Mungkin pihak bank berpikiran bahwa dengan memegang kartu kredit, si kucing bisa belanja sendiri kebutuhannya, memasukkan pin dan menandatangani struk belanja. Tapi benarkah Bank memang berpikiran seperti itu?

Seperti dimuat di kucingkita, Bank of Queensland memang benar telah mengeluarkan sebuah kartu kredit untuk seekor kucing pada Januari 2007. Namun kemudian kartu tersebut dibatalkan setelah diketahui bahwa kliennya seekor kucing. Bagi pemilik kucing, Katherine Campbell, pembatalan tersebut tidak berarti apa-apa selain membuktikan lemahnya sistim keamanan pihak bank. Kata teman saya, sebut saja Udin Meonk, “kemana aje pegawai bank selama proses permohonan diajukan?” “emangnye kucing bise nulis dan ngisi formulir?” “terus meskipun cuma kartu kredit tambahan, emangnya gak diminta KTP sama petugas bank?”

Walah embuh, mungkin petugas bank sedang teledor saja atau kesengsem sama pemiliknya, sehingga mengabaikan persyaratan administratif yang seharusnya dilampirkan. Tapi menyinggung soal KTP seperti yang dikatakan Udin Meonk, mungkin saja si Messiah punya KTP kucing. Saya ingat, seorang teman saya di Depok punya piaraan beberapa ekor kucing ras jenis Angora dan masing-masing kucing tersebut punya KTP. Hal yang sama juga dimiliki kucing peliharaan boss saya, yang bahkan dibuatkan paspor tersendiri ketika dibawa dari Jakarta ke Brussel.

Saya sendiri enggak tahu persis jenis KTP-nya dan ngurusnya dimana, yang jelas sih bukan di kelurahan. Menurut Agrina, untuk kucing setidaknya terdapat 2 surat keterangan menyangkut identitas. Untuk kucing impor, biasanya diperlukan sertifikat yang menjelaskan latar belakang si kucing. Lembaga yang berwenang mengeluarkan sertifikat ini adalah International Cat Association (ICA). Syarat-syarat untuk memperoleh sertifikat bisa dilihat disini. Sementara untuk kucing lokal cukup berupa Identity Card (ID) atau KTP, yang kemungkinannya dikeluarkan oleh Dinas Peternakan (untuk Jakarta kalau tidak salah di Jl. Harsono RM, Ragunan).

Dan ngomong-ngomong soal (apalagi kalau bukan) kucing, menurut pengamat perkucingan, kebiasaan memelihara kucing bisa dikembangkan sebagai suatu peluang bisnis dengan modal yang tidak terlalu besar. Prospek untuk mengembangbiakan kucing impor masih sangat lebar seiring meningkatnya permintaan, sementara persediaan masih terbatas. Nah kalau anda penggemar kucing, tunggu apalagi, mulailah beternak kucing impor dari sekarang. Tapi jangan lupa, buat sertifikat dan daftarkan hak patennya. Kalau tidak, jangan menyesal jika suatu saat kucing yang anda kembang biakkan diklaim Malaysia (halah).


foto dari kucingkita.


6 comments:

venus said...

kartu kredit tambahan buat kucing? hahaha...petugasnya pasti lagi mabok. ah tapi lucu juga kali kalo saya apply kartu tambahan buat kucing2 saya :))

jam berapa di brussel sekarang? halah :D

Anang said...

hueheuhuehue pokoknya semua yang kita punya diembat malaysia...

elistia said...

Alo juga mas Aris..

Aris said...

#Mbak Venus: boleh dicoba mbak. Di Brussel jam berapa? yg jelas udah mundur satu jam tuh

#Mas Anang: Enggak apa2 mas, nanti kita pindahin aja semua penduduk Indonesia kesana, mereka pasti kapok.

#Uni El: alo juga ... liburan kemana?

kucingkeren said...

Hehe..aku kira beneran dikasih tuh kartu kreditnya, seru juga kalo memang ada, kucingku bisa belanja sendiri, deh. Soal ttd sih tinggal pake cap cakarnya saja. setiap kucing kan berbeda, sama kayak ibu jari kita. SOal sertifikat untuk kucing memang perlu ..ini untuk menjaga kemurnian keturunannya. penting banget, apalagi buat pengemar kucing khusus rasa ttt. salam...

dian said...

hahahhahaha kalimat terakhirnya yg bikin aku ngakak

malaysia...malaysia...