16.11.06

Kantor ramah lingkungan

Sesuai dengan tugas dan fungsi pokoknyanya dalam menangani masalah lingkungan hidup, suasana kantor Direktorat Jenderal Lingkungan Komisi Eropa pun dirancang sedemikian rupa agar menjadi nyaman, asri dan tentu saja ramah lingkungan. Ketika memasuki gedung kantor tersebut, pegawai Komisi Eropa ataupun tamu-tamu yang datang seolah diajak memasuki rumah kaca yang dipenuhi dengan aneka tumbuhan. Suasananya pun asri dan menyegarkan. Dari foto di atas, meski tidak terlalu jelas karena diambil dengan menggunakan Nokia 6230, terlihat suasana di ruang lobby dan lantai dasar yang dipenuhi dengan beberapa jenis tanaman tropis seperti pohon beringin dan bambu, bukan pohon buatan (plastik) yang seperti umumnya terdapat pada beberapa kantor dan mall di Indonesia.

Di kantor ini pun terdapat peraturan yang ketat, dimana siapapun tidak boleh merokok selama berada di dalam gedung. Dan ketentuan ini dilaksanakan dengan konsekuen. Jika ada yang ingin merokok, dipersilahkan untuk melakukannya di luar gedung atau di halaman parkir. Selain itu terdapat anjuran bagi para pegawainya untuk lebih baik memanfaatkan tangga ketika menuju tempat kerja daripada mempergunakan lift. Selain bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh, juga dapat menghemat pemakaian listrik di kantor tersebut. Suatu anjuran yang simpatik, yang mungkin bagi sebagian kita dianggap hanya suatu masalah kecil. Tapi bagi pengelola kantor ini tampaknya telah diperhitungkan dengan seksama.

4 comments:

f said...

mungkin ini yang namanya eco building ya? hehe, kebetulan lagi mau riset tentang eco-building nih, jadi tau, kekeke

luigi said...

Adalah visi dan peningkatan mutu pelayanan yang kurang diperhatikan oleh pembangun/developer kita ditanah air...

Expose to greenery results a further comfort for the building tenants and visitor.. :)

Seneng udh bisa mampir kesini, Salam hangat dari Negeri Si bau Kelek! :)

Aris Heru Utomo said...

Terima kasih mas f dan mas luigi atas kunjungannya. Salam kenal juga. Tks sudah berkunjung.Sebagai info tambahan, kantor Direktorat Jenderal lingkungan merupakan satu dari lima kantor Komisi Eropa yang telah memperoleh sertifikat EMAS (The EU Eco-Management and Audit Scheme). EMAS merupakan suatu skema yang diterapkan bagi perusahaan dan berbagai organisasi di UE guna evaluasi, pelaporan dan perbaikan kondisi lingkungannya.

Dino said...

Wah seharusnya di negara maju semua gedung seperti itu. Sekarang dunia semakin panas. Negara-negara maju harus mempelopori ramah lingkungan. Bagaimanapun negara maju is to blame terhadap pemanasan global. Negara miskin seperti Indonesia tidak akan menebang habis pohonnya kalo negara maju tidak mau membelinya. Postingnya menarik pak..