22.12.06

Yahya Zaini dan Golkar

Ini sedikit cerita yang berbeda mengenai kasus video mesum Yahya Zaini (YZ). Menurut cerita seorang rekan saya, dengan mundurnya Yahya Zaini dari Golkar maka pimpinan pimpinan Golkar sudah merasa lega. Golkar tidak lagi merasa dikecilkan seperti saat kasus tersebut merebak pertama kali. Bahkan di media elektronik boss Golkar dengan optimis mengatakan ”Kasus Yahya Zaini selesai, Golkar akan besar lagi”. Kenapa dengan kasus YZ Golkar merasa dikecilkan, sehingga sampai berujar bahwa Golkar akan besar lagi? Menurut rekan saya tersebut, setelah usut punya usut rupanya Golkar merasa malu, karena dari penampakan di video ternyata burung anggotanya tersebut kecil saja seperti burung gereja. Kalau hal tersebut kemudian didiamkan maka dikhawatirkan bisa memunculkan persepsi di masyarakat bahwa burung anggota Golkar lainnya juga kecil-kecil.

Masih menurut rekan saya, sebelum menulis surat pengunduran diri, YZ sebenarnya sempat protes mengenai burungnya. Menurut YZ yang tampak di video sesungguhnya tidak seperti itu. Sebenarnya pada awalnya ukuran sang burung sangat besar karena sudah dipijit terlebih dahulu oleh Mak Erot. Hanya saja ada persyaratan dari Mak Erot yaitu agar sang burung tidak mengecil maka sebaiknya jangan sampai terkena angin. Mematuhi pesan Mak Erot, maka dibungkuslah burung tersebut dengan plastik. Namun sayangnya, menjelang bertempur dengan Maria Eva (seperti yang terlihat di video), saat baru saja si burung dibuka dari bungkusnya, eh si penyanyi dangdut tersebut buang angin cukup keras ... duuuuut pes preeet. Akibatnya tentu saja pantangan Mak Erot jadi dilanggar dan karenanya pula burungnya menjadi mengecil kembali seperti yang terlihat di video.


Menutup ceritanya, rekan saya masih menambahkan bahwa dari kasus video mesum ini yang diuntungkan sebenarnya adalah Maria Eva karena sekarang selain laris manggung dimana-mana, ia juga ternyata berbisnis tas kulit. Bahkan rekan saya tersebut pernah dikirimi sms yang berbunyi sebagai berikut: Dijual murah tas handmade Limited Edition, kulit dengan motif burung mungil merk YZ. Size kecil cocok utk ibu2 yg gemar tas kempit. Peminat, hub. Maria Eva. He...he...he bisa saja teman saya ini membuat cerita. Menghibur dan tidak membuat garing.

6 comments:

Anonymous said...

Salam bung, itu menandakan betapa kreatifnya sebenarnya orang indo; apa saja bisa diolah, mateng lagi.

Alex Ramses said...

Hehehe juga,,, bisa2 aja yang bikin cerita, Jangan2 bukan kawan pak aris yang buat cerita. Pak Aris sendiri yang mendongeng nih,,,

Anonymous said...

Maaf, kalau saya rasanya berlebih-lebihan mengolok-olok orang sampai demikian---tak soal sekecil atau sebesar apa pun itu...salam, Anwar

Aris Heru Utomo said...

Terima kasih atas komentar2nya dan maaf kalau apa yang diceritakan rekan saya tersebut terasa berlebihan (#mas Alex, bener lho itu cerita rekan saya, bukan dongengan sendiri :=) ) . Namun maksud penulisan kembali cerita rekan saya tersebut bukanlah untuk mengolok-olok, hanya sekedar memotret salah satu kreatifitas (seperti kata mas Aroengbinang) dan sekaligus bentuk sinisme terhadap perilaku sebagian ”pimpinan atau wakil rakyat” yang seharusnya memberi suri tauladan tapi malah berlaku mengecewakan. Cerita2 semacam ini juga sebenarnya tidak jauh berbeda dengan humor2 Warkop DKI, misalnya saja tentang orang batak, yang jika sendirian dikatakan menari tor-tor, berdua main catur, bertiga main halma, lebih dari empat atau lima pintu-pintu harap ditutup ... Salam untuk semua.

Sugianto dan Sitta said...

Mas, cerita yang senada seperti ini juga terdengar dari para tamu dari Jakarta yang berkunjung ke Roma. Dari petinggi negara sampe mahasiswa.

Bos yang paling pendiam pun bisa tersenyum.... saking gelinya - juga karena yg cerita orang gede juga seh.

Sebagai pribadi Yahya Zaini, mau melacur atau berbuat apapun saya tidak peduli. Tapi Yahya Zaini adalah Kabag Kerohanian (Partai). Yang sehari-harinya ngurusin moral dan agama. Ehhhh ternyata OMDO (omong doank).

Yang lebih "mengerikan" dia itu tidak malu ! Gila kan !

Terlepas apakah itu akibat persaingan politik atau apapun, yang jelas Yahya ini kader yang suatu ketika akan menduduki jabatan penting di Indonesia.

Jadi pemeo yang mengatakan bahwa : Pejabat (pemerintah) Indonesia tidak punya niat memajukan Indonesia, dan mereka hanya berniat mencairkan APBN dengan seabreg kegiatan yang sepertinya adalah untuk kermajuan Indonesia, adalah benar.

Salah satu bukti adalah : penilaian kinerja pemerintah yang hanya diukur dari penyerapan APBN.

Saya kira kalau cuma menyerap APBN sih pegawai kroco juga bisa......

maap.... kejauhan neh.

Anonymous said...

Kasus video anggota DPR Zaini Whatshisname yang berselingkuh dengan penyanyi dangdut adalah contoh budaya OKB (Orang Kaya Baru) yang melanda bangsa Indonesia: anggota DPR berselingkuh dengan PENYANYI DANGDUT.

Dan masih ingatkah kasus pengusaha yang namanya "Jason Perangin-Angin" yang kawin siri (what the fuck is kawin siri anyway?) dengan artis sinetron murahan? (namanya "Meymey-something" atau semacam itulah)

Rasanya tidak heran mendengar berita anggota DPR berselingkuh dengan PENYANYI DANGDUT.

Rasanya juga tidak mungkin mengharapkan anggota DPR kita berselingkuh dengan penyanyi jazz atau dengan pemain cello. Rasanya juga tidak mungkin mengharapkan pengusaha kita berselingkuh dengan seorang balerina atau ahli biologi kelautan.

Tentu saja, karena mereka semua OKB - Orang Kaya Baru. Peningkatan daya beli dan kemakmuran tidak disertai dengan peningkatan wawasan dan attitude. Coba saja anggota DPR yang bernama Zaini itu diajak menonton pertunjukan balet, saya yakin dia akan tertidur karena tidak mengerti.

Yah, OKB-OKB itu adalah contoh dimana KEMAKMURAN TIDAK BISA MENYEMBUNYIKAN ASAL-USUL.